Korban Tewas 15 Orang dalam Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, 10 Jenazah Teridentifikasi
Intrend.id – Nur Alimantun Citra Lestari (19) menjadi satu di antara 15 korban yang meninggal dalam insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Selain Nur Alimantun Citra Lestari yang merupakan warga Pasar Jambi, korban meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur tercatat 14 orang.
Hingga Selasa, 28 April 2026 sore, pihak kepolisian telah mengidentifikasi 15 penumpang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin malam tersebut.
Korban lain yang telah terdata antara lain Tutik Anita Sari, Harum Anjasari, Farida Utami, hingga Arinjani Novita Sari.
Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting, membenarkan jumlah korban tewas mencapai 15 orang.
“Iya, ada 15 korban meninggal dunia,” ujarnya kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati, Selasa 28 April 2026, melalui Kompas.
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, Selasa 28 April 2026 merinci, 10 jenazah berada di RS Polri, tiga jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RS Bela, dan satu jenazah lagi di RS Mitra. Sedangkan untuk korban luka-luka mencapai 76 orang.
“Total (korban) 91 orang,” ujarnya dikutip dari Tribrata.
Dari jumlah tersebut, 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan Pusdokkes Polri, tim identifikasi kepolisian, dan Fakultas Kedokteran Gigi UI menggunakan metode sidik jari serta data medis dan properti korban.
Berikut data korban meninggal dunia yang teridentifikasi:
1. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/001 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan sekunder (medis dan properti), cocok dengan nomor AM 002 sebagai Tutik Anitasari, perempuan, umur 31 tahun, alamat Cikarang Barat Bekasi.
2. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/002 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis) dengan nomor AM 007 sebagai Harum Anjasari, perempuan, umur 27 tahun, alamat Cipayung Jakarta Timur.
3. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/003 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 006 sebagai Nur Alimantun Citra Lestari, perempuan, umur 19 tahun, alamat Pasar Jambi.
4. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/004 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 009 sebagai Farida Utami, 50 tahun, alamat Cibitung Bekasi.
5. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/005 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 003 sebagai Vica Acnia Pratiwi, perempuan, umur 23 tahun, alamat Cikarang Barat.
6. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/006 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 004 sebagai Ida Nuraida, perempuan, umur 48 tahun, alamat Cibitung Bekasi.
7. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/007 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (medis), cocok dengan nomor AM 010 sebagai Gita Septia Wardany, umur 20 tahun, alamat Cibitung, Bekasi.
8. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/008 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (medis), cocok dengan nomor AM 005 sebagai Fatmawati Rahmayani, perempuan, umur 29 tahun, alamat Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
9. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/009 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 001 sebagai Arinjani Novita Sari, perempuan, umur 25 tahun, alamat Tambun Selatan Bekasi.
10. Kantong jenazah dengan nomor DVI I/B.TIM/010 teridentifikasi melalui data primer (sidik jari) dan data sekunder (properti dan medis), cocok dengan nomor AM 008 sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhyna, perempuan, umur 32 tahun, alamat Tambun Selatan Bekasi.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol dr. Prima Heru, mengatakan pihak keluarga korban juga mulai berdatangan ke posko antemortem untuk membantu proses identifikasi.
“Keluarga yang sudah melaporkan ke posko antemortem sampai saat ini sebanyak tujuh keluarga,” katanya.
Sementara itu, korban luka-luka mencapai puluhan orang dan saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.
Penanganan medis dilakukan di antaranya di RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, hingga RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Selain fokus pada proses evakuasi dan identifikasi korban, pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) juga mengamankan barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian.
Seluruh barang kini ditempatkan di layanan lost and found dan didata bersama aparat kepolisian guna membantu proses identifikasi maupun pengembalian kepada keluarga korban.
Hingga kini, penyelidikan terkait penyebab kecelakaan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan di Indonesia sepanjang 2026 dan memicu perhatian luas masyarakat terhadap aspek keselamatan transportasi publik.
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur ini terjadi sekitar pukul 20.52 WIB Senin malam 27 April 2026 di KM 28+920. Insiden kecelakaan kereta melibatkan rangkaian PLB 5568A (CL KPB–CKR) yang tertemper oleh PLB 4B atau KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. (*)









