Babak Pertama Ekuador vs Curacao Imbang 0-0, Dua Tim Sama Buntu
Intrend.id – Timnas Ekuador vs Curacao berakhir imbang 0-0 di babak pertama. Kedua tim masih tak mampu memecah kebuntuan pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026.
Hingga babak pertama Ekuador vs Curacao berakhir, skor imbang tetap bertahan dalam pertandingan yang berlangsung di Kansas City Stadium, Amerika Serikat, Minggu, 21 Juni 2026 pagi WIB.
Hasil sementara ini tentu menjadi kejutan. Pasalnya, Ekuador datang sebagai favorit kuat setelah hanya kalah tipis 0-1 dari Pantai Gading pada laga pembuka. Di sisi lain, Curacao baru saja mengalami kekalahan telak 1-7 dari Jerman.
Meski gagal mencetak gol, Ekuador tampil sangat dominan sepanjang 45 menit pertama. Tim asuhan Sebastián Beccacece menguasai jalannya pertandingan dan terus menekan pertahanan lawan sejak menit awal.
Statistik menunjukkan dominasi mutlak La Tri. Mereka menguasai sekitar 74 persen penguasaan bola dan menciptakan 11 tembakan, dengan tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Namun satu nama menjadi penyebab utama Ekuador belum mampu unggul, yakni kiper Curacao, Eloy Room.
Penjaga gawang berpengalaman itu tampil luar biasa sepanjang babak pertama. Ia melakukan enam hingga tujuh penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap aman dari gempuran Ekuador.
Peluang emas pertama Ekuador datang melalui kapten tim, Enner Valencia. Penyerang veteran tersebut berhasil lolos dalam situasi satu lawan satu, tetapi Room melakukan penyelamatan gemilang dengan kakinya.
Tak lama kemudian, John Yeboah juga mencoba peruntungannya lewat tembakan kaki kiri yang mengarah ke sudut gawang. Lagi-lagi Eloy Room tampil sigap dan menggagalkan peluang tersebut.
Moisés Caicedo turut memberikan ancaman melalui beberapa percobaan dari luar kotak penalti. Namun kiper Curacao kembali menunjukkan refleks luar biasa untuk menjaga skor tetap imbang.
Di sektor sayap, Gonzalo Plata tampil cukup aktif. Pemain cepat itu beberapa kali menciptakan keunggulan jumlah pemain dan mengirim umpan berbahaya ke area pertahanan lawan.
Meski terus ditekan, Curacao menunjukkan perkembangan dibanding pertandingan pertama mereka melawan Jerman. Tim asuhan Dick Advocaat tampil lebih disiplin dan terorganisasi.
Mereka memilih bermain sangat dalam dengan blok pertahanan rapat. Strategi tersebut berhasil membuat Ekuador kesulitan menemukan ruang di area berbahaya.
Dari sisi serangan, Curacao nyaris tidak memberikan ancaman berarti. Mereka tercatat belum mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang babak pertama.
Tahith Chong, Juninho Bacuna, dan Leandro Bacuna beberapa kali mencoba memimpin serangan balik. Namun upaya tersebut selalu mampu dipatahkan oleh lini belakang Ekuador yang tampil solid.
Babak pertama juga diwarnai sejumlah kartu kuning untuk pemain Curacao. Leandro Bacuna, Juninho Bacuna, dan Livano Comenencia termasuk pemain yang mendapat peringatan dari wasit akibat pelanggaran dan tindakan mengulur waktu.
Menjelang turun minum, Ekuador melakukan pergantian pemain. Gelandang Jordy Alcívar yang sudah mengantongi kartu kuning ditarik keluar dan digantikan Kevin Rodríguez untuk menambah daya gedor di lini depan.
Secara taktik, pertandingan memperlihatkan pertarungan antara dominasi dan ketahanan. Ekuador menguasai bola, menciptakan peluang, dan mendikte tempo permainan. Sebaliknya, Curacao mengandalkan organisasi pertahanan serta aksi heroik Eloy Room.
Meski kualitas permainan Ekuador jauh lebih baik, masalah penyelesaian akhir kembali menjadi sorotan. Situasi ini mengingatkan pada laga melawan Pantai Gading ketika mereka juga gagal memaksimalkan dominasi menjadi gol.
Laga Ekuador vs Curacao babak pertama telah usai dengan skor 1-1. Memasuki babak kedua, tekanan akan semakin besar bagi Ekuador. Mereka wajib meraih kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur. Sementara Curaçao akan berusaha mempertahankan hasil imbang berharga yang sejauh ini berhasil mereka amankan. Jika Eloy Room mampu mempertahankan performa luar biasanya, bukan tidak mungkin Curaçao menciptakan kejutan besar di Grup E Piala Dunia 2026. (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









