Aksi Women’s March Jakarta 2026: Perempuan Turun ke Jalan

Intrend.id – Women’s March Jakarta 2026 menggema pada Sabtu, 7 November 2026. Ribuan perempuan, aktivis, mahasiswa, hingga sejumlah figur publik turun ke jalan untuk menyuarakan perlawanan terhadap kebijakan negara yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Tema Women’s March Jakarta 2026 ini mengusung wacana “Negara Menindas, Kita Lawan!” Massa berkumpul di kawasan Perempatan Sarinah sejak pukul 06.30 WIB. Mereka kemudian melakukan aksi jalan kaki atau long march melewati Jalan MH Thamrin menuju kawasan Patung Kuda dan Monas.

Sejumlah figur publik terlihat bergabung dalam aksi tersebut. Di antaranya penyanyi Sherina Munaf dan aktris Tara Basro.

Suasana aksi berlangsung penuh semangat. Para peserta membawa poster dan spanduk dengan pesan kritis. Salah satunya bertuliskan, “Speak Up, jangan jadi silent majority apalagi pemuja rezim.”

Ada pula spanduk yang menyindir kebijakan pemerintah terkait kebakaran hutan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Karhutla Dianggurin, MBG Bikin Keracunan Dianggarin,” demikian tulisan yang mencuri perhatian.

Pesan lainnya menyoroti persoalan pajak produk menstruasi.

“Menstruation Hygiene Basic Human Rights. Jangan Palak Darah Kami Dengan Pajak.”

Para peserta juga membawa pesan, “Tidak ada ruang aman tanpa merangkul semua kelompok marjinal.”

Women’s March Jakarta Sempat Dihadang Polisi

Di tengah perjalanan menuju titik akhir aksi, massa Women’s March Jakarta 2026 sempat dihadang aparat kepolisian di kawasan Jalan MH Thamrin.

Situasi tersebut sempat memanas ketika peserta berupaya melanjutkan perjalanan. Namun, massa tetap menyuarakan tuntutan dan berusaha melewati blokade.

Aksi berlangsung dengan seruan solidaritas. Peserta menegaskan bahwa perjuangan perempuan harus mencakup semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas, masyarakat adat, komunitas LGBTQ+, hingga kelompok pekerja rentan.

Seruan seperti “Panjang umur perjuangan!” dan “Hidup perempuan yang melawan!” turut menggema sepanjang aksi.

Sembilan Tuntutan Women’s March Jakarta 2026

Women’s March Jakarta 2026 membawa sembilan tuntutan utama kepada pemerintah.

Pertama, mewujudkan keadilan ekonomi dan perlindungan sosial universal. Peserta mendesak penurunan harga kebutuhan pokok serta kebijakan yang menjamin kehidupan masyarakat kecil.

Kedua, menghapus kekerasan, diskriminasi, dan kriminalisasi. Perlindungan harus berlaku tanpa membedakan gender, seksualitas, agama, disabilitas, pekerjaan, maupun status sosial.

Ketiga, menjamin hak atas tubuh, kesehatan, dan kehidupan bebas kekerasan. Termasuk layanan kesehatan reproduksi serta pemulihan korban kekerasan seksual dan KDRT.

Keempat, menghentikan kekerasan berbasis gender online (KBGO), sensor, dan represi digital.

Kelima, menghadirkan legislasi yang berlandaskan hak asasi manusia (HAM).

Keenam, menghentikan militerisasi ruang sipil dan menarik aparat dari jabatan-jabatan sipil.

Ketujuh, menghentikan kolonialisme Indonesia serta pendekatan militeristik di Papua.

Kedelapan, menjamin keadilan ekologis. Termasuk menghentikan proyek pembangunan yang merampas ruang hidup masyarakat adat dan merusak lingkungan.

Kesembilan, menghentikan kebijakan yang dinilai membahayakan rakyat, termasuk mengevaluasi program MBG.

Bagi para peserta, isu perempuan tidak bisa dipisahkan dari politik dan kebijakan negara. Harga kebutuhan sehari-hari, biaya pembalut, akses kesehatan, hingga perlindungan korban kekerasan seksual merupakan persoalan yang berkaitan langsung dengan keputusan politik.

Pesan Women’s March Jakarta 2026 yang menggaung cukup jelas: perempuan tidak ingin lagi sekadar menjadi penonton ketika kebijakan negara berdampak pada kehidupan mereka. “Pretty girls fight against the regime, they don’t stay dumb!” (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status