Trend in Siber

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

Intrend.id – Dunia kesehatan internasional lagi dibuat geger gara-gara munculnya wabah Hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius yang lagi berlayar di Samudra Atlantik. Situasi ini langsung jadi sorotan setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengonfirmasi adanya sejumlah kasus infeksi yang bikin panik penumpang dan awak kapal.

WHO menyebut ada enam kasus dugaan Hantavirus wabah di kapal tersebut Per Senin, 4 Mei 2026. Yang bikin merinding, tiga orang penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi virus mematikan ini. Sementara itu, satu pasien masih dirawat intensif di Afrika Selatan dan dua lainnya masih berada di kapal sambil menunggu proses evakuasi medis.

“Sejak 1 April saat kapal berlayar, dari total 147 penumpang dan awak kapal, 7 orang telah sakit. Di antaranya, 3 orang meninggal dunia, 1 orang dalam kondisi kritis, dan 3 orang lainnya melaporkan gejala ringan,” demikian tulis WHO, Selasa 5 Mei 2026.

Berdasarkan informasi terkini, termasuk cara penyebaran hantavirus, WHO menilai risiko terhadap populasi global dari kejadian ini rendah.Kami bekerja sama erat dengan otoritas kesehatan dari negara-negara terkait dan operator kapal untuk memastikan penumpang dan awak kapal mendapatkan informasi serta dukungan yang mereka butuhkan.

“WHO akan terus memantau situasi ini dan memperbarui penilaian risiko seiring dengan ketersediaan informasi lebih lanjut,” tulis WHO.

Kapal MV Hondius sendiri saat ini berada di perairan lepas pantai Tanjung Verde. WHO bersama otoritas Tanjung Verde, Belanda, dan operator kapal lagi sibuk mengatur proses evakuasi pasien supaya bisa segera mendapat penanganan medis lanjutan.

Meski kabarnya bikin heboh, WHO menegaskan kondisi masih terkendali. Sampai sekarang belum ada tambahan kasus bergejala baru yang ditemukan di kapal tersebut. Namun, pengawasan ketat tetap dilakukan demi mencegah penyebaran lebih luas.

Sekitar 150 orang yang terdiri dari penumpang dan kru kapal saat ini diminta tetap berada di kabin masing-masing. Tim medis juga sedang melakukan proses disinfeksi besar-besaran di area kapal sambil menyelidiki sumber penularan virus.

Pejabat WHO Maria Van Kerkhove menjelaskan bahwa investigasi epidemiologi masih terus berjalan. Tim kesehatan internasional sedang melacak kontak para pasien serta melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan sumber paparan Hantavirus tersebut.

Nah, buat yang belum familiar, Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa hewan pengerat seperti tikus. Virus ini bisa menular ke manusia lewat urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Biasanya penularan terjadi saat seseorang tanpa sadar menghirup partikel udara yang sudah terkontaminasi.

Yang cukup melegakan, para ahli memastikan penularan antarmanusia sangat jarang terjadi. Jadi kasus ini beda jauh dibanding pandemi COVID-19 dulu yang penyebarannya super cepat.

Meski begitu, Hantavirus tetap bukan penyakit yang bisa dianggap remeh. Gejalanya sering mirip flu biasa seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas. Tapi dalam beberapa kasus, kondisi bisa berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan akut bahkan gagal napas.

Tingkat kematian akibat Hantavirus juga terbilang tinggi dan bisa mencapai 40 persen pada kasus tertentu. Itu sebabnya WHO langsung bergerak cepat begitu laporan wabah muncul di kapal pesiar tersebut.

Menariknya lagi, Indonesia ternyata juga pernah mencatat kasus Hantavirus. Pada tahun 2025 lalu, ada delapan kasus yang ditemukan di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Meski begitu, WHO dan pakar epidemiologi dunia meminta masyarakat tidak panik berlebihan. Sampai saat ini belum ada indikasi perlunya lockdown atau pembatasan perjalanan internasional karena risiko penyebaran virus masih dinilai rendah.

Tetap waspada terhadap wabah hantavirus tapi jangan parno. Menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat tetap jadi langkah paling penting buat mencegah infeksi Hantavirus. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status