Trend in Siber

Tim SAR dan TNI AL Evakuasi Korban Tenggelam di Pantai Malabar Muara Badak Kukar

Intrend.id – Seorang nelayan bernama Ibrahim (33) dilaporkan tenggelam dan ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus laut saat mencari ikan menggunakan jaring pukat di Pantai Malabar Muara Badak. Peristiwa tragis ini terjadi di Pantai Malabar, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin 18 Mei 2026.

Korban nelayan tenggelam dan ditemukan meninggal dunia di Pantai Malabar Muara Badak diketahui merupakan warga Dusun Sambera, Kecamatan Muara Badak. Saat kejadian, Ibrahim datang ke Pantai Malabar bersama dua rekannya untuk menjaring ikan di sekitar perairan pantai.

Menurut keterangan saksi, sebelum insiden terjadi korban sebenarnya sudah sempat diingatkan agar tidak bergerak terlalu ke tengah laut karena kondisi air cukup dalam dan arus mulai pasang.

Namun sekitar pukul 08.30 WITA, Ibrahim tetap melanjutkan aktivitas memasang jaring bersama salah satu rekannya di area perairan yang arusnya semakin deras.

Rekan korban kembali mengingatkan supaya segera menepi karena arus laut mulai kuat. Sayangnya, korban tetap bertahan di lokasi hingga akhirnya terseret arus dan berteriak meminta tolong.

Rekan korban sempat mencoba memberikan pertolongan. Namun karena ikut terseret arus, ia akhirnya memilih menyelamatkan diri dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga serta petugas untuk meminta bantuan evakuasi.

Mendapat laporan itu, personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut melalui Pos TNI AL (Posal) Muara Badak yang berada di bawah jajaran Lanal Balikpapan langsung bergerak menuju lokasi bersama Tim SAR Gabungan dan Disdamkar Muara Badak.

Tim melakukan penyisiran lewat jalur darat maupun laut di sekitar titik korban dilaporkan tenggelam.

Setelah beberapa saat pencarian dilakukan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke darat sebelum dibawa ke rumah duka atas permintaan pihak keluarga.

Komandan Lanal Balikpapan, Topan Agung Yuwono, mengatakan aksi cepat personel TNI AL bersama Tim SAR Gabungan merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat di wilayah perairan.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL akan terus hadir memberikan bantuan kemanusiaan dan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat di laut.

“TNI AL akan terus hadir memberikan bantuan kemanusiaan, menjaga keselamatan masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat di wilayah perairan Indonesia,” ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam keterangan resmi di laman TNI AL, Selasa 19 Mei 2026.

Di sisi lain, Kapolsek Muara Badak Iptu Danang menjelaskan bahwa kondisi arus laut saat kejadian memang sedang berubah akibat air pasang.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di wilayah pantai maupun laut, terutama saat kondisi arus sedang kuat.

“Begitu menerima laporan, personel langsung menuju lokasi membantu pencarian dan evakuasi korban bersama warga. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di laut, terutama ketika arus kuat dan air mulai pasang,” ujar Iptu Danang.

Peristiwa nelayan jadi korban tenggelam di Pantai Malabar Muara Badak Kukar ini jadi warning bagi warga pesisir agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan arus laut sebelum melakukan aktivitas menangkap ikan demi menghindari kejadian serupa terulang kembali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status