Viral Pedagang Es Krim di Samarinda Ancam Lempar Dagangan ke Kantor PLN Gara-Gara Kesal Listrik Sering Padam
Intrend.id – Seorang ibu rumah tangga penjual es krim di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) meluapkan kekesalannya setelah dagangan miliknya mencair akibat listrik PLN sering padam. Pelaku UMKM ini mencak-mencak di media sosial gara-gara pemadaman listrik berulang oleh PLN dalam beberapa hari belakangan.
Keluhan emak-emak pedagang es krim di Samarinda soal listrik PLN itu disampaikan Gissel melalui akun Instagram pribadinya, @nyonyah_gissel. Video curhatannya viral di media sosial pada Senin 2 November 2026.
Dalam rekaman itu, Gissel memperlihatkan kondisi es krim dagangannya yang mencair. Ia mengaku mengalami kerugian karena produk yang seharusnya dijual justru berubah menjadi bubur.
“Ternyata mati lampu. Bagaimana ini, kasihannya es krimku? Hancur semua ini, jadi bubur lagi ini,” ungkap Gissel dalam videonya yang diunggah 31 Oktober lalu.
Sebagai pedagang kecil, ia mengaku keberatan dengan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali. Apalagi, listrik menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kualitas produk dagangannya.
Gissel bahkan menyebut pemadaman bisa terjadi hingga dua kali dalam sehari. Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM kesulitan menjalankan usaha.
“Kenapa lampu ini harus dua kali sehari mati? Kamu enggak kasihan sama kita penjual ini, pelaku usaha UMKM? Ini es krimku jadi bubur, jadi kolak,” katanya.
Ia juga menyinggung biaya pembelian genset yang tidak murah bagi pedagang kecil.
“Enggak mungkin, untung seribu dua ribu mau beli genset. Kamu bikin rugi kita sebagai penjual, tahu,” ujarnya.
Tak berhenti pada unggahan media sosial, Gissel berencana mendatangi Kantor PLN Samarinda pada Selasa 3 November 2026. Ia ingin menyampaikan protes secara langsung.
Bahkan, ia membandingkan rencananya dengan aksi peternak ayam di Palangka Raya yang mengirimkan bangkai ayam ke kantor PLN pada 30 Oktober 2026.
“Di Palangka Raya, PLN, orang lempar bangkai ayam. Enggak lama di Samarinda, aku yang lempar pakai es krim. Ini mubazir. Ku kasih makan ini es krim,” ucapnya.
Pemadaman PLN Samarinda Berlangsung Berbulan-bulan
Keluhan Gissel menambah panjang daftar masyarakat yang terdampak pemadaman listrik bergilir di Kalimantan.
Sejak Juni 2026, sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan mengalami defisit daya. Kondisi ini dipicu gangguan pada sejumlah pembangkit, di antaranya PLTGU Bangkanai, PLTU Asam-Asam, PLTGU Senipah, dan Graha Power Kaltim.
Pemadaman bergilir dilakukan untuk mencegah terjadinya pemadaman total atau blackout. Dampaknya dirasakan masyarakat di empat provinsi di Kalimantan.
Di Samarinda, pemadaman berulang bahkan telah berlangsung sekitar empat bulan.
Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, sebelumnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pasokan listrik tersebut.
Ia mengakui pemadaman berdampak pada berbagai aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar dan usaha perdagangan. Bahkan, barang dagangan milik pelaku usaha berpotensi mengalami kerusakan.
Adrian menjelaskan, PLN telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan gangguan pembangkit.
Selain itu, PLN mengupayakan penambahan kapasitas pembangkit guna membantu mengatasi defisit daya.
“Kami mohon maaf kepada pelanggan, kepada masyarakat atas pemadaman yang terjadi,” kata Adrian saat menerima aksi demonstrasi HMI Samarinda, Kamis 29 Oktober lalu.
Sebelumnya, mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda juga mendatangi Kantor PLN UP3 Samarinda di Jalan Gajah Mada, Kamis 29 Oktober 2026 sekitar pukul 17.00 WITA.
Mereka menyuarakan keresahan masyarakat atas pemadaman listrik yang terus berulang.
Kini keluhan listik kerap padam di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) bukan hanya datang dari mahasiswa dan masyarakat umum. Pelaku UMKM seperti Gissel juga harus menanggung kerugian akibat pasokan listrik yang belum stabil. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan





