Trend in Sports

Hasil Argentina vs Mesir Babak Pertama 0-1! Gol Yasser Ibrahim Kejutkan Albiceleste, Messi Gagal Penalti

Intrend.id – Hasil pertandingan sementara Tim Nasional Sepak Bola (Timnas) Argentina vs Mesir babak pertama berakhir 0-1! Albiceleste mendapat kejutan besar itu pada babak pertama laga 16 besar Piala Dunia 2026.

Argentina vs Mesir dengan hasil skor sementara babak pertama 0-1 dalam laga di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Selasa 7 Juli 2026 atau Rabu dini hari WIB.

Juara bertahan justru tertinggal 0-1 hingga turun minum. Hasil sementara ini di luar perkiraan banyak pengamat. Argentina memang lebih banyak menguasai bola, tetapi justru Mesir tampil lebih efektif memanfaatkan peluang.

Pelatih Lionel Scaloni kembali menurunkan kekuatan terbaiknya. Emiliano Martinez dipercaya mengawal gawang. Lini belakang diisi Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Nicolas Tagliafico.

Di sektor tengah, Rodrigo De Paul, Leandro Paredes, Alexis Mac Allister, serta Enzo Fernandez bertugas mengatur ritme permainan. Sementara duet Lionel Messi dan Julian Alvarez menjadi andalan di lini depan.

Mesir memilih pendekatan berbeda. Mereka bermain dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan pertahanan rapat serta serangan balik cepat. Mohamed Salah menjadi ujung tombak sekaligus ancaman utama bagi pertahanan Argentina.

Strategi itu langsung membuahkan hasil. Pada menit ke-15, Mesir memperoleh peluang dari situasi bola mati. Marwan Attia mengirim umpan akurat ke dalam kotak penalti yang disambut tandukan Yasser Ibrahim. Bola meluncur ke gawang tanpa mampu dihentikan Emiliano Martinez.

Gol tersebut membuat Mesir unggul 1-0 dan membakar semangat para pemainnya.

Setelah tertinggal, Argentina mulai meningkatkan intensitas serangan. Penguasaan bola terus berada di kaki para pemain Albiceleste. Messi beberapa kali turun lebih dalam untuk menjemput bola dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Namun, pertahanan Mesir tampil sangat disiplin. Dua gelandang bertahan, Mohanad Lasheen dan Marwan Attia, bekerja keras memutus aliran bola menuju Messi maupun Julian Alvarez.

Messi sempat memperoleh peluang lewat tendangan penalti. Namun dia gagal mengeksekusi menjadi gol.

Setiap kali kehilangan bola, Mesir langsung melakukan transisi cepat. Kecepatan Mohamed Salah di sisi depan membuat Cristian Romero dan Lisandro Martinez harus bekerja ekstra sepanjang babak pertama.

Meski Argentina diperkirakan menguasai sekitar 60 hingga 65 persen penguasaan bola, efektivitas serangan mereka masih jauh dari harapan. Sejumlah peluang memang tercipta, tetapi sebagian besar berasal dari tembakan jarak jauh atau situasi yang tidak terlalu berbahaya.

Sebaliknya, Mesir tampil sangat efisien. Mereka tidak banyak menyerang, tetapi setiap peluang yang didapat mampu dimanfaatkan dengan maksimal.

Secara taktik, Lionel Scaloni masih mempertahankan pendekatan berbasis penguasaan bola. Messi diberi kebebasan bergerak mencari ruang, sementara Julian Alvarez aktif membuka celah di lini pertahanan lawan.

Masalah utama Argentina terlihat saat menghadapi blok pertahanan rendah Mesir. Tempo serangan beberapa kali melambat sehingga lawan memiliki cukup waktu untuk menutup ruang.

Selain itu, kelemahan Argentina dalam mengantisipasi bola mati kembali terlihat. Gol Yasser Ibrahim lahir akibat kurang rapatnya penjagaan di dalam kotak penalti.

Di sisi lain, Mesir menjalankan strategi dengan sangat disiplin. Formasi 4-2-3-1 berubah menjadi blok pertahanan yang rapat ketika kehilangan bola. Mereka rela menunggu di area sendiri sebelum melancarkan serangan balik cepat melalui Mohamed Salah.

Penampilan Mesir pada babak pertama menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim kejutan. Organisasi permainan berjalan rapi, pressing dilakukan pada momen yang tepat, dan transisi bertahan ke menyerang berlangsung efektif.

Memasuki babak kedua, Argentina diperkirakan akan melakukan perubahan. Masuknya tenaga segar seperti Lautaro Martinez bisa menjadi opsi untuk meningkatkan daya gedor. Scaloni juga kemungkinan meminta para pemainnya bermain lebih langsung dan memanfaatkan sisi sayap agar pertahanan Mesir lebih mudah ditembus.

Meski tertinggal, peluang Argentina untuk membalikkan keadaan masih terbuka lebar. Pengalaman bermain di fase gugur, kualitas individu, serta mental juara menjadi modal penting bagi Albiceleste.

Sementara itu, Mesir hanya membutuhkan konsistensi permainan selama 45 menit berikutnya untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Jika mampu mempertahankan keunggulan, tim yang dipimpin Mohamed Salah berpeluang mencatat sejarah dengan melangkah ke perempat final untuk pertama kalinya.

Usai hasil Argentina vs Mesir babak pertama 0-1, laga selanjutnya dipastikan berlangsung semakin panas. Argentina dituntut bangkit, sedangkan Mesir hanya tinggal selangkah lagi menciptakan kejutan yang bisa mengguncang panggung sepak bola dunia. (*)

Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status