Kasus Hanania Travel Umrah Meluas Usai Influencer Bisa Ikut Diperiksa Polisi
Intrend.id – Kasus dugaan penipuan perjalanan umrah jamaah oleh Hanania Travel makin panas karena berpotensi menyeret influencer. Polda Metro Jaya memastikan bakal memanggil sejumlah influencer yang diduga ikut mempromosikan paket umrah dari PT Khazanah Tamma Internasional.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut para influencer Hanania Travel umrah yang rerata merupakan selebgram tersebut akan dimintai keterangan karena terlibat dalam pemasaran paket umrah yang kini bermasalah.
“Para selebgram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing dalam penawaran paket umrah tersebut tentu akan kami mintai keterangan,” ujar Iman, dalam konferensi pers Selasa 2 Juni 2026, live Instagram Polda Metro Jaya.
Polisi mengungkap fakta mengejutkan. Uang dari para jemaah justru diduga digunakan untuk kepentingan di luar ibadah, termasuk membayar promosi influencer.
Pimpinan Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, disebut memakai dana tersebut untuk menutup masalah keuangan perusahaan hingga kebutuhan lain.
Akibatnya, ratusan jemaah gagal berangkat meski sudah melunasi biaya perjalanan.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa puluhan korban. Dari data sementara:
– Kerugian terverifikasi: Rp4,2 miliar
– Total laporan masuk: Rp12,14 miliar
– Jumlah korban awal: sekitar 128 orang
Namun di lapangan, angka ini diduga jauh lebih besar. Bahkan beredar estimasi hingga 1.260 calon jemaah terdampak dengan potensi kerugian tembus Rp60 miliar.
Setiap korban diketahui membayar paket umrah sekitar Rp30–35 juta per orang. Banyak yang berangkat sekeluarga, sehingga kerugiannya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Hanania Travel sebelumnya menawarkan paket umrah premium dengan embel-embel fasilitas mewah, termasuk perjalanan tambahan ke Dubai. Promosi besar-besaran dilakukan lewat artis dan influencer ternama seperti Awkarin hingga Thariq Halilintar.
Konten yang menampilkan hotel mewah dan layanan VIP membuat banyak orang tergiur dan percaya.
Namun, setelah pembayaran lunas, jadwal keberangkatan terus ditunda tanpa kepastian hingga akhirnya gagal total.
ASF resmi ditahan sejak 29 Mei 2026 di Rutan Polda Metro Jaya. Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:
– Dokumen perjalanan umrah
– 301 visa jemaah
– 102 bundel paspor
– Perlengkapan umrah
Kasus ini juga menyeret komisaris utama perusahaan, yang diduga ikut terlibat dalam janji refund yang tidak terealisasi.
Polda Metro Jaya membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban. Warga diminta membawa bukti pembayaran seperti kuitansi dan dokumen transfer untuk proses penyidikan.
Pihak kepolisian melalui Satgas Anti Mafia Umrah Polda Metro Jaya menegaskan akan menangani kasus Hanania Travel umrah termasuk influencer secara profesional dan terus mengembangkan penyelidikan, termasuk menelusuri aliran dana dan peran pihak-pihak lain. (*)









