Trend in Sports

Hasil Prancis vs Pantai Gading, Les Bleus Tumbang di Kandang Jelang Piala Dunia 2026

Intrend.id – Hasil pertandingan Prancis vs Pantai Gading menjadi kejutan jelang Piala Dunia 2026. Timnas Prancis mendapat peringatan keras karena tumbang 1-2 dari Pantai Gading.

Pertandingan Prancis vs Pantai Gading dengan hasil 1-2 untuk Ivory Coast dalam laga persahabatan internasional ini berlangsung di Stade de la Beaujoire, Nantes, Jumat 5 Juni 2026, dini hari WIB.

Meski tampil di kandang sendiri dan mendominasi permainan hampir sepanjang pertandingan, Les Bleus gagal mengamankan kemenangan. Sebaliknya, Pantai Gading tampil lebih efektif dan mampu membalikkan keadaan lewat permainan cepat serta serangan balik mematikan.

Kekalahan ini menjadi alarm bagi pelatih Didier Deschamps yang tengah mempersiapkan skuadnya menuju Piala Dunia 2026.

Jalannya Pertandingan

Prancis sebenarnya tampil cukup meyakinkan pada babak pertama. Mereka menguasai bola hingga hampir 60 persen dan terus menekan pertahanan Pantai Gading.

Dominasi tersebut akhirnya membuahkan hasil tepat sebelum turun minum.

Pada menit ke-45, Rayan Cherki mencetak gol pembuka melalui aksi individu yang memukau. Gelandang kreatif Prancis itu menerima umpan dari Ibrahima Konate sebelum melewati kawalan lawan dan menaklukkan penjaga gawang Pantai Gading.

Gol tersebut membawa Prancis unggul 1-0 hingga jeda pertandingan.

Namun situasi berubah total setelah memasuki babak kedua.

Pantai Gading tampil jauh lebih agresif. Tim asuhan Emerse Fae meningkatkan intensitas pressing dan mulai berani menyerang pertahanan Prancis.

Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-53.

Nicolas Pepe mengirim umpan terobosan sempurna yang berhasil dimanfaatkan Guela Doue. Bek kanan yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan itu sukses menaklukkan Mike Maignan dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut membakar semangat para pemain Pantai Gading.

Sementara di kubu Prancis, sejumlah pergantian pemain yang dilakukan Deschamps justru membuat ritme permainan sedikit terganggu.

Beberapa pemain inti seperti Kylian Mbappe mendapat menit bermain terbatas karena pertandingan ini memang dijadikan ajang eksperimen menjelang turnamen besar.

Pantai Gading terus menunggu kesempatan melalui serangan balik cepat.

Momentum itu akhirnya datang enam menit sebelum pertandingan berakhir.

Pada menit ke-84, Guela Doue kembali menjadi aktor penting. Kali ini ia melakukan overlap di sisi kanan sebelum mengirim umpan silang datar yang sangat akurat ke dalam kotak penalti.

Amad Diallo yang bergerak tanpa kawalan langsung menyambar bola dengan penyelesaian klinis.

Gol tersebut membuat stadion tak lagi riuh.

Pantai Gading berbalik unggul 2-1 dan mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Statistik Prancis vs Pantai Gading

Secara statistik, Prancis sebenarnya jauh lebih dominan.

Les Bleus mencatat penguasaan bola sebesar 59,6 persen berbanding 40,4 persen milik Pantai Gading. Prancis juga melepaskan 15 tembakan dengan enam mengarah ke gawang.

Sebaliknya, Pantai Gading hanya menghasilkan tujuh tembakan dengan tiga tepat sasaran.

Namun efektivitas menjadi pembeda utama.

Pantai Gading memiliki expected goals (xG) sebesar 1,31, lebih tinggi dibanding Prancis yang hanya mencatat 0,88.

Selain itu, tim berjuluk The Elephants mampu menciptakan tiga peluang emas sepanjang pertandingan. Sementara Prancis gagal menghasilkan satu pun peluang yang masuk kategori big chances.

Kiper Pantai Gading juga tampil gemilang dengan lima penyelamatan penting yang menjaga timnya tetap berada dalam pertandingan.

Salah satu pemain terbaik dalam laga ini adalah Guela Doue.

Pemain yang merupakan kakak dari bintang muda Prancis, Desire Doue, tampil luar biasa dengan mencetak satu gol dan satu assist.

Performa impresifnya membuat banyak pihak menobatkannya sebagai pemain terbaik pertandingan.

Selain Guela Doue, Amad Diallo juga mencuri perhatian.

Winger Manchester United tersebut menunjukkan ketajaman dan kecepatan yang menjadi ancaman konstan bagi lini belakang Prancis.

Di sisi lain, Rayan Cherki menjadi salah satu sedikit pemain Prancis yang tampil menonjol. Gol yang dicetaknya menjadi bukti kualitas individu yang dimiliki gelandang muda tersebut.

Adu Taktik

Dari sisi taktik, pertandingan ini memperlihatkan dua pendekatan berbeda.

Prancis bermain dengan pola 4-2-3-1 yang berorientasi pada penguasaan bola. Mereka berusaha membangun serangan dari belakang dan mengontrol tempo permainan.

Sebaliknya, Pantai Gading menggunakan formasi 4-4-2 yang lebih kompak. Fokus utama mereka adalah bertahan disiplin, memenangkan duel fisik, lalu melancarkan serangan balik cepat.

Strategi tersebut terbukti sangat efektif pada babak kedua.

Kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Pantai Gading menjelang Piala Dunia 2026. Pantai Gading tergabung dalam grup E bersama Jerman, Ekuador, dan, Curaçao.

Mengalahkan salah satu kandidat juara dunia tentu memberikan kepercayaan diri tinggi bagi skuad Emerse Fae.

Sementara bagi Prancis, hasil ini menjadi pengingat bahwa kedalaman skuad dan konsistensi permainan masih perlu diperbaiki sebelum memasuki turnamen sesungguhnya. Prancis berada di Grup I bersama Senegal, Irak, dan Norwegia.

Meski hanya berstatus laga persahabatan, kekalahan di Nantes menunjukkan bahwa Les Bleus tidak boleh lengah. Sebab di Piala Dunia nanti, kesalahan kecil bisa berujung pada hasil yang jauh lebih mahal.

Hasil Prancis vs Pantai Gading 1-2 ini menunjukkan bahwa organisasi permainan, disiplin taktik, dan efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi senjata ampuh untuk menumbangkan tim-tim besar dunia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status