Bus Halmahera Kecelakaan Maut di Tol Sumut, 4 Orang Meninggal Dunia
Intrend.id – Kecelakaan tragis melibatkan Bus Halmahera terjadi di ruas tol wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Senin, 11 Mei 2026, pagi. Insiden maut ini menjadi perhatian publik setelah menyebabkan empat penumpang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa kecelakaan bus Halmahera tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di Kilometer 63,2 ruas Jalan Tol Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT), tepatnya di Desa Sei Sejenggi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.
Kecelakaan melibatkan dua kendaraan, yakni Bus Halmahera bernomor polisi BK 7347 UA dan sebuah mobil pick up Mitsubishi L300 pengangkut ayam dengan nomor polisi BK 8053 EG.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil pick up yang melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan mengalami kecelakaan tunggal. Kendaraan pengangkut ayam tersebut diduga menabrak pembatas jalan hingga terbalik dan melintang di badan jalan tol.
Tak lama kemudian, Bus Halmahera yang datang dari arah belakang diduga tidak sempat menghindar. Sopir bus disebut panik dan langsung membanting setir ke kiri setelah melihat kendaraan di depannya.
Akibatnya, bus menghantam kendaraan pick up lalu hilang kendali hingga menabrak pembatas jalan tol dan akhirnya terbalik keluar jalur.
Kondisi bus dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian samping dan depan kendaraan. Sejumlah penumpang sempat terjebak di dalam bus sebelum akhirnya dievakuasi petugas dan warga sekitar.
Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, Gokma W. Silitonga, mengatakan jumlah penumpang berdasarkan manifest bus mencapai 14 orang termasuk sopir.
“Kalau untuk korban, meninggal dunia, ada empat orang. Satu perempuan, tiga laki laki. Sedangkan, untuk korban luka-luka, ada sembilan orang,” ujar Gokma melalui RRI Medan.
Seluruh korban luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian besar korban disebut mengalami luka akibat benturan keras ketika bus terbalik.
Sementara itu, sopir bus dilaporkan melarikan diri usai kejadian dan saat ini masih dalam pencarian aparat kepolisian. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Petugas Satlantas bersama tim evakuasi sempat melakukan proses pembersihan jalan tol karena kendaraan yang terbalik membuat arus lalu lintas terganggu cukup lama pada pagi hari.
Insiden kecelakaan Bus Halmahera ini langsung menjadi sorotan publik dan kembali mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara, terutama di jalan tol dengan kecepatan tinggi.
Banyak netizen juga mempertanyakan kondisi pengemudi bus antarkota yang sering bekerja dalam durasi panjang sehingga rentan kehilangan fokus saat berkendara.
Hingga kini polisi masih memeriksa sejumlah saksi kecelakaan bus Halmahera. Polisi pun memeriksa penumpang selamat dan pengendara lain yang melintas di lokasi kejadian untuk melengkapi proses investigasi. (*)









