Empat Orang Hilang Ditemukan Tewas di Pulau Jeju, Kasus Polisi Picu Sorotan
Intrend.id – Kasus orang hilang di Pulau Jeju, Korea Selatan, mencuat usai empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia dalam rentang tiga hari.
Salah satu kasus orang hilang di Pulau Jeju yang paling menyita perhatian adalah hilangnya Jang Mi-ran (37). Jenazah perempuan tersebut ditemukan pada Senin 24 Agustus 2026, setelah 104 hari dinyatakan hilang.
Kasus ini juga membuka dugaan serius terhadap penanganan laporan orang hilang oleh seorang anggota Polisi Jeju Seobu. Polisi tersebut diduga menutup kasus Jang secara tidak semestinya.
Jang Mi-ran Hilang Sejak Mei 2026
Jang Mi-ran terakhir kali terlihat melalui kamera CCTV pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 22.15 waktu setempat. Saat itu, ia meninggalkan tempat tinggal jangka panjangnya di Hallim-eup, Kota Jeju.
Kekasihnya kemudian melaporkan Jang hilang pada 15 Mei.
Namun, petugas yang menangani laporan tersebut diduga mencatat bahwa dirinya telah menghubungi Jang. Petugas itu juga disebut menulis bahwa Jang dalam kondisi aman dan tidak ingin keberadaannya diketahui keluarga maupun teman.
Masalahnya, catatan komunikasi polisi tidak menunjukkan adanya panggilan tersebut.
Kasus kemudian ditutup. Data Jang juga diduga dihapus dari sistem pengelolaan orang hilang.
Jenazah Ditemukan Hanya 1 Kilometer dari Tempat Tinggal
Keluarga kembali melaporkan Jang pada 19 Juli. Pencarian kemudian dilakukan lebih serius.
Namun, sejumlah rekaman CCTV di lokasi sudah terhapus karena masa penyimpanan standar. Polisi, pemadam kebakaran, penjaga pantai, serta anjing pelacak ikut terlibat dalam pencarian.
Pada Senin 24 Agustus, jenazah yang diyakini sebagai Jang ditemukan sekitar pukul 10.46 waktu setempat di sebuah perkebunan palem di Hallim-eup.
Lokasinya hanya sekitar 1 kilometer dari tempat tinggal Jang, menurut laporan Seoul Economic Daily.
Polisi kemudian mengonfirmasi identitas jenazah tersebut melalui pemeriksaan gigi. Analisis DNA tetap dilakukan. Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan berat sehingga pemeriksaan terhadap kemungkinan luka eksternal menjadi sulit sebagaimana dilaporkan Yonhap.
Polisi menyatakan belum menemukan tanda yang langsung mengarah pada pembunuhan. Penyebab kematian masih diselidiki melalui autopsi dan pemeriksaan forensik.
Petugas Polisi Diduga Palsukan Penutupan Kasus
Kasus Jang berkembang menjadi skandal setelah polisi menemukan dugaan penanganan serupa pada kasus lain.
Seorang pria berusia 60-an dilaporkan hilang pada 2 Juli. Petugas yang sama diduga mengatakan kepada keluarga bahwa pria tersebut sudah dihubungi dan dalam kondisi aman.
Padahal, keberadaannya tidak pernah diverifikasi dengan benar.
Pria tersebut kemudian ditemukan meninggal pada 22 Agustus, sekitar 51 hari setelah laporan kehilangan dibuat.
Petugas berinisial Bu itu kini menghadapi dugaan pelanggaran tugas, pemalsuan catatan elektronik resmi, serta upaya menghambat tugas melalui kebohongan.
Polisi Periksa 298 Kasus Orang Hilang
Yang membuat kasus semakin serius adalah jumlah laporan yang pernah ditangani petugas tersebut.
Polisi menyebut Bu menangani sekitar 298 laporan orang hilang selama sekitar 17 bulan. Seluruh kasus tersebut kini akan ditinjau ulang untuk mencari kemungkinan adanya penanganan serupa.
Empat pejabat senior di Polisi Jeju Seobu juga ditempatkan dalam status nonaktif sementara. Mereka termasuk kepala kantor polisi saat ini dan sebelumnya serta pejabat penyidik terkait.
Sistem penutupan kasus turut dipertanyakan. Polisi mengakui petugas yang menangani laporan dapat menutup kasus tanpa persetujuan berjenjang. Untuk sementara, penutupan kasus akan memerlukan pemeriksaan manual dari atasan.
Empat Orang Hilang Ditemukan Tewas
Di tengah skandal tersebut, tiga jenazah lain yang berkaitan dengan laporan orang hilang juga ditemukan di Jeju dalam periode yang sama.
Seorang pria yang diperkirakan berusia 70-an ditemukan di perairan dekat Jeju pada Minggu 23 Agustus. Ia dilaporkan hilang sehari sebelumnya menurut laporan Korea Herald.
Dengan temuan tersebut, jumlah orang hilang yang ditemukan meninggal di Jeju dalam rentang tiga hari mencapai empat orang.
Namun, belum ada bukti yang menghubungkan keempat kematian tersebut sebagai rangkaian tindak kriminal atau ulah pembunuh berantai. Klaim mengenai kemungkinan adanya serial killer masih berupa spekulasi dan belum dikonfirmasi kepolisian.
Kasus orang hilang di Pulau Jeju kini menjadi perhatian nasional. Pemerintah dan kepolisian Korea Selatan didorong memperbaiki sistem penanganan laporan orang hilang, terutama untuk memastikan laporan orang dewasa tidak ditutup tanpa verifikasi yang ketat. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









