Vingroup Ekspansi dari Infrastruktur ke Tahta Konglomerat, Bos Jadi Terkaya di ASEAN
Intrend.id – Vingroup (kode saham: VIC), perusahaan raksasa Vietnam, tancap gas lewat proyek infrastruktur ambisius di kawasan pesisir Can Gio, Ho Chi Minh City. Mereka mengusulkan peningkatan Jalan Rung Sac dari 6 jadi 10 lajur plus tambahan koneksi ke Jalan Raya 15B.
Total investasi proyek Vingroup ini tembus sekitar 19.000 miliar VND atau setara lebih dari Rp11 triliun. Tujuannya jelas: mengurangi macet dan mempercepat pengembangan kawasan resort kelas dunia di Can Gio.
Berdasarkan laporan Vietnam VN, Senin 6 April 2026, Jalan Rung Sac sendiri memiliki panjang sekitar 35 km dan jadi jalur vital yang menghubungkan pusat kota ke satu-satunya wilayah pesisir di Ho Chi Minh City. Selama lebih dari 40 tahun, kawasan selatan ini sempat terisolasi, dan jalan ini jadi kunci pembuka akses.
Selain itu, jalur ini juga jadi titik awal menuju feri Binh Khanh yang melintasi Sungai Soai Rap. Jadi bisa dibilang, perannya super krusial buat mobilitas warga dan logistik.
Rencana proyek ini bakal dikerjakan dalam periode 2026–2028 dan dibagi jadi dua bagian utama. Pertama, pembangunan ruas baru sepanjang 2 km dari simpang D1-D3 menuju proyek Jembatan Can Gio dengan 6 lajur. Kedua, peningkatan jalan Rung Sac yang sudah ada jadi 10 lajur, terdiri dari 8 lajur kendaraan dan 2 jalur paralel.
Menariknya, proyek ini juga bakal melewati kawasan hutan bakau Can Gio yang sudah diakui UNESCO sebagai cagar biosfer dunia. Makanya, peningkatan kualitas jalan di area ini bakal dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspek lingkungan.
Saat ini, volume lalu lintas di jalan tersebut memang belum terlalu padat, didominasi kendaraan pribadi dan bus umum. Tapi ke depan, jalur ini diprediksi bakal jadi tulang punggung mobilitas seiring masifnya pembangunan.
Soalnya, proyek ini tidak berdiri sendiri. Jalan Rung Sac bakal terhubung dengan sejumlah mega proyek lain seperti Jembatan Can Gio, jalur metro Ben Thanh–Can Gio sepanjang 54 km, hingga jalan pesisir menuju Vung Tau. Semua ini digadang-gadang bakal mengubah Can Gio jadi pusat pertumbuhan baru di Vietnam Selatan.
Apalagi sejak 1 Juli 2025, Ho Chi Minh City resmi jadi kota metropolitan dengan luas lebih dari 6.700 km2. Artinya, peluang pengembangan kawasan baru makin terbuka lebar.
Di sisi lain, kabar menarik juga datang dari bos Vingroup, Pham Nhat Vuong. Ia kini resmi jadi orang terkaya di Asia Tenggara, mengalahkan konglomerat Indonesia Prajogo Pangestu.
Menurut Forbes per 5 April 2026 dilansir CNN, kekayaan Vuong mencapai US$24,5 miliar atau sekitar Rp414 triliun, menempatkannya di peringkat ke-100 dunia. Sementara Pangestu turun ke posisi 138 dengan kekayaan US$18,6 miliar.
Penurunan kekayaan Pangestu terjadi drastis dalam tiga bulan terakhir, terutama karena saham perusahaannya anjlok hingga 60 persen. Hal ini juga dipicu oleh sorotan otoritas Indonesia terkait transparansi pasar saham.
Di sisi lain, kekayaan Vuong juga sempat terkoreksi hampir US$4 miliar sejak awal tahun karena saham Vingroup melemah. Meski begitu, posisinya tetap kokoh di puncak ASEAN.
Vuong sendiri bukan pemain baru. Ia pertama kali masuk daftar miliarder dunia pada 2013 dengan kekayaan US$1,5 miliar. Dalam 12 tahun, hartanya melejit lebih dari 16 kali lipat.
Menariknya lagi, keluarganya juga kompak jadi miliarder. Sang istri, Pham Thu Huong, dan saudara perempuannya, Pham Thuy Hang, sama-sama masuk daftar orang terkaya dunia.
Ke depan, Vingroup menargetkan pendapatan hingga US$17,1 miliar tahun ini, naik 36 persen. Laba bersihnya juga diproyeksi mencapai VND25 triliun—level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Ekspansi infrastruktur dan kekuatan finansial Vingroup yang solid makin menunjukkan taringnya sebagai pemain besar yang siap mengubah wajah urban Vietnam. (*)









