Dolar AS ke Rupiah Mendekati Rp17.400 Hari Ini 30 April 2026
Intrend.id – Nilai tukar rupiah kembali tertekan ke dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis 30 April 2026. Mata uang Indonesia bahkan mendekati level psikologis Rp17.400 per dolar AS di tengah kuatnya sentimen global yang masih mendukung penguatan dolar.
Nilai tukar 1 dolar AS ke rupiah tercatat setara Rp17.366,25. Ini berdasarkan data Morningstar yang ditampilkan Google pada pukul 07.38 UTC. Sementara sejumlah sumber pasar menempatkan kurs USD/IDR di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.375 sepanjang perdagangan akhir April 2026.
Data pasar juga menunjukkan kurs tengah atau mid-market rupiah berada di rentang Rp17.319 hingga Rp17.365 per dolar AS. Adapun kurs referensi Bank Indonesia diperkirakan berada di sekitar Rp17.324.
Di pasar spot, tekanan terhadap rupiah terus berlanjut. Mengacu pada data Refinitiv, hingga pukul 09.20 WIB rupiah melemah sekitar 0,55 persen ke posisi Rp17.370 per dolar AS. Itu data Refinitiv per pukul 09.20 WIB diungkap CNBC.
Padahal saat pembukaan perdagangan, rupiah sebenarnya sudah dibuka melemah di level Rp17.340 per dolar AS. Namun tekanan jual terus meningkat sehingga nilai tukar bergerak semakin jauh dari posisi penutupan sebelumnya di kisaran Rp17.275 per dolar AS.
Pelemahan ini membuat rupiah semakin dekat ke level psikologis Rp17.400 per dolar AS, yang kini menjadi perhatian pelaku pasar dan investor.
Salah satu faktor utama yang menekan rupiah adalah keputusan Federal Reserve atau The Fed yang kembali menahan suku bunga acuannya. Sikap bank sentral AS tersebut membuat pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga tahun ini semakin terbatas.
Kondisi itu membuat dolar AS tetap menjadi aset favorit investor global. Ketika dolar menguat, mata uang negara berkembang seperti rupiah biasanya ikut tertekan karena aliran modal cenderung bergerak menuju aset berbasis dolar yang dianggap lebih aman.
Selain faktor The Fed, pasar global juga masih dibayangi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik Iran. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia mendorong harga minyak naik dan membuat investor semakin mencari aset safe haven seperti dolar AS.
Tekanan eksternal tersebut akhirnya membuat ruang gerak rupiah semakin terbatas dalam beberapa pekan terakhir.
Sepanjang 29 hingga 30 April 2026, rupiah bergerak di rentang Rp17.244 hingga Rp17.380 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan mata uang Indonesia masih bertahan di atas level Rp17.300 per dolar AS dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Meski demikian, nilai tukar yang dilihat masyarakat di bank atau money changer biasanya berbeda dengan kurs pasar spot karena adanya spread atau margin jual beli valuta asing.
Untuk mendapatkan acuan kurs paling akurat, masyarakat biasanya memantau data resmi dari Bank Indonesia melalui kurs JISDOR maupun platform pasar global seperti Yahoo Finance, Bloomberg, Reuters, Wise, dan Xe.
Penguatan dolar ke rupiah saat ini juga kembali memunculkan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi harga impor, inflasi, hingga biaya utang luar negeri pemerintah dan swasta. Jika tekanan global terus berlanjut, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat. (*)









