Trend in Sports

Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 Berakhir Dramatis di Babak 16 Besar

Intrend.id – Tim Nasional Sepak Bola (Timnas) Portugal datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat juara. Berbekal skuad bertabur bintang dan perpaduan pemain senior serta generasi muda, A Seleção mampu melewati fase kualifikasi dengan cukup meyakinkan sebelum akhirnya harus mengakhiri langkah di babak 16 besar.

Portugal menjadi satu unggulan di Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini menjadi panggung yang penuh cerita bagi Portugal. Mulai dari penampilan impresif di babak kualifikasi hingga laga emosional yang diduga menjadi penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia.

Lolos Meyakinkan dari Babak Kualifikasi

Portugal tampil dominan pada Grup F Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa bersama Hungaria, Republik Irlandia, dan Armenia.

Pasukan Roberto Martinez mengumpulkan 13 poin dari enam pertandingan dengan catatan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Produktivitas mereka juga sangat tinggi. Portugal mencetak 20 gol dan hanya kebobolan tujuh kali.

Kemenangan telak 5-0 atas Armenia menjadi salah satu penampilan terbaik. Mereka juga sukses mencuri kemenangan 3-2 di markas Hungaria dan mengalahkan Republik Irlandia 1-0.

Cristiano Ronaldo tetap menjadi andalan di lini depan. Sementara Bruno Fernandes mengatur permainan dari lini tengah. Rafael Leao dan Goncalo Ramos memberi kecepatan sekaligus variasi serangan.

Perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda membuat Portugal lolos langsung ke putaran final.

Fase Grup Berjalan Tidak Mudah

Di Piala Dunia 2026, Portugal tergabung di Grup K bersama Kolombia, Uzbekistan, dan Republik Demokratik Kongo.

Laga pertama tidak berjalan mulus.

Portugal ditahan imbang RD Kongo 1-1 pada 17 Juni 2026 di Houston. Meski mendominasi permainan, mereka gagal mengamankan tiga poin.

Respons Portugal langsung terlihat pada pertandingan kedua.

Uzbekistan menjadi korban keganasan lini serang Portugal setelah dihajar dengan skor telak 5-0. Laga tersebut menunjukkan kualitas serangan yang dimiliki skuad Roberto Martinez.

Pada pertandingan terakhir grup, Portugal bermain hati-hati saat menghadapi Kolombia. Duel berlangsung ketat dan berakhir tanpa gol.

Dengan koleksi lima poin dari satu kemenangan dan dua hasil imbang, Portugal finis sebagai runner-up Grup K dan melaju ke fase gugur.

Lolos Dramatis ke Babak 16 Besar

Di babak 32 besar, Portugal bertemu Kroasia dalam pertandingan yang berlangsung sengit.

Cristiano Ronaldo membuka keunggulan melalui titik penalti. Namun Kroasia mampu menyamakan kedudukan sehingga pertandingan berjalan menegangkan hingga menit-menit akhir.

Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan.

Sundulan pada masa injury time memastikan kemenangan Portugal 2-1 sekaligus membawa mereka lolos ke babak 16 besar.

Mentalitas dan daya juang Portugal kembali mendapat pujian pada pertandingan tersebut.

Langkah Terhenti oleh Rival Abadi

Babak 16 besar menghadirkan duel klasik Semenanjung Iberia antara Portugal melawan Spanyol.

Pertandingan berlangsung sangat ketat di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Selasa 7 Juli 2026 WIB.

Portugal mampu bertahan dengan disiplin sepanjang laga. Diogo Costa tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting, sementara Cristiano Ronaldo beberapa kali mencoba mengancam gawang Spanyol.

Namun tekanan tanpa henti La Roja akhirnya membuahkan hasil.

Mikel Merino mencetak gol kemenangan pada menit 90+1 yang memastikan Spanyol menang 1-0 sekaligus menyingkirkan Portugal dari Piala Dunia 2026.

Kekalahan itu terasa semakin emosional karena besar kemungkinan menjadi penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia.

Warisan untuk Generasi Berikutnya

Meski gagal melangkah ke perempat final, Portugal tetap menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim elite dunia.

Roberto Martinez berhasil membangun keseimbangan antara pemain senior dan generasi baru. Nama-nama seperti João Neves, Rafael Leão, Gonçalo Ramos, João Félix, Vitinha, hingga Nuno Mendes diproyeksikan menjadi tulang punggung Portugal pada turnamen-turnamen mendatang.

Sementara itu, Cristiano Ronaldo kembali membuktikan dedikasinya dengan memimpin tim hingga fase gugur dalam usia 41 tahun.

Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 memang berakhir lebih cepat dari harapan. Namun semangat juang, kualitas permainan, dan regenerasi skuad menjadi modal berharga untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. (*)

Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status