Viral Es Gabus Jadul Dikira Spons, Polisi Tegaskan Aman dan Isu Hoaks

Intrend.id – Jajanan jadul es kue viral di jagat media sosial. Jajajan ini membuat geger karena video viral yang menuding es kue jadul atau es gabus dijual menggunakan bahan berbahaya mirip spons.
Tuduhan itu viral dan menyeret seorang pedagang kecil es gabus hingga diamankan aparat. Padahal, bagi generasi 90-an, es gabus adalah jajanan legendaris yang sudah akrab sejak lama.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Seorang pedagang es kue jadul bernama Suderajat (49) sempat diamankan oleh Babinsa dan pihak kepolisian.
Alasannya, es yang dijualnya tampak kenyal dan berpori, menyerupai spons, serta banyak dikonsumsi anak-anak. Kondisi itu memicu kekhawatiran warga dan langsung viral di media sosial karena melibatkan pria berseragam TNI dan Polri.
Namun, setelah ramai dan jadi bahan perdebatan warganet, polisi bergerak cepat. Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya, bersama Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri, langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sampel es kue jadul tersebut.
Tak hanya es gabus, aparat juga memeriksa agar-agar, coklat meses, dan jajanan lain yang dibawa pedagang. Hasil pemeriksaan awal hingga lanjutan menyatakan seluruh produk aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya, termasuk bahan spons atau busa seperti polyurethane foam.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menegaskan bahwa isu tersebut tidak terbukti. Polisi bahkan menelusuri langsung lokasi pembuatan es gabus di Depok, tempat Suderajat tinggal.
Hasilnya tetap sama, tidak ditemukan penggunaan bahan berbahaya apa pun.
“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas, produk tersebut layak dikonsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya,” ujar AKBP Roby, Minggu 25 Januari 2026.
Setelah dinyatakan aman, Suderajat pun dipulangkan ke rumahnya di Citayam, Depok. Polisi juga mengganti uang dagangan sebesar Rp300 ribu karena es gabus yang diamankan sempat meleleh dan rusak selama proses pemeriksaan.
Meski demikian, Suderajat mengaku belum menerima permohonan maaf dari aparat yang sempat menuding dagangannya menggunakan bahan berbahaya. “Enggak ada minta maaf atau apa,” ujarnya dikutip dari Kompas, Selasa 27 Januari 2026.
Kasus ini sekaligus membuka mata publik soal es gabus, jajanan tradisional Indonesia yang kini mulai jarang dikenal. Es ini terbuat dari tepung hunkwe (pati kacang hijau), santan atau susu, gula, serta pewarna makanan aman.
Tekstur es gabus atau es kue hunkwe ini memang kenyal dan tampak seperti gabus setelah dibekukan, tapi lembut dan lumer di mulut.
Polisi memastikan isu viral es gabus berbahan spons adalah hoaks. Jajanan lawas ini tetap aman, legal, dan layak dikonsumsi. Kadang yang lama memang terlihat asing, tapi belum tentu berbahaya. (*)









