Trend in Culture

Ruce Nuenda Campak Tapi Keluyuran Viral dan Menuai Kecaman Netizen

Intrend.id – Ruce Nuenda campak dan membuat nama selebgram sekaligus TikToker ini mendadak viral dan jadi sorotan publik di media sosial. Bukan karena konten hiburan atau gaya hidupnya, melainkan karena kontroversi yang memicu kemarahan netizen. Netizen mengkritiknya habis-habisan setelah diketahui tetap beraktivitas di fasilitas umum (fasum) meski sedang mengidap penyakit Campak.

Kisah Ruce Nuenda campak dan keluyuran ini bermula dari unggahan Instagram Story milik Ruce yang kemudian tersebar luas di platform X. Dalam unggahan tersebut, ia mengakui tengah terkena campak. Namun di waktu yang hampir bersamaan, ia juga terlihat masih beraktivitas di luar rumah, termasuk berada di tempat olahraga atau gym.

“Yang pada tanya kenapa, sebenernya aku kena campak gaess,” tulis Ruce dalam salah satu Story Instagram yang kemudian viral setelah dibagikan ulang oleh akun X @Maeliani07 pada Selasa, 3 Maret 2026.

Publik pun langsung mempertanyakan sikap sang influencer. Banyak yang merasa tindakan tersebut berbahaya, mengingat campak merupakan penyakit menular yang penyebarannya sangat cepat melalui udara atau percikan cairan pernapasan.

Netizen Geram: Penyakit Menular Kok Keluyuran?

Perdebatan di media sosial langsung memanas. Warganet menilai tindakan Ruce sangat tidak bertanggung jawab, terutama karena ia merupakan figur publik dengan jumlah pengikut yang besar di Instagram.

Sejumlah akun di platform X membagikan tangkapan layar unggahan Ruce yang menunjukkan gejala ruam di tubuhnya. Bersamaan dengan itu, terlihat pula aktivitasnya di ruang publik.

Salah satu pengguna media sosial bahkan melontarkan kritik pedas. Ia menyayangkan bagaimana seseorang dengan jutaan pengikut bisa tidak memahami risiko penyakit menular seperti campak.

Komentar serupa terus bermunculan. Banyak netizen mempertanyakan kesadaran dasar terkait penyakit yang sudah lama dikenal sebagai penyakit infeksius yang sangat mudah menular.

“Penyakit menular kok malah keluyuran?” tulis seorang pengguna X yang unggahannya kemudian viral.

Kritik juga datang dari warganet lain yang menilai tindakan tersebut bisa membahayakan orang di sekitarnya, terutama mereka yang rentan terhadap infeksi.

Risiko Serius bagi Kelompok Rentan

Kemunculan Ruce di ruang publik saat sakit dinilai berisiko tinggi bagi masyarakat. Hal ini karena campak termasuk penyakit yang penularannya sangat cepat, terutama di tempat ramai.

Penyakit ini dapat menyebar melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Partikel virus bisa bertahan di udara dan menginfeksi orang lain yang berada di sekitarnya.

Risiko menjadi lebih serius bagi kelompok rentan seperti bayi, balita yang belum mendapatkan vaksin lengkap, ibu hamil, hingga orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Karena itulah, banyak netizen mengingatkan bahwa penderita campak seharusnya melakukan isolasi mandiri hingga benar-benar pulih.

Beberapa komentar juga menyinggung bahwa tindakan tersebut dapat berpotensi membahayakan teman dekatnya, terutama jika ada yang sedang hamil atau memiliki anak kecil.

Viral di Media Sosial

Keriuhan ini semakin membesar setelah akun X dengan nama pengguna @Maeliani07 membagikan ulang tangkapan layar Instagram Story Ruce pada Selasa, 3 Maret 2026.

Unggahan tersebut langsung memicu diskusi luas di media sosial. Dalam waktu singkat, nama Ruce Nuenda menjadi trending topic dan perbincangan hangat.

Banyak warganet menilai bahwa figur publik seharusnya memberi contoh yang baik kepada pengikutnya, terutama terkait isu kesehatan.

Sebagai influencer dengan sekitar dua juta pengikut di Instagram, tindakan Ruce dianggap memiliki dampak besar terhadap persepsi publik.

Klarifikasi Ruce

Setelah kritik berdatangan dari berbagai arah, Ruce akhirnya memberikan klarifikasi melalui Instagram Story pada hari yang sama.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas tindakannya yang dianggap kurang tepat.

“Teman-teman, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya apabila tindakan saya tadi dinilai kurang tepat,” tulisnya 4 Maret 2026.

Ia juga sampaikan bahwa sebelumnya sempat memeriksakan diri ke unit gawat darurat dan meminta untuk dirawat inap.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kondisinya dinilai masih bisa ditangani dengan rawat jalan, istirahat, serta menjaga jarak dari anaknya di rumah.

Meski begitu, Ruce mengakui bahwa ia tetap melakukan kesalahan dengan keluar rumah saat masih sakit.

Ia mengaku baru benar-benar memahami dampak dari tindakannya setelah menerima teguran keras dari masyarakat di media sosial.

“Saya menyadari bahwa seharusnya saya tidak keluar rumah, bahkan untuk olahraga sekalipun,” tulisnya lagi.

Menurutnya, setelah mendapatkan banyak kritik dan saran dari warganet, ia langsung memutuskan untuk pulang ke rumah.

Pelajaran dari Kontroversi

Ruce juga menyebut kejadian ini sebagai pelajaran penting bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dalam bersikap di masa depan.

Ia berjanji akan lebih bertanggung jawab dan memperhatikan dampak dari setiap tindakan yang dilakukan, terutama karena dirinya merupakan figur publik.

Kontroversi ini sekaligus kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kesadaran terhadap penyakit menular.

Dalam dunia medis, penderita campak dianjurkan melakukan isolasi mandiri hingga gejala benar-benar hilang. Langkah tersebut bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus di masyarakat.

Selain itu, vaksinasi juga menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Kasus campak Ruce Nuenda pun menjadi pelajaran bahwa di era media sosial, setiap tindakan figur publik dapat dengan cepat menjadi perhatian luas dan memicu reaksi publik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status