Trend in Siber

Viral Dea Meulaboh Video di Bulan Ramadan, Netizen Bertanya-Tanya

Intrend.id – Video Dea Store Meulaboh viral. Kalimat itu mendadak berseliweran di linimasa. TikTok rame. X panas. Grup WhatsApp pun heboh. Netizen auto kepo. Ada apa sebenarnya di Meulaboh?

Diketahui viral Dea Meulaboh video di Bulan Ramadan berisikan rekaman amatir penggerebekan Meulaboh yang terjadi pada Jumat 27 Februari 2026 dini hari menjelang sahur. Aksi ini bikin publik geleng-geleng.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria berusia sekitar 40 tahun dan seorang perempuan muda berusia 20 tahun diamankan warga di sebuah konter ponsel bernama DEA Store Meulaboh.

Yang bikin makin heboh, narasi yang ikut beredar tak kalah sensasional. Ada klaim soal aktivitas di kostan, ada cerita ‘bermain kuda-kudaan’ bersama seorang CEO demi iPhone 17. Serius? Atau cuma bumbu biar viral makin menggila?

Video itu pertama kali ramai lewat akun TikTok @rekaman.cctv.niza0. Tagar #DEAMeulabohViral langsung naik daun. Warganet pun bertanya-tanya, siapa sosok perempuan berbaju merah dan berhijab hitam yang jadi sorotan kamera?

Kemudian diketahui perempuan tersebut berusia 20 tahun dan mengaku berasal dari Medan. Namun identitas lengkapnya belum dikonfirmasi secara resmi. Ada yang menyebut namanya “Dea”, tapi benarkah itu nama aslinya? Atau cuma asumsi netizen yang keburu liar?

Perempuan itu diketahui bekerja sebagai karyawati toko smartphone milik pria berinisial AY (40). Dalam video yang beredar, ia terlihat duduk di atas tikar dengan kaki tertutup sarung. Ekspresinya tampak muram. Kamera seolah sengaja menyorot wajahnya. Warganet pun langsung berspekulasi.

Menurut narasi yang beredar, adegan tersebut diduga berlangsung di rumah Ketua RT setempat usai penggerebekan. Warga terlihat duduk melingkar. Suasana tampak tegang. Diskusi kecil berlangsung. Tapi apa isi pembicaraannya? Tak ada audio yang benar-benar jelas.

Tuha Peut Gampong Panggong, Dani, membenarkan bahwa perempuan itu mengaku berasal dari Medan dan berusia 20 tahun. Fakta itu memperkuat potongan puzzle yang sudah lebih dulu viral. Namun soal klaim ‘kuda-kudaan’ demi iPhone 17? Belum ada bukti valid.

Awalnya adalah kecurigaan sejumlah pemuda setempat terhadap aktivitas di konter tersebut. Disebutkan, mereka telah lama memantau gerak-gerik di lokasi. Hingga akhirnya, pada malam kejadian menjelang sahur, mereka mendatangi toko itu.

Saat pintu dibuka, ruangan dalam kondisi gelap. Di dalamnya, warga mendapati sang pemilik usaha bersama karyawatinya. Temuan itu memicu reaksi spontan. Kerumunan tak terhindarkan. Video pun mulai direkam dari berbagai sudut.

Dalam video lain yang beredar, perempuan berbaju merah itu tampak digiring keluar. Ia disoraki massa. Di satu momen, seorang pria tak sengaja menabraknya dari belakang karena terdorong temannya. Adegan itu makin memancing komentar netizen.

“Kenapa harus dini hari?”
“Kenapa pintunya gelap?”
“Beneran cuma kerja lembur?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membanjiri kolom komentar. Di sisi lain, ada pula yang mengingatkan agar publik tak mudah menghakimi. Apalagi ini terjadi di bulan Ramadan, momen yang sensitif bagi masyarakat setempat.

Dari hasil interogasi warga yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa perempuan tersebut dirayu oleh bosnya dengan iming-iming sejumlah uang agar bisa pulang kampung ke Medan. Tapi lagi-lagi, detail itu belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Warga yang geram meminta agar sang karyawati tidak lagi menginjakkan kaki di kawasan Gampong Panggong. Sementara kasus ini kini telah ditangani oleh Wilayatul Hisbah (WH) atau Polisi Syariah setempat.

Fenomena DEA Store Meulaboh viral ini kembali menunjukkan betapa cepatnya sebuah klip pendek bisa menyulut opini publik. Hanya hitungan jam, video penggerebekan Meulaboh sudah tersebar luas. Bahkan narasi tambahan seperti klaim CEO dan iPhone 17 ikut terbawa arus.

Padahal, belum ada pernyataan resmi yang membenarkan cerita ‘kuda-kudaan’ tersebut. Bisa jadi itu hanya spekulasi liar. Bisa jadi pula hanya dramatisasi agar konten makin menarik perhatian.

Netizen pun terbelah. Ada yang menghujat. Ada yang membela. Ada yang sekadar menonton tanpa komentar. Tapi satu hal pasti, rasa penasaran publik belum terjawab tuntas.

Siapa sebenarnya perempuan itu?
Apa benar ada janji iPhone 17?
Atau ini hanya kisah klasik atasan dan bawahan yang disalahartikan?

Hingga kini, belum ada perkembangan resmi lebih lanjut yang diumumkan ke publik. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada tautan video lengkap yang beredar, karena banyak di antaranya diduga hanya jebakan klik demi trafik.

Kasus ini juga jadi pengingat keras soal etika bermedia sosial. Sekali wajah tersebar, jejak digital sulit dihapus. Sekali narasi viral, stigma bisa menempel lama.

DEA Store Meulaboh viral memang sukses menyita perhatian. Tapi di balik sensasi dan spekulasi, ada dua manusia yang kini jadi sorotan. Ada keluarga yang mungkin ikut terdampak. Ada reputasi yang dipertaruhkan.

Di era serba cepat ini, publik sering kali lebih cepat menghakimi daripada mencari fakta. Padahal kebenaran butuh proses. Butuh klarifikasi. Butuh konfirmasi.

Jadi, sebelum ikut menyebar ulang, mungkin ada baiknya kita berhenti sejenak dan bertanya: sudahkah kita tahu cerita utuhnya? Atau kita hanya ikut arus demi sensasi?

Dea Meulaboh viral video yang jelas kini masih terus bergulir. Timeline masih riuh dan publik masih bertanya-tanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status