Sekelompok Harimau Sumatera Terekam di Way Kambas, Minum di Baskom Penampung Air
Intrend.id – Kabar menggembirakan sekaligus mencemaskan tampak dari sekelompok harimau sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Tampak dalam rekaman video hasil kamera jebak, seekor induk harimau sumatera bersama tiga anaknya muncul di kawasan konservasi tersebut pada Oktober 2026.
Dalam rekaman harimau Way Kambas yang diunggah melalui media sosial TNWK, Rabu 28 Oktober 2026, keempat satwa langka loreng itu terlihat mendatangi baskom penampung air. Mereka kemudian minum secara bergantian dari wadah yang disediakan petugas bersama mitra konservasi.
Momen tersebut menarik perhatian karena menjadi kemunculan kembali keluarga harimau itu setelah terakhir kali terekam kamera jebak pada April 2025.
Kemunculan induk harimau bersama tiga anaknya menjadi kabar positif bagi upaya konservasi satwa langka tersebut. Rekaman ini juga memperlihatkan pentingnya menjaga ketersediaan air bagi satwa liar, terutama ketika kondisi lingkungan semakin menantang.
Baskom Air untuk Membantu Satwa Hadapi Kemarau
Baskom penampung tersebut disediakan petugas TNWK bersama mitra konservasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air satwa liar di habitat alaminya.
Upaya ini dilakukan di tengah musim kemarau dan ancaman fenomena El Niño. Kondisi kering berpotensi membuat sumber air alami di dalam hutan menyusut sehingga satwa liar semakin sulit mendapatkan air.
Penyediaan air menjadi salah satu langkah untuk membantu satwa bertahan di habitatnya. Terlebih, harimau sumatera merupakan satwa liar yang membutuhkan kawasan hutan dengan kondisi ekosistem terjaga.
Melalui unggahan tersebut, TNWK juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan satwa liar sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia.
“Karena konservasi bukan hanya tentang melindungi hutan, tetapi juga tentang menjaga kehidupan yang bergantung padanya,” demikian pesan dalam unggahan TNWK.
Kemunculan Kembali Jadi Kabar Positif Konservasi
Harimau sumatera merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang keberadaannya perlu mendapat perlindungan. Ancaman terhadap habitat dan kelangsungan hidupnya membuat upaya konservasi menjadi semakin penting.
Kembalinya induk harimau bersama tiga anaknya di rekaman kamera jebak TNWK menjadi momen yang menggembirakan. Apalagi, keluarga tersebut sebelumnya sudah terekam pada April 2025.
Meski demikian, satu rekaman kamera jebak belum cukup untuk menyimpulkan kondisi populasi harimau sumatera di kawasan tersebut. Pemantauan secara berkala tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan satwa dan kondisi habitatnya.
Momen sederhana kemunculan sekelompok harimau di Way Kambas dan minum bersama menunjukkan kelestarian satwa liar sangat bergantung pada keberadaan hutan dan sumber daya alam yang menopang kehidupan mereka. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan





