Demo Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur, Massa Konvoi Motor
Intrend.id – Aksi tolak konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 31 Oktober 2026. Sejumlah kelompok masyarakat menggelar demonstrasi untuk menyuarakan keberatan terhadap konser bertajuk *Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia* tersebut.
Massa aksi tolak konser Andrea Bocelli di Borobudur terlihat membawa poster dan spanduk berisi penolakan terhadap konser yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur, mulai pukul 20.00 WIB.
Dalam sejumlah rekaman yang beredar di media sosial, sekelompok peserta aksi juga terlihat menggunakan sepeda motor Yamaha RX-King dengan suara knalpot keras di persimpangan jalan wilayah Salaman. Mereka bergerak menuju kawasan Borobudur untuk menyampaikan penolakan.
Situasi tersebut memunculkan imbauan kepada masyarakat Magelang dan sekitarnya agar mengantisipasi kepadatan lalu lintas, terutama di jalur menuju kawasan wisata Borobudur.
Massa Tolak Konser karena Isu Dukungan terhadap Israel
Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli muncul karena sejumlah kelompok menilai sang penyanyi memiliki keterkaitan dengan Israel.
Mereka menyoroti dugaan partisipasi Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.
Kelompok penolak menganggap hal tersebut bertentangan dengan solidaritas terhadap Palestina. Mereka mendesak agar konser dibatalkan dan mengajak masyarakat tidak mendukung kegiatan yang dinilai berkaitan dengan Israel.
Sejumlah elemen yang menyuarakan penolakan di antaranya Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), kelompok masyarakat pendukung Palestina, serta elemen organisasi masyarakat lainnya. Penolakan juga sebelumnya disampaikan oleh sejumlah kelompok di Jawa Tengah dan DIY.
Polisi Kerahkan Ribuan Personel di Borobudur
Menjelang pelaksanaan konser, sejumlah personel kepolisian terlihat berjaga di sekitar kawasan Candi Borobudur. Aparat melakukan pengamanan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung maupun aksi penolakan.
Kepala Pelaksana Pengamanan Konser, Kombes Pol Muhammad Aldian, menyampaikan bahwa Polda Jawa Tengah mengerahkan 3.229 personel gabungan. Pasukan tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Menurut Aldian, pengamanan ditingkatkan karena jumlah penonton diperkirakan cukup besar dan lokasi konser berada di kawasan wisata populer.
“Pengamanan kegiatan masyarakat ini sebenarnya rutin, tidak ada hal yang khusus. Hanya memang kita meningkatkan antisipasi karena jumlah penontonnya akan banyak. Apalagi kegiatan ini berada di kawasan wisata terkenal, yaitu Borobudur,” kata Aldian, dikutip dari Antara.
Aparat juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemacetan, gangguan lalu lintas, dan kepadatan massa.
Aldian menegaskan bahwa masyarakat tetap memiliki hak menyampaikan aspirasi. Pihak kepolisian akan memfasilitasi penyampaian pendapat di area yang telah disiapkan agar tidak mengganggu jalannya konser.
Konser Tetap Dijadwalkan Berlangsung
Di tengah penolakan, promotor Shoemaker Live memastikan konser Andrea Bocelli tetap digelar sesuai jadwal. Pertunjukan di Borobudur menjadi bagian dari rangkaian Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia.
Setelah tampil di Magelang pada 31 Oktober, Andrea Bocelli dijadwalkan melanjutkan konser di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Promotor menyampaikan bahwa konser tersebut membawa pesan kemanusiaan dan perdamaian. Mereka juga menyiapkan inisiatif penggalangan dana, termasuk target penyediaan 100.000 pasang sepatu untuk anak-anak di Palestina dan wilayah terdampak konflik lainnya.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga sempat menanggapi polemik penyelenggaraan konser di kawasan cagar budaya. Ia menyatakan bahwa kegiatan yang dapat memajukan kebudayaan dan ekonomi masyarakat pada prinsipnya bisa memberikan manfaat.
“Kalau kami sih pada dasarnya dan pada prinsipnya, segala sesuatu yang memajukan kebudayaan kita, memajukan ekonomi budaya kita, itu tentu akan menguntungkan bagi kita semua.”
Fadli juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru atau hoaks.
Dengan adanya aksi tolak konser Andrea Bocelli di Borobudur dan pengamanan ketat, pelaksanaan konser Andrea Bocelli di Borobudur menjadi perhatian publik. Aparat tetap mengantisipasi pergerakan massa dan arus kendaraan di sekitar kawasan wisata tersebut. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan





