Siklon Badai Arnab Terjang India, Lebih dari 180.000 Warga Dievakuasi

Intrend.id – Siklon badai Arnab menerjang pesisir timur India pada Rabu, 28 Oktober 2026. Badai tropis yang berkembang menjadi very severe cyclonic storm atau siklon sangat parah ini memicu hujan ekstrem, banjir, kerusakan rumah, hingga gangguan transportasi.

Negara bagian Andhra Pradesh menjadi wilayah yang paling terdampak siklon badai Arnab India. Laporan awal menyebutkan sedikitnya 3 hingga 7 orang meninggal dunia akibat sejumlah insiden, termasuk tertimpa pohon, tersengat listrik, dan tertimpa bangunan.

Mengutip laporan Reuters yang tercantum dalam informasi awal, lebih dari 180.000 warga dievakuasi dari wilayah terdampak. Pemerintah setempat juga mengerahkan tim penyelamat untuk membantu masyarakat menghadapi dampak badai.

Siklon Arnab Picu Hujan Ekstrem di Andhra Pradesh

Siklon Arnab terbentuk dari sistem tekanan rendah di Teluk Benggala bagian timur sekitar 23–24 Oktober 2026. Sistem tersebut berkembang cepat menjadi badai siklon, kemudian meningkat menjadi siklon sangat parah.

Badai ini diperkuat oleh suhu permukaan laut yang hangat dan kondisi atmosfer yang mendukung. Saat mencapai puncak intensitasnya, Arnab membawa angin berkelanjutan sekitar 125–135 kilometer per jam, dengan embusan mencapai 150 kilometer per jam.

Arnab mendarat di pesisir Andhra Pradesh pada dini hari 28 Oktober. Wilayah pendaratan dilaporkan berada di sekitar Narasapuram, di kawasan pesisir antara Bapatla dan Visakhapatnam.

Curah hujan tinggi mengguyur sejumlah wilayah. Visakhapatnam dilaporkan menerima hujan hingga 315 milimeter, sedangkan Vizianagaram mencapai 301 milimeter dalam periode singkat.

Dampaknya, pohon tumbang, rumah rusak, jaringan listrik terganggu, dan aktivitas transportasi terhambat. Sekitar 180 rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Sektor pertanian juga terdampak, terutama lahan padi dan tanaman hortikultura yang terendam atau rusak akibat cuaca ekstrem.

Dampak Siklon Meluas ke Sejumlah Wilayah India

Selain Andhra Pradesh, hujan lebat juga memengaruhi Odisha dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Beberapa desa menghadapi banjir, sementara sekolah diliburkan sebagai langkah antisipasi.

Pemerintah India menyiagakan tempat penampungan dan tim National Disaster Response Force (NDRF) untuk menghadapi kemungkinan dampak lanjutan.

Hujan akibat siklon juga dilaporkan meluas ke Telangana, Chhattisgarh, Jharkhand, dan Benggala Barat. Meski kekuatan badai mulai menurun setelah bergerak ke daratan, potensi hujan lebat masih menjadi perhatian otoritas setempat.

Perkembangan siklon ini menunjukkan bahwa dampak badai tidak berhenti ketika pusat sistem melemah. Hujan berkepanjangan tetap berisiko memicu banjir, tanah longsor di wilayah rentan, serta gangguan layanan dasar.

Apa Arti Nama Siklon Arnab?

Nama Arnab berasal dari daftar penamaan siklon tropis yang disumbangkan Bangladesh kepada panel penamaan siklon WMO/ESCAP untuk kawasan Samudra Hindia utara.

Siklon Arnab menjadi siklon bernama pertama dalam musim siklon Samudra Hindia Utara 2026, berdasarkan informasi yang tersedia dalam laporan awal.

Hingga 29 Oktober 2026, badai tersebut dilaporkan melemah setelah bergerak ke daratan dan ke arah utara. Namun, peringatan hujan masih diberlakukan di sejumlah wilayah India bagian timur dan utara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga disebut memastikan bahwa Siklon Arnab tidak berdampak langsung terhadap Indonesia.

Masyarakat di wilayah terdampak siklon badai Arnab tetap perlu mengikuti pembaruan resmi dari India Meteorological Department (IMD) dan otoritas penanggulangan bencana setempat. (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Back to top button
DMCA.com Protection Status