Trend in Siber

Pencarian Korban Ledakan Biak, Tim SAR Gabungan Fokus Sisir Reruntuhan

Intrend.id – Operasi pencarian korban ledakan di Kabupaten Biak Numfor terus berlanjut di kawasan Pasar Ikan Fandoi.

Memasuki hari kedua pencarian korban ledakan Biak Papua, Senin 1 Juni 2026, Tim SAR Gabungan kembali menyisir lokasi kejadian yang diduga kuat berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II.

Peristiwa tragis itu terjadi sehari sebelumnya, Minggu 31 Mei 2026 sekitar pukul 14.45 WIT di kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota. Ledakan dahsyat menyebabkan sejumlah rumah warga runtuh dan menimbulkan korban jiwa.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A (Basarnas) Biak Kundori menyampaikan, operasi hari kedua dimulai sejak pukul 06.00 WIT dengan fokus pencarian di titik-titik reruntuhan yang telah dipetakan sebelumnya.

“Seluruh unsur SAR terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih dinyatakan hilang,” ujar Kundori dalam keterangan tertulis, Senin 1 Juni 2026.

Data sementara menunjukkan total delapan orang menjadi korban dalam insiden ini. Lima orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Moris Raubaba (24), Delfin Raubaba (41), Karmila Ayorbaba (24), Isrel Raubaba (5), dan Isra Raubaba (7).

Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam pencarian, yaitu Anes Marandof (27), Yulianus Raubaba (26), dan Lay Madura (45). Tim SAR terus memperluas area pencarian dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.

Berdasarkan keterangan saksi, ledakan terjadi secara tiba-tiba dengan suara dentuman keras yang terdengar hingga beberapa kilometer. Setelah ledakan, terlihat asap tebal membumbung tinggi, disertai kerusakan parah pada bangunan di sekitar lokasi.

Kuatnya daya ledak memunculkan dugaan awal bahwa sumbernya berasal dari bom aktif sisa perang yang masih tertanam di tanah. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam penyelidikan aparat.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi. Aparat kepolisian juga telah memasang garis polisi guna mensterilkan area dan mencegah risiko lanjutan.

Dalam operasi ini, sedikitnya 45 personel SAR diterjunkan, didukung berbagai unsur seperti Matra III Biak, Polairud, Brimob, Kodim Biak, Satpol PP, hingga relawan warga.

Sejumlah peralatan juga dikerahkan, mulai dari kendaraan operasional, motor lapangan, rescue boat, perahu jukung, alat komunikasi, hingga perlengkapan medis untuk menunjang proses pencarian dan evakuasi.

Fokus utama tim pencarian korban ledakan Biak Papua di lapangan masih pada pencarian korban yang hilang serta memastikan keamanan area dari potensi bahaya lain. Proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kemungkinan masih adanya bahan peledak di sekitar lokasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status