Yazid Ahmad Firdaus Ditemukan Usai Hilang di Bukit Mongkrang

Intrend.id – Hilangnya pendaki Bukit Mongkrang Yazid Ahmad Firdaus terjawab. Setelah 21 hari pencarian penuh harap dan doa, Yazid Ahmad Firdaus (26) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa 10 Februari 2026, pagi.
Jasad Yazid Ahmad Firdaus ditemukan di sekitaran aliran sungai kawasan Bukit Mitis, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Yazid sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu 18 Januari 2026 usai mendaki Bukit Mongkrang bersama tiga rekannya.
Saat perjalanan turun, korban diduga terpisah dari rombongan dan tak pernah kembali ke titik kumpul.
Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan jasad korban ditemukan oleh tim relawan gabungan yang melakukan penyisiran mandiri di jalur ekstrem yang belum sepenuhnya terjangkau operasi SAR sebelumnya.
“Korban ditemukan di sungai wilayah Mitis sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ini proses evakuasi masih berlangsung untuk dibawa ke bawah,” ujar Hendro, Selasa sore.
Lokasi penemuan berada di kawasan jurang dengan medan terjal, licin, dan vegetasi lebat.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi tidak mudah dan memakan waktu cukup lama.
Petugas dan relawan harus menggunakan peralatan khusus demi menjaga keselamatan tim di lapangan.
Hendro memastikan bahwa jasad yang ditemukan telah teridentifikasi sebagai Yazid Ahmad Firdaus, warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar.
Korban ditemukan dalam kondisi masih utuh, meski beberapa barang pribadi seperti sepatu dan kaos kaki diduga terbawa arus sungai.
“Betul Yasid. Alhamdulillah jasadnya masih utuh,” jelas Hendro.
Sebelumnya, operasi SAR gabungan yang melibatkan SAR, BPBD, TNI, Polri, dan ratusan relawan telah berlangsung selama tujuh hari dan diperpanjang dua kali.
Namun pencarian resmi dihentikan pada 31 Januari 2026 akibat cuaca buruk, keterbatasan logistik, serta angin kencang yang menghambat penggunaan drone.
Meski demikian, relawan terus melakukan pencarian dan penyisiran mandiri di jalur-jalur ekstrem terus dilakukan hingga akhirnya membuahkan hasil.
Hingga Selasa petang pukul 17.30 WIB, evakuasi masih berlangsung. Jenazah rencananya akan dibawa ke RSUD Karanganyar untuk pemeriksaan medis. (*)









