Viral Prabowo Sentil Mobil Dinas 8 M, Dinilai Tak Efisien

Intrend.id – Viral pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang secara blak-blakan nyentil pengadaan mobil dinas gubernur seharga Rp 8 M. Tak tanggung-tanggung, Prabowo langsung ngebandingin dengan mobil dinasnya sendiri yang jauh lebih “merakyat”.
Momen pernyataan Presiden Prabowo terkait mobil dinas Rp 8 M yang viral di media sosial itu terjadi saat Presiden Prabowo berdiskusi bareng pakar dan jurnalis senior di Padepokan Garuda Yaksa, Kamis 19 Maret 2026. Dalam suasana santai tapi serius, Prabowo bicara apa adanya soal kebiasaan belanja pejabat daerah yang menurutnya kurang efisien.
“Banyak pejabat itu menurut saya ini tidak efisien. Anda lihat sendiri. Kita buka-bukaan ya. Ada kabupaten, pemerintah daerah, dia beli mobil dinas gubernur berapa? Rp 8 m,” ucap Prabowo dikutip dari tayangan video Presiden Prabowo Menjawab di akun Youtube Prabowo Subianto Kamis 19 Maret 2026, yang langsung jadi sorotan publik.
Yang bikin makin relate, Prabowo kemudian bandingin dengan kendaraan dinas yang dia pakai, yaitu Maung Pindad buatan dalam negeri. Menurutnya, harga mobil itu cuma sekitar Rp700 juta, bahkan versi anti peluru pun maksimal Rp1 miliar.
“Saya presiden Indonesia, pakai Maung. Harganya Rp 700 juta. Paling mahal Rp1 miliar, nggak sampai Rp8 miliar,” tegasnya.
Pernyataan ini langsung viral dan jadi bahan obrolan netizen. Banyak yang setuju kalau pejabat harusnya lebih bijak dalam pakai anggaran, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Nggak cuma soal mobil dinas, Prabowo juga sekalian nyentil soal prioritas pembangunan daerah. Ia menyayangkan masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi, seperti jembatan desa rusak yang justru harus ditangani pemerintah pusat.
Menurutnya, anggaran daerah seharusnya bisa dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat, bukan malah dipakai buat fasilitas mewah.
“Rakyat butuh jembatan, butuh infrastruktur. Tapi malah presiden yang harus turun tangan. Dana daerah ke mana?” ujarnya.
Di sisi lain, sorotan ini juga nyeret nama Rudy Mas’ud. Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur itu sempat jadi perbincangan karena pengadaan mobil dinas mewah jenis Range Rover Autobiography LWB PHEV senilai Rp8,5 miliar.
Awalnya, mobil itu disebut untuk menunjang aktivitas gubernur di level nasional dan menjaga “marwah daerah”. Tapi setelah kritik publik makin deras, akhirnya keputusan diambil: mobil tersebut dikembalikan ke penyedia dan anggarannya dikembalikan ke kas daerah.
Langkah itu pun diapresiasi sebagian publik, meski tetap jadi catatan penting soal pengelolaan anggaran ke depan.
Di akhir pernyataannya, Prabowo ngasih pesan simpel tapi ngena banget. Ia mengingatkan bahwa jabatan itu soal tanggung jawab, bukan gaya hidup.
“Bupati kerja untuk rakyatmu, gubernur kerja untuk rakyatmu,” pungkasnya.
Sorotan Prabowo terkait mobil dinas Rp 8 M ini jadi pengingat keras kalau di era digital, semua keputusan bisa langsung disorot publik. Jadi, transparansi dan efisiensi bukan cuma jargon, tapi wajib banget dijalankan. (*)









