Trend in Siber

Viral Surat Sony Sonjaya untuk Kepala BGN Baru, Terima Kasih Atas Hadiah Indah

Intrend.id – Publik dibuat heboh dengan surat terbuka Sony Sonjaya untuk kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Surat ini membuka drama baru dalam pusaran kasus korupsi BGN yang belum reda.

Surat terbuka Sony Sonjaya itu diunggah di akun Instagram pribadinya @sonysonjayabd, Rabu malam 3 Juni 2026. Surat ini langsung viral.

Isinya ditujukan ke Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryati Deyang. Nada pesannya terkesan santai. Bahkan cenderung positif.

Dalam surat itu, Sony mengucapkan selamat atas jabatan baru Nanik. Ia juga menyampaikan doa agar sukses menjalankan tugas.

“Sebuah kebahagiaan melihat sahabat mendapatkan amanah,” tulisnya pada caption unggahan.

Tapi yang bikin publik berhenti scroll, ada satu kalimat yang dianggap janggal. Dalam tulisan tangan di foto, Sony menulis: “Terima kasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya.”

Begini tulisan lengkap keduanya.

Pada bagian caption tertulis:
“Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Teruslah menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi banyak orang. Doa terbaik selalu menyertai setiap langkah pengabdian untuk Indonesia.”

Pada foto yang diunggah, tampak sebuah kalimat dengan tulisan tangan dan membubuhkan tanda tangan. “Kepada Yth: Ibu Nanik S Deyang Selamat atas jabatan baru sbg Kepala BGN Terima kasih atas hadiah indah yang telah diberikan kpd saya.”

Kalimat ini langsung jadi bahan spekulasi. Netizen ramai menebak-nebak. Ada yang menganggap itu sindiran. Ada juga yang menilai hanya ungkapan pribadi.

Timing-nya memang sensitif. Soalnya, Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala BGN baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum unggahan itu muncul.

Bukan sendiri. Ia terseret bersama dua nama lain. Yakni Kepala Dadan Hindayana dan Wakil Ketua BGN Lodewyk Pusung.

Ketiganya bahkan sudah tampil pakai rompi pink saat keluar dari gedung Kejagung.

Kasus ini berkaitan dengan pengelolaan program MBG tahun 2025–2026. Program prioritas nasional dengan anggaran super besar. Tahun 2025 saja Rp85,27 triliun. Tahun berikutnya melonjak jadi Rp268 triliun.

Menurut penyidik, ada dugaan permainan di balik penunjukan yayasan mitra. Harusnya transparan. Tapi diduga malah ada afiliasi dengan pejabat internal.

Yayasan tersebut tetap lolos verifikasi. Bahkan diduga mendapat aliran dana miliaran rupiah per hari.

Tak cuma itu. Ada juga dugaan intervensi pengadaan barang. Dari motor listrik, sepatu, tablet, sampai televisi. Nilainya fantastis. Totalnya bisa tembus triliunan rupiah.

Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan penetapan tersangka sudah berdasarkan dua alat bukti.

Saat ini, Sony dan dua tersangka lain ditahan selama 20 hari. Lokasinya di Rutan Salemba cabang Kejagung dan Kejari Jakarta Selatan.

Menariknya, kasus ini muncul tepat setelah pergantian oleh Prabowo Subianto pada 2 Juni 2026.

Jadi wajar kalau publik mengaitkan dua peristiwa ini. Pergantian pimpinan dan pengungkapan kasus hukum.

Sekarang, surat Sony jadi layer baru dalam drama ini. Bukan cuma soal hukum. Tapi juga soal pesan yang tersirat.

Sony Sonjaya sendiri diketahui merupakan purnawirawan kepolisian dengan pangkat terakhir Irjen Pol. Dia adalah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi yang dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi pada 2 Juni 2026.

Purnawirawan perwira tinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ini lulusan Akpol 1991.

Sony memiliki rekam jejak yang panjang di Korps Bhayangkara, ia pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka dan Kapolres Bandung (2011), serta menduduki berbagai posisi strategis di tingkat Polda hingga Bareskrim Polri.

Pada September 2025, ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala BGN. Saat bertugas di BGN, ia juga memimpin proses verifikasi dan distribusi program Makan Bergizi Gratis.

Kini Sony Sonjaya ditahan oleh Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Apakah ini sekadar ucapan selamat? Atau ada makna lain di balik kata “hadiah indah”?

Yang jelas surat terbuka Sony Sonjaya untuk kepala BGN baru masih menjadi pembahasan publik. Kasus BGN sendiri masih jauh dari kata selesai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status