Gol Roket Nico Gonzalez Bawa Man City ke Final FA Cup

Intrend.id – Nico Gonzalez bicara dengan tendangannya saat Manchester (Man) City nyaris kena kejutan besar. Ini membuktikan mental juara mereka lagi-lagi bicara.
Gol Nico Gonzalez menguatkan aura sang calon juara Piala FA 2026. Sempat tertinggal lebih dulu, pasukan Pep Guardiola sukses comeback dramatis dan menumbangkan Southampton dengan skor 2-1 di semifinal FA Cup, Sabtu 25 April 2026 di Wembley Stadium.
Kemenangan ini memastikan Man City lolos ke final Piala FA untuk empat musim beruntun, rekor baru yang makin menegaskan dominasi era Guardiola.
Cara menangnya juga kali ini tak biasa. City dominan sepanjang laga, pegang penguasaan bola hampir 70 persen, tapi babak pertama berakhir buntu. Southampton tampil super disiplin dengan blok pertahanan rapat dan bikin lini serang City frustrasi.
Sampai menit 79, justru kejutan datang. Finn Azaz bikin Wembley hening lewat gol sensasional dari luar kotak penalti. Menerima bola di depan area, dia berputar lalu melepas curling shot ke pojok atas gawang yang gak mampu dijangkau James Trafford.
Gol itu bikin Southampton unggul 1-0 membuat aroma giant killing mulai terasa seketika.
Tim Championship itu sempat di ambang salah satu upset terbesar musim ini, apalagi mereka sebelumnya juga menyingkirkan Arsenal.
Tapi City merespons seperti tim besar. Cepat. Brutal dan efektif.
Menit 82, Jérémy Doku muncul jadi pembeda. Masuk sebagai pemain pengganti, Doku menusuk dari kiri lalu melepaskan tembakan rendah yang berbelok arah usai mengenai James Bree.
Gol. Skor imbang 1-1. Momentum pun langsung berubah. Southampton yang sebelumnya percaya diri mulai goyah. Lima menit kemudian, City menghabisi.
Menit 87, giliran Nico González mencetak salah satu gol terbaik di semifinal musim ini. Dari jarak sekitar 25 yard, Nico melepas roket keras ke pojok atas.
Unstoppable. Screamer. Gol yang bikin stadion meledak. Skor berbalik 2-1. Comeback selesai. Dalam delapan menit, City membalikkan mimpi buruk jadi tiket final.
Nico Gonzalez langsung banjir pujian dan banyak media menobatkannya pemain terbaik laga. Ratingnya bahkan tembus 8 sampai 9 dari 10.
Tapi Doku juga layak dapat spotlight. Satu gol, satu assist, dan perubahan ritme permainan. Dia mampu mengubah jalannya pertandingan.
Kalau di awal City terlihat macet, masuknya Doku bikin semua hidup. Itulah bedanya skuad elite. Kualitas dari bangku cadangan bisa jadi pembeda.
Pep Guardiola pun gak menutupi rasa puasnya. Ia memuji reaksi tim di babak kedua sebagai sesuatu yang “luar biasa”.
Menurut Pep, laga ini memang sejak awal diprediksi rumit karena Southampton sedang menjalani 19 pertandingan tanpa kalah.
Hasil di lapangan membuktikan itu. City benar-benar dipaksa kerja keras.
Meski begitu, kemenangan ini menjaga mimpi treble domestik tetap hidup. Selain sudah ada di final FA Cup, City juga masih bersaing di puncak Premier League.
Lawan di final nanti akan menghadapi pemenang duel Chelsea kontra Leeds United. Final dijadwalkan bulan depan, lagi-lagi di Wembley.
Buat Guardiola, ini juga menambah panjang rekor luar biasanya di Piala FA. Sejak melatih City pada 2016, Pep sudah membawa klub ke empat final beruntun, memenangkan dua gelar, dan mencatat win rate sekitar 85 persen lebih di kompetisi ini.
Konsistensi yang absurd. City bahkan tercatat punya rekor dominan lawan tim kasta bawah, sapu bersih 22 laga Piala FA kontra klub divisi lebih rendah sejak 2018/19.
Dan meski Southampton hampir memutus rekor itu, kualitas City akhirnya berbicara.
Di sisi lain, Southampton pulang dengan kepala tegak. Mereka kalah, tapi nyaris bikin sejarah.
Gol Finn Azaz bakal lama dikenang. Begitu juga cara mereka bikin salah satu tim terbaik Eropa ketar-ketir sampai menit akhir.
Banyak yang menyebut ini “peluru yang berhasil dihindari City”. Memang terasa begitu. Kalau bukan karena impact Doku dan momen magis Nico, ceritanya bisa beda.
Buat fans City, laga ini mungkin bikin jantung hampir copot. Tapi juga memperlihatkan karakter tim juara.
Saat main jelek, mereka tetap bisa menang. Saat tertekan, mereka tetap punya jawaban. Itu menjadi ciri tim yang berpotensi angkat trofi.
Sekarang semua mata tertuju ke final. Akankah Guardiola menambah koleksi gelar Piala FA ketiga? Atau justru lahir drama baru di Wembley?
Setelah Man City comeback dengan gol Nico Gonzalez sekeren itu, mereka akan datang ke final dengan satu pesan tegas. Semuanya belum selesai. (*)









