
Intrend.id – Inheritors menghadirkan karya terbaru berjudul Cheating Death. Melalui lagu ini, unit thrash metal asal Malang tersebut kembali menunjukkan taringnya di kancah musik ekstrem Indonesia setelah merilis single “Pestilence” pada 2025.
Inheritors merilis karya terbaru berjudul Cheating Death pada 26 Februari 2026. Perilisan lagu ini juga dibarengi dengan peluncuran video lirik di kanal YouTube resmi mereka, sekaligus menandai debut gitaris baru, Galih, dalam formasi dua gitaris untuk pertama kalinya dalam sejarah band tersebut.
Single terbaru ini menjadi langkah penting dalam fase comeback Inheritors setelah sempat menjalani hiatus panjang selama delapan tahun.
Thrash Metal Ganas dengan Nuansa Horor
“Cheating Death” mengusung karakter crossover thrash metal dengan riff cepat, distorsi tajam, serta groove yang padat dan brutal.
Secara musikal, lagu ini memadukan elemen proto–death thrash khas akhir 1980-an dengan komposisi yang lebih modern dan agresif.
Nuansa gelap dalam lagu ini semakin terasa lewat tema lirik yang mengangkat kisah tentang manusia yang berusaha mengakali takdir dan kematian.
Namun seperti dalam cerita-cerita horor klasik, kematian selalu menemukan jalannya sendiri.
Inspirasi tematik ini juga dipengaruhi oleh film thriller populer seperti Final Destination, yang dikenal dengan konsep takdir kematian yang tak terelakkan.
Lagu ini lahir dari refleksi personal para personel Inheritors yang pernah berada di situasi dekat dengan kematian, menjadikannya lebih dari sekadar karya musik—tetapi juga bentuk katarsis emosional.
Terinspirasi Legenda Thrash Metal
Dari sisi musikalitas, “Cheating Death” jelas menunjukkan pengaruh kuat dari era awal thrash metal dunia.
Band ini mengakui terinspirasi oleh album Kill ‘Em All milik Metallica, serta karya klasik seperti Pleasure to Kill dari Kreator.
Spirit thrash metal klasik juga terasa lewat sentuhan khas Sepultura era awal.
Namun alih-alih sekadar bernostalgia, Inheritors mencoba meramu pengaruh tersebut menjadi identitas baru yang lebih padat dan brutal.
Hasilnya adalah komposisi thrash yang cepat, gelap, dan penuh energi—dirancang khusus untuk memicu moshpit dari awal hingga akhir lagu.
Debut Galih di Formasi Dua Gitaris
Single ini juga menandai babak baru bagi Inheritors lewat kehadiran gitaris baru, Galih.
Menariknya, Galih tidak berasal dari latar thrash metal.
Namun justru pendekatan musikal yang berbeda itu memberi warna baru pada karakter riff dan solo gitar band ini.
Dengan formasi dua gitaris, sound Inheritors kini terasa lebih tebal, lebih berat, dan lebih eksploratif.
Kombinasi riff agresif, breakdown keras, serta solo gitar yang eksplosif membuat “Cheating Death” menjadi salah satu materi paling brutal yang pernah mereka rilis.
Bagian dari Menuju Album Perdana
“Cheating Death” bukan sekadar single lepas.
Lagu ini merupakan bagian dari strategi perilisan bertahap menuju album penuh perdana Inheritors.
Album tersebut direncanakan menjadi semacam kolase evolusi thrash metal, mulai dari pengaruh klasik era 80-an hingga pendekatan modern tahun 2000-an.
Setiap lagu dalam album itu nantinya akan membawa karakter musikal yang berbeda.
Strategi ini sekaligus menandai fase baru perjalanan Inheritors setelah kembali dari hiatus panjang.
Bagi mereka, musik kini menjadi media untuk menyalurkan energi negatif, pengalaman hidup, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan di dunia musik metal.
Diproduksi di Studio Lokal
Single “Cheating Death” direkam di SuaraWibu Studio, sementara proses mixing, engineering, dan mastering dilakukan di Griffin Studio.
Lirik lagu ditulis oleh Noviar Rahmat, yang juga menangani artwork visual untuk single ini.
Proses produksi sepenuhnya dikerjakan secara mandiri oleh band, menunjukkan komitmen mereka terhadap independensi dalam berkarya.
Lirik Cheating Death
Lirik lagu Cheating Death ditulis oleh Noviar Rahmat dalam bahasa Inggris. Dalam rilis yang diterima pada Jumat 6 Maret 2026, Inheritors menyajikan lirik itu sebagai berikut.
(Intro – spoken)
You knew the truth…
You played the lie…
But fate keeps score…
It waits for all to die!
(Verse 1)
Steel and glass, the vision screams
You wake before the blood redeems
A twist of chance, a breath too soon
You dodge the knife, but not the tomb
They call it luck, a glitch, a game
But every spark will burn the same
(Chorus)
Cheating Death!
Cheating Death!
You lived? Mistake.
You ran? Too late.
This game don’t break
It devastates.
You lived? Mistake.
You ran? Too late.
This game don’t break
It devastates.
(Verse 2)
Nails in tires, glass in throat
Every death wears your coat
It’s not chance, not divine
It’s mathematical decline
One missed step, it starts the chain
Another soul down the drain
(Chorus)
Cheating Death!
Cheating Death!
You lived the crash, escaped the fire!
You lived? Mistake.
You ran? Too late.
This game don’t break
But death rewrites, what you desire!
You lived? Mistake.
You ran? Too late.
This game don’t break
It devastates!
(Verse 1)
Steel and glass, the vision screams
You wake before the blood redeems
A twist of chance, a breath too soon
You dodge the knife, but not the tomb
They call it luck, a glitch, a game
But every spark will burn the same
You fled the void, but not the fate
The door is closed. It’s far too late
(Guitar Solo)
(Verse 2)
Nails in tires, glass in throat
Every death wears your coat
It’s not chance, not divine
It’s mathematical decline
One missed step, it starts the chain
Another soul down the drain
Sudah Tersedia di Platform Streaming
Bagi penggemar musik metal, “Cheating Death” kini sudah bisa didengarkan melalui berbagai platform streaming digital. Selain YouTube, lagu ini juga tersedia di Spotify dan Apple Music.
Dengan riff tajam, groove brutal, dan tema gelap yang kuat, single ini menjadi penanda bahwa Inheritors benar-benar kembali.
Comeback Inheritors menghadirkan Cheating Death dalam gugusan harmoni cadas. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi kematian. Namun lewat distorsi gitar, kecepatan drum, dan energi thrash metal yang liar, mereka jelas siap menantangnya. (*)









