Trend in Siber

Pidato Kemerdekaan Ustadz Abdul Somad Viral, Warganet Sebut Terbaik Tahun Ini

Intrend.id – Video pidato Ustadz Abdul Somad (UAS) saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI viral di media sosial. Gaya penyampaian UAS yang tegas dan penuh kritik langsung menarik perhatian warganet.

Video pidato Kemerdekaan Ustadz Abdul Somad tersebut diunggah akun Instagram Sumbar Terkini pada 17 Agustus 2026. Video lainnya juga diunggah di akun Instagram resmi Ustadz Abdul Somad.

Dalam keterangan unggahan, UAS disebut memimpin upacara 17 Agustus di Pondok Tahfizul Qur’an Ma’had Az Zahra, Rimbo Panjang, Kampar, Riau.

Potongan pidatonya kemudian ramai dibagikan ulang. Salah satu pernyataan yang paling banyak disorot adalah ajakan agar masyarakat tidak diam ketika melihat kebatilan.

“Jangan diam melihat kebatilan. Orang yang diam melihat kebatilan adalah setan-setan bisu,” kata UAS dalam video yang beredar hingga Kamis, 20 Agustus 2026.

Pidato UAS Singgung Makna Kemerdekaan

Dalam amanatnya, UAS mengajak masyarakat kembali melihat makna kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar upacara dan perayaan.

Kemerdekaan juga harus diisi dengan rasa syukur. Selain itu, masyarakat punya tanggung jawab menjaga nilai kebangsaan dan Pancasila.

UAS menyinggung sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat. Mulai dari perjudian, korupsi anggaran, pendidikan, pelayanan kesehatan, lapangan pekerjaan hingga persatuan.

Ia juga mengkritik praktik korupsi yang menggunakan anggaran negara maupun daerah.

“Orang-orang yang memakan APBN, APBD, mereka tidak punya kemanusiaan. Mereka tidak mengamalkan kemanusiaan yang adil dan beradab,” ujar UAS.

Menurut UAS, masyarakat pada dasarnya hanya menginginkan hak dasar mereka terpenuhi. Jalan yang layak, layanan kesehatan terjangkau, pendidikan dan pekerjaan menjadi beberapa hal yang ia soroti.

UAS Soroti Pendidikan dan Lapangan Kerja

UAS juga berbicara soal masa depan generasi muda. Ia menilai negara perlu memberikan akses pendidikan yang terjangkau.

Setelah memperoleh pendidikan, anak-anak bangsa juga membutuhkan lapangan pekerjaan.

“Kalau anaknya sekolah subsidi pendidikan kalau tidak bisa gratis murahkan buat beasiswa, kalau sudah sekolah mau kerja buka lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Ia kemudian mengkritik pemimpin dan wakil rakyat yang dinilai tidak memenuhi hak dasar masyarakat.

“Pemimpin, wakil-wakil rakyat yang tidak memberikan hak kemanusiaan, mereka adalah pengkhianat kemerdekaan,” imbuhnya.

Pidato UAS Singgung Pancasila

Dalam pidatonya, UAS juga mengaitkan persoalan bangsa dengan lima sila Pancasila.

Ia menekankan pentingnya nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. UAS kemudian menyampaikan pandangan kontroversial mengenai orang yang tidak percaya kepada Tuhan.

Selain itu, ia menyinggung sila keempat tentang kerakyatan dan permusyawaratan. UAS juga mengkritik proses pengambilan keputusan yang menurutnya tidak mencerminkan prinsip tersebut.

Bagian lain yang menjadi sorotan adalah persoalan ekonomi. UAS menyinggung banyak anak bangsa yang bekerja di luar negeri karena mencari penghasilan.

Ia mengaitkannya dengan sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ajak Masyarakat Tidak Diam Melihat Kebatilan

Menjelang akhir pidato, UAS kembali mengajak masyarakat berani menyuarakan kritik.

Ia mengatakan momentum 17 Agustus harus menjadi pengingat terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.

“Jangan diam melihat kebatilan,” tandasnya.

Potongan pernyataan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang paling banyak dibicarakan warganet.

Sejumlah netizen bahkan menyebut pidato UAS sebagai salah satu pidato kemerdekaan yang paling menarik tahun ini.

“Pidato kemerdekaan terbaik bukan dari pejabat yang makan uang rakyat. Tapi dari Ustadz Abdul Somad,” tulis seorang netizen di X pada 18 Agustus 2026.

Meski menuai perhatian besar, sejumlah pernyataan UAS juga memicu perdebatan di media sosial. Warganet membahas isi pidato, kritik sosial yang disampaikan, hingga pandangannya mengenai Pancasila.

Video pidato Kemerdekaan Ustadz Abdul Somad sukses mencuri perhatian terlepas dari pro dan kontra. Pesan utamanya jelas: kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi juga harus diisi dengan keberanian menjaga keadilan dan menyuarakan kebenaran. (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Back to top button
DMCA.com Protection Status