Timnas Indonesia U-19 ke Semifinal AFF 2026, Reno Salampessy Kasih Bukti

Intrend.id – Timnas Indonesia U-19 melaju sempurna ke semifinal ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 usai laga lawan Vietnam Minggu malam 7 Juni 2026. Tiga kemenangan dari tiga pertandingan membuat Garuda Muda keluar sebagai juara Grup A sekaligus menjaga asa mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi sebelumnya.
Di balik keberhasilan Timnas Indonesia U-19 di fase grup tersebut, muncul satu nama yang mulai mencuri perhatian publik sepak bola nasional. Dia adalah Reno Salampessy.
Penyerang muda milik Persipura Jayapura itu menjadi salah satu pemain paling konsisten sepanjang fase grup. Dua gol penting yang dicetaknya membantu Indonesia menyapu bersih seluruh pertandingan dan memastikan tiket semifinal tanpa hambatan berarti.
Nama belakang Salampessy tentu tidak asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Reno merupakan putra mantan bek Timnas Indonesia, Richardo Salampessy, yang pernah menjadi andalan Merah Putih pada era 2000-an.
Kini, sang anak mulai menunjukkan bahwa dirinya memiliki potensi besar untuk mengikuti jejak ayahnya di level tertinggi sepak bola nasional.
Gol pertama Reno lahir saat Indonesia menghadapi Timor Leste pada 4 Juni 2026.
Saat pertandingan masih berjalan ketat dan skor belum berubah, Reno memecah kebuntuan menjelang turun minum.
Berawal dari umpan terobosan matang, ia lolos dari jebakan offside dan masuk ke kotak penalti. Dengan tenang, Reno melewati penjaga gawang lawan sebelum menceploskan bola ke dalam gawang.
Gol tersebut membuka jalan bagi kemenangan Indonesia dengan skor 3-0.
Penampilan impresif Reno berlanjut pada laga penentuan Grup A melawan Vietnam U-19, Minggu 7 Juni 2026, di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Reno kembali menjadi pembeda.
Ia sukses memanfaatkan kesalahan pemain belakang Vietnam yang gagal menghalau bola dengan sempurna. Reno langsung merebut bola, menggiring masuk ke area penalti, lalu melepaskan tembakan yang melewati kolong kaki kiper Vietnam.
Gol tersebut membawa Indonesia unggul lebih dulu.
Meski Vietnam sempat menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui Quoc Khanh Nguyen, Garuda Muda akhirnya memastikan kemenangan 2-1 lewat gol penalti Florasta pada masa injury time.
Kemenangan tersebut membuat Indonesia mengoleksi sembilan poin sempurna dari tiga laga.
Selain dua gol yang dicetaknya, Reno juga menunjukkan kontribusi besar dalam permainan tim.
Pergerakannya tanpa bola, kemampuan membaca ruang, serta ketenangannya saat berada di depan gawang menjadi nilai tambah yang membuatnya berbeda dibanding pemain seusianya.
Pelatih Timnas Indonesia U-19 Nova Arianto pun terlihat semakin percaya kepada pemain asal Papua tersebut.
Sepanjang fase grup, Reno selalu menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.
Indonesia sendiri tampil sangat meyakinkan selama babak penyisihan.
Pada laga pertama, Garuda Muda berhasil mengalahkan Myanmar U-19 dengan skor 3-0. Arkhan Kaka membuka pesta gol sebelum Dimas Wicaksono mencetak dua gol tambahan.
Kemudian Indonesia kembali menang 3-0 atas Timor Leste melalui gol Reno Salampessy, Irpan Siregar, dan Arkhan Kaka.
Puncaknya terjadi saat Indonesia menaklukkan Vietnam dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung penuh tensi.
Hasil tersebut membuat Indonesia finis sebagai pemuncak Grup A dengan catatan sempurna.
Garuda Muda mengoleksi sembilan poin sempurna, mencetak delapan gol, dan hanya kebobolan satu kali sepanjang fase grup.
Statistik tersebut menunjukkan keseimbangan permainan Indonesia, baik saat menyerang maupun bertahan.
Selain Reno Salampessy, beberapa pemain lain juga tampil menonjol.
Arkhan Kaka berhasil mencetak dua gol sepanjang fase grup. Dimas Wicaksono juga mengemas dua gol penting saat menghadapi Myanmar.
Sementara Florasta menjadi pahlawan kemenangan atas Vietnam lewat eksekusi penalti pada menit 90+2.
Meski demikian, perhatian publik kini banyak tertuju kepada Reno.
Bukan hanya karena produktivitas golnya, tetapi juga karena kisah menarik di balik namanya.
Sebagai putra mantan pemain nasional, Reno menghadapi ekspektasi besar sejak awal kariernya. Namun sejauh ini, ia mampu menjawab tekanan tersebut dengan performa di lapangan.
Usianya masih muda, tetapi mentalitas dan ketenangannya saat menghadapi situasi penting menunjukkan kematangan yang menjanjikan.
Perjalanan Indonesia di turnamen ini tentu masih panjang.
Sebagai juara bertahan sekaligus tuan rumah, target mempertahankan trofi menjadi misi utama Garuda Muda.
Jika mampu menjaga konsistensi permainan seperti di fase grup, peluang Indonesia untuk kembali mengangkat trofi ASEAN U-19 Boys’ Championship terbuka lebar.
Dan di tengah perjalanan tersebut, nama Reno Salampessy berpotensi menjadi salah satu sosok penting yang menentukan langkah Garuda Muda menuju gelar juara.
Semifinal AFF 2026 kini sudah menanti Timnas Indonesia U-19. Tantangan akan semakin berat. Namun dengan performa yang terus meningkat dan dukungan publik sendiri, Indonesia memiliki modal besar untuk melangkah lebih jauh dan kembali menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. (*)









