INTREND.ID Menjangkau wawasan baru

Gunung Mauna Loa Hawaii Meletus Setelah Tidak Aktif 38 Tahun

INTREND.ID – Gunung Mauna Loa Hawaii meletus Senin 27 November 2022. Letusan gunung Mauna Loa Hawaii terjadi pukul 23.30 waktu setempat.

Dilihat dari akun Instagram pendakisetapakjejakindonesia, Selasa 28 November 2022, gunung Mauna Loa Hawaii merupakan gunung berapi aktif terbesar di dunia.

Pada tahun 1984, Gunung Mauna Loa pernah meletus untuk pertama atau sudah 38 tahun berlalu.

Menurut ilmuwan yang bertugas di Pengamatan Gunung Api Hawaii, Ken Hon, erupsi gunung ini terjadi pada Minggu malam waktu setempat.

“Setelah serangkaian gempa besar terjadi di sekitar gunung api ini,” kata Ken Hon.

Gunung berapi Mauna Loa memiliki ketinggian 4.169 mdpl.

Luas Gunung Mauna Loa lebih dari 5.179 km persegi.

Sementara area bawah lautnya yang diketahui lebih masif serta luas.

Para ilmuwan telah menghitung volume gunung berapi terbesar di dunia ini sekitar 75 ribu meter kubik.

Mauna Loa sudah erupsi sejumlah 33 kali sejak 1843. Terakhir kali, Mauna Loa erupsi tahun 1984.

Simak:  Ibu Penyadap Karet Ditelan Ular Piton 7 Meter Jasadnya Masih Utuh

Selama 22 hari, Mauna Loa terus memproduksi lava yang mencapai sekitar 7 kilometer ke Hilo, kota terpadat di pulau itu.

Mauna Loa adalah gunung berapi aktif terbesar di dunia.

Ada gunung berapi lain yang lebih besar.

Tapi statusnya sudah tak aktif lagi dan sudah lama tidak meletus, atau bahkan telah padam, serta hampir pasti tak akan meletus lagi di masa mendatang.

Mauna Loa, gunung berapi aktif terbesar di dunia, meletus Minggu malam di Pulau Besar Hawaii, memuntahkan gumpalan abu besar ke udara.

Letusan terjadi di puncak gunung berapi, menurut United States Geological Survey (USGS).

Hingga Senin dini hari, lahar masih tertahan di kawasan puncak dan tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat sekitar.

“Namun, lahar terlihat dari Kona. Tidak ada indikasi adanya migrasi letusan ke celah mana pun di lereng,” kata Observatorium Gunung Api Hawaii.

Simak:  Penjelasan Peristiwa Perempuan Hadang Rombongan Presiden di Bali

USGS telah memperingatkan warga yang berisiko terkena aliran lahar potensial untuk bersiap menghadapi letusan. Para ilmuwan waspada terhadap peningkatan aktivitas seismik baru-baru ini.

Kantor Layanan Cuaca Nasional Honolulu telah menempatkan sebagian Pulau Besar atau Pulau Besar Hawaii di bawah peringatan akan hujan abu dan risikonya menumpuk hingga seperempat inci (0,6 cm).

Mauna Loa, yang puncaknya mencapai 13.679 kaki (4.169 meter), merupakan salah satu dari lima puncak gunung berapi yang membentuk Pulau Besar, paling selatan. Dan itu jauh lebih besar dari Kilauea, yang letusannya tahun 2018 menghancurkan 700 rumah.

Selain itu, karena lerengnya jauh lebih curam, ada risiko lava akan mengalir lebih cepat. Pada tahun 1950, dia menempuh jarak 15 mil (24 km) dalam tiga jam. ***

Baca Artikel lainnya di Google News INTREND.ID

Tinggalkan komentar