Trend in Siber

UIAM Akhiri Kontrak Solehah Yaacob Usai Klaim Sejarah Melayu Jadi Kontroversi

Intrend.id – Universitas Islam Internasional Malaysia (UIAM) mengakhiri hubungan kerja dengan Profesor Dr. Solehah Yaacob sejak 27 April 2026. Keputusan tersebut menjadi sorotan setelah sejumlah pandangan Solehah mengenai sejarah dan peradaban Melayu menuai kontroversi.

UIAM menegaskan Solehah Yaacob tidak lagi berstatus sebagai profesor maupun mewakili universitas dalam kapasitas resmi apa pun.

UIAM Tegaskan Solehah Yaacob Tak Lagi Berafiliasi

Pejabat Komunikasi, Advokasi dan Promosi (OCAP) UIAM menyatakan masa kerja Solehah sebagai staf akademik berakhir pada 27 April 2026.

“Perkhidmatan Dr Solehah Yaacob sebagai kakitangan akademik universiti ini telah berakhir berkuat kuasa 27 April 2026,” menurut pernyataan pihak terkait.

UIAM juga meminta publik tidak mengaitkan Solehah dengan universitas setelah tanggal tersebut. Penggunaan gelar, jabatan, kulliyyah, pusat, institut, departemen, atau bentuk afiliasi resmi UIAM oleh Solehah tidak diperbolehkan.

Ketentuan itu juga mencakup materi promosi, pemberitaan media, iklan, konten media sosial, serta berbagai bentuk publikasi lainnya.

UIAM menyebut penjelasan tersebut diberikan untuk mencegah kebingungan publik mengenai status Solehah.

Solehah sebelumnya dikenal sebagai akademisi di bidang bahasa Arab dan linguistik. Namanya kemudian menjadi perhatian karena sejumlah teori mengenai sejarah Melayu yang dipertanyakan oleh sebagian kalangan akademik.

Klaim Sejarah Solehah Yaacob Jadi Sorotan

Salah satu pernyataan yang paling viral adalah klaim bahwa bangsa Romawi kemungkinan mempelajari teknologi pembuatan kapal dari masyarakat Melayu.

Pernyataan tersebut sempat memicu perdebatan luas. Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia Zambry Abdul Kadir juga pernah mengingatkan akademisi agar tidak membuat klaim di luar bidang keahlian tanpa dasar ilmiah yang kuat.

Solehah juga pernah mengaitkan tokoh Iban Rentap dengan keturunan Melayu dan Hang Tuah. Klaim lain menyebut kekayaan bijih besi di Kedah kuno mungkin berkaitan dengan hujan meteor pada masa lampau.

Berbagai pernyataan itu membuat namanya semakin dikenal publik. Namun, klaim tersebut juga mendapat kritik karena dinilai membutuhkan dukungan bukti sejarah dan ilmiah yang lebih kuat.

Solehah Akan Gugat UIAM ke Mahkamah Perusahaan

Di tengah keputusan UIAM tersebut, Solehah Yaacob menyatakan akan membawa perkara itu ke Mahkamah Perusahaan Malaysia.

Kepada Free Malaysia Today (FMT), Solehah mengaku keputusan penghentian kerja dilakukan secara mendadak. Ia menyebut dirinya diberhentikan dalam waktu 24 jam dan tidak diberi kesempatan mengajukan banding.

Solehah juga mengatakan UIAM menawarkan kompensasi setara enam bulan gaji. Namun, tawaran tersebut ditolaknya.

“Saya dipecat dalam waktu 24 jam dan tidak diperbolehkan membuat rayuan,” katanya kepada FMT. “UIAM mahu bayar saya (pampasan) bersamaan enam bulan gaji, tetapi saya tolak.”

Ia mempertanyakan profesionalisme UIAM karena keputusan itu terjadi sehari setelah dirinya menerima penghargaan Penilaian Penyelidikan Malaysia (MyRA) dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.

MyRA merupakan sistem penilaian yang digunakan untuk mengukur kinerja penelitian universitas di Malaysia.

Persoalan ini kini berpotensi berlanjut melalui jalur hukum. Sementara itu, UIAM tetap menegaskan bahwa Solehah tidak lagi memiliki hubungan resmi dengan universitas sejak 27 April 2026. (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Back to top button
DMCA.com Protection Status