Viral Video 7 Anjing China Jalan 17 Km Pulang Bareng, Kisah Persahabatan yang Bikin Haru

Intrend.id – Video viral 7 anjing di China menjadi fenomena di media sosial akhir-akhir ini. Memang viralitas di ranah ini tak pernah ada habisnya, meskipun yang satu ini tampak beda.
Video viral 7 anjing di China bukan sekadar lucu atau random, tapi juga bikin hati anget sekaligus nyesek. Beberapa hari terakhir sejak pertengahan Maret 2026, timeline TikTok, Instagram, sampai X (Twitter) dan bahkan Weibo di China, penuh sama satu video yang sama: tujuh ekor anjing jalan bareng di pinggir jalan tol. Rapi. Kompak. Dan yang bikin netizen auto terharu.
Tujuh anjing ini lagi dalam perjalanan pulang. Bukan pulang biasa. Ini perjalanan hidup-mati.
Awal Pelarian
Ceritanya terjadi di Provinsi Jilin, wilayah timur laut China, dekat kota Changchun. Tujuh anjing ini bukan anjing liar.
Mereka adalah anjing peliharaan dari beberapa rumah tetangga di satu desa. Sehari-hari, mereka main bareng. Nongkrong bareng. Bisa dibilang, mereka udah kayak geng kecil di kampung itu.
Sampai suatu hari, semuanya berubah. Mereka diculik.
Ya, tujuh anjing ini jadi korban pencurian yang diduga terkait perdagangan daging anjing, sebuah praktik yang masih ada di beberapa wilayah China meski sudah banyak ditentang. Para pencuri biasanya mengambil anjing peliharaan, lalu dijual ke pasar atau jaringan distribusi daging anjing.
Anjing-anjing ini dimasukkan ke dalam truk. Diikat. Diangkut. Tujuannya jelas: dijual.
Tapi siapa sangka, mereka nggak tinggal diam.
Di tengah perjalanan, saat truk melaju di jalan tol, ketujuh anjing ini berhasil kabur. Ada yang bilang mereka melompat, ada juga yang menyebut mereka keluar lewat celah. Yang pasti, itu momen nekat. Bayangin aja, lompat dari kendaraan yang lagi jalan.
Dan di situlah perjuangan mereka dimulai. Yang bikin cerita ini makin “gila”, mereka nggak kabur sendiri-sendiri. Mereka tetap bareng.
Membentuk Kelompok Kecil
Tujuh anjing ini langsung membentuk semacam “tim survival”. Nggak ada yang ninggalin. Nggak ada yang egois. Bahkan saat salah satu dari mereka, seekor German Shepherd, cedera di kaki, yang lain justru makin solid.
Mereka jalan bareng. Pelan. Saling nunggu. Dan di depan rombongan, ada satu sosok yang langsung jadi favorit netizen: seekor Corgi kecil.
Corgi ini disebut-sebut sebagai “kapten” tim. Tubuhnya kecil, kaki pendek, tapi energinya nggak habis-habis. Dalam video yang viral, dia selalu di depan. Kadang berhenti, nengok ke belakang, seolah memastikan semua temannya masih ikut.
Netizen langsung kasih julukan: “leader”, “kakak sulung”, bahkan “jiwa pemimpin sejati”. Nama yang sempat muncul di media sosial adalah “Da Pang”.
Perjalanan mereka bukan cuma jauh, tapi juga brutal. Total sekitar 17 kilometer. Ditempuh selama kurang lebih dua hari.
Mereka harus melewati jalan tol, ladang terbuka, dan area yang jelas bukan tempat aman buat hewan peliharaan. Belum lagi kondisi fisik mereka yang sudah kelelahan dan stres setelah diculik.
German Shepherd yang cedera jadi titik paling menyentuh. Alih-alih ditinggal, anjing-anjing lain justru melindunginya. Mereka berjalan mengelilinginya.
Saat istirahat, mereka membentuk semacam lingkaran pelindung. Ini bukan lagi soal insting biasa—ini udah kayak keluarga.
Golden Retriever yang ada di rombongan juga disebut berperan sebagai “penjaga suasana”. Tetap tenang, ramah, bahkan terlihat berusaha menenangkan yang lain.
Ada juga Labrador, Pekingese kecil berbulu panjang, dan beberapa anjing lokal yang ikut dalam perjalanan itu. Rasnya beda-beda. Ukurannya beda. Karakternya beda. Tapi satu yang sama: mereka nggak mau pisah.
Video paling viral, dilihat Selasa 24 Maret 2026 di media sosial X, salah satunya akun X @Yoda4ever, memperlihatkan momen mereka berjalan berbaris di pinggir jalan tol. Corgi di depan. German Shepherd yang pincang di tengah. Yang lain mengelilingi, kayak bodyguard.
Simple, tapi powerful banget. Nggak heran kalau video ini langsung meledak. Ratusan juta views di China. Jutaan repost di luar negeri. Bahkan akun-akun besar ikut share, termasuk di X dan TikTok.
Kata kunci seperti “7 dogs China escape” atau “7 anjing China kabur” langsung trending.
Reaksi Netizen
Dan reaksi netizen? Campur aduk. Ada yang bilang ini bukti loyalitas hewan yang luar biasa. Ada yang bilang manusia aja belum tentu bisa se-solid itu. Banyak juga yang terang-terangan nangis lihat videonya.
“Ini bukan cuma anjing. Ini keluarga,” tulis salah satu komentar yang viral.
Kembali Pulang
Akhir ceritanya? Happy ending. Setelah dua hari perjalanan penuh perjuangan, ketujuh anjing ini akhirnya sampai kembali ke desa mereka. Mereka menemukan jalan pulang. Bertemu lagi dengan pemilik masing-masing.
Bayangin momen itu. Pemilik yang awalnya panik, kehilangan, mungkin sudah pasrah… tiba-tiba melihat anjing mereka pulang sendiri. Nggak sendiri. Tapi bareng-bareng.
Di balik kisah yang bikin hangat ini, ada sisi gelap yang nggak bisa diabaikan. Kasus ini membuka lagi isu lama: perdagangan daging anjing di China.
Pergeseran Nilai
Meski sudah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, praktik ini masih ada. Organisasi hak hewan internasional memperkirakan sekitar 10 juta anjing masih disembelih setiap tahun untuk konsumsi di China. Angkanya memang turun dibanding satu dekade lalu, tapi tetap besar.
Dan yang bikin miris, banyak dari anjing itu adalah hewan peliharaan yang dicuri. Persis seperti kasus tujuh anjing ini.
Tahun 2020 sebenarnya jadi titik penting. Pemerintah China mulai mengklasifikasikan anjing sebagai “hewan pendamping”, bukan hewan ternak. Artinya, secara prinsip, anjing bukan untuk dikonsumsi.
Beberapa kota seperti Shenzhen dan Zhuhai bahkan sudah melarang penjualan dan konsumsi daging anjing.
Tapi masalahnya, belum ada larangan nasional yang benar-benar tegas. Jadi praktik ini masih berjalan, meski lebih tersembunyi.
Festival daging anjing Yulin yang dulu besar-besaran juga sekarang sudah jauh berkurang skalanya. Banyak warga, terutama generasi muda, mulai menolak tradisi ini.
Disebut-sebut mayoritas warga di beberapa daerah di China sudah jarang atau tidak pernah makan daging anjing lagi.
Menariknya, di saat perdagangan ini perlahan menurun, industri hewan peliharaan di China justru lagi booming.
Tahun 2025, jumlah anjing dan kucing peliharaan di kota-kota besar China mencapai lebih dari 120 juta. Nilai industrinya tembus ratusan miliar yuan.
Artinya, mindset masyarakat juga berubah. Anjing bukan lagi makanan. Tapi teman. Keluarga.
Di tengah perubahan itu, muncul cerita seperti tujuh anjing dari Jilin ini. Cerita yang sederhana, tapi dampaknya besar.
Banyak netizen China yang jadi lebih vokal soal perlindungan hewan. Banyak yang mulai mempertanyakan kenapa praktik seperti ini masih ada.
Bahkan aktivis lokal menggunakan kisah ini sebagai contoh nyata: bahwa anjing punya perasaan, punya ikatan sosial, dan layak dilindungi.
Pelajaran Penting
Kalau dipikir-pikir, cerita ini relatable banget. Bukan cuma soal anjing. Tapi soal persahabatan. Loyalitas. Dan arti “pulang”.
Di dunia yang sering terasa individualis, tujuh anjing ini justru nunjukin arti kebersamaan yang sesungguhnya. Nggak ninggalin teman, bahkan saat kondisi lagi susah banget.
Dan mungkin itu yang bikin kisah ini kena banget di hati banyak orang.
Jadi kalau kamu nemu video viral 7 anjing China di timeline, jangan cuma scroll lewat. Coba lihat sampai habis.
Lihat gimana Corgi kecil itu memimpin. Lihat gimana mereka nunggu satu sama lain. Lihat gimana mereka tetap bareng, sampai akhirnya pulang. Kadang, pelajaran hidup datang dari tempat yang nggak kita sangka.
Bahkan pelajaran dari video viral 7 anjing China yang lagi jalan di pinggir jalan tol. (*)









