Bacaan Niat Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah di Bulan Suci Ramadan

Intrend.id – Membaca niat sholat Tarawih sendiri maupun berjamaah di bulan Ramadan selalu jadi momen yang bikin hati adem dan iman makin tajam. Karena Ramadan bukan cuma soal nahan lapar dan dahaga, tapi juga soal menghidupkan malam dengan ibadah penuh berkah, salah satu ibadah yang paling dinanti adalah sholat Tarawih dan Witir, ibadah sunnah yang pahalanya nggak kaleng-kaleng dan selalu dirindukan tiap datangnya Ramadan.
Ada bacaan niat sholat Tarawih yang merupakan ibadah sunnah baik sendiri maupun berjamaah setelah Isya sepanjang bulan Ramadan. Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW menghidupkan malam Ramadan dengan qiyamul lail yang kemudian dikenal sebagai Tarawih. Ibadah ini berstatus sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan karena rutin dilakukan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
Niat Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah
Sebelum mulai, niat jadi kunci utama. Niat cukup di dalam hati, tapi banyak umat Muslim membaca lafaznya agar lebih mantap dan khusyuk.
Niat Tarawih sendiri (munfarid):
اللَّهُمَّ أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Niat Tarawih sebagai makmum:
اللَّهُمَّ أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Kalau jadi imam, lafaznya serupa, hanya niat dalam hati ditegaskan sebagai pemimpin jamaah.
Jumlah Rakaat Tarawih
Soal rakaat, ada dua praktik yang umum: 8 rakaat atau 20 rakaat, lalu ditutup Witir. Riwayat dari Aisyah RA menyebut Rasulullah SAW tidak menambah sholat malam lebih dari 11 rakaat (termasuk Witir). Namun di masa Khalifah Umar bin Khattab RA, 20 rakaat dipraktikkan secara berjamaah dan menjadi tradisi di banyak masjid hingga kini.
Keduanya sah menurut mayoritas ulama. Yang penting bukan debat panjang, tapi niat tulus dan ibadah yang konsisten.
Niat Sholat Witir
Setelah Tarawih, ibadah ditutup dengan Witir, salat ganjil sebagai penutup malam.
Niat Witir tiga rakaat sendiri:
اللَّهُمَّ أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatal witri tsalâtha rak‘ātin lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”
Witir bisa 1, 3, atau 5 rakaat. Bisa dua rakaat salam lalu satu rakaat, atau tiga rakaat sekaligus. Di rakaat terakhir, khususnya di paruh akhir Ramadan, dianjurkan membaca doa qunut.
Setelah salam, dianjurkan membaca tasbih tiga kali:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Artinya: Mahasuci Raja Yang Mahakudus.
Tata Cara dan Makna Spiritual
Tata cara Tarawih pada dasarnya sama seperti salat sunnah dua rakaat: takbiratul ihram, Al-Fatihah, surah pendek, rukuk, sujud, tasyahud, salam. Setelah dua rakaat, boleh istirahat sejenak sebelum lanjut rakaat berikutnya.
Lebih dari sekadar ritual, Tarawih dan Witir adalah momen recharge iman. Masjid yang ramai, saf yang rapat, doa yang hangat—semuanya bikin hati makin dekat dengan Allah SWT. Ramadan jadi ruang refleksi, memperbaiki diri, dan memperkuat tekad.
Niat sholat Tarawih di Bulan Ramadan secara sendiri atau berjamaah bukan soal 8 atau 20 rakaat, bukan soal panjang atau pendek bacaan. Yang paling utama adalah keikhlasan, kekhusyukan, dan konsistensi dalam menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah terbaik. (*)









