Viral Ratu Suthida Thailand Terbang Solo Pakai Pesawat Jet Tempur Gripen Selama 41 Menit
Intrend.id – Ratu Suthida dari Thailand bikin gebrakan di dunia penerbangan saat terbang dengan pesawat jet. Pada Kamis, 8 Oktober 2026, ia sukses menerbangkan jet tempur supersonik Saab JAS 39C Gripen seorang diri selama 41 menit.
Aksi Ratu Suthida Thailand terbangkan pesawat jet tempur supersonik ini jadi pencapaian spesial karena ia tercatat sebagai pilot perempuan pertama Thailand yang menerbangkan Gripen secara solo. Video penerbangan sang ratu ini dibagikan di akun X Royal World Thailand, pada 8 Oktober 2026 lalu dan viral di media sosial.
Momen bersejarah itu berlangsung di Wing 7, pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand di Provinsi Surat Thani. Sang suami, Raja Maha Vajiralongkorn, ikut menyaksikan langsung persiapan hingga pendaratan sang Ratu.
Setelah pesawat mendarat dengan selamat, Raja menyambut istrinya dengan buket bunga dan Lencana Emas Ordo Gripen. Penghargaan tersebut menjadi simbol pencapaian Ratu dalam dunia penerbangan militer.
Foto-foto resmi istana juga memperlihatkan Ratu Suthida tersenyum dari kokpit jet tempur. Momen ini langsung menyoroti perjalanan panjangnya sebagai penerbang yang punya pengalaman lintas jenis pesawat.
Ratu Suthida Jalani Pelatihan Intensif Jet Tempur Gripen
Jangan salah, kemampuan Ratu menerbangkan jet tempur bukan hasil belajar dadakan. Sebelum menjalani penerbangan solo, ia melewati rangkaian pelatihan yang cukup panjang dan intensif.
Menurut laporan media Thailand, Ratu mempelajari 45 materi akademis dan prosedur darurat selama Juni hingga Juli 2026. Ia juga menyelesaikan 20 sesi simulator sebelum beralih ke pesawat Gripen D, versi dua tempat duduk yang memungkinkan instruktur mendampinginya.
Selanjutnya, Ratu menjalani pelatihan langsung di Wing 7 dalam dua periode, yakni 20 Agustus hingga 4 September dan 25 September hingga 8 Oktober 2026.
Sebelum terbang sendirian, ia sudah mengumpulkan sekitar 10,13 jam penerbangan menggunakan Gripen dua tempat duduk.
Pengalaman sebelumnya jadi modal penting. Ratu Suthida sudah mengantongi lebih dari 1.100 jam terbang dari berbagai jenis pesawat. Jadi, transisi ke jet tempur ini didukung kemampuan dan jam terbang yang sudah terbangun selama bertahun-tahun.
Dari Pesawat Latih hingga Boeing 737 Kerajaan
Kecintaan Ratu Suthida pada dunia penerbangan dimulai sejak 13 Mei 2010. Saat itu, ia menerbangkan pesawat latih Cessna T-41D bersama Skuadron 604 di Wing 6, Bangkok.
Sejak itu, pengalaman terbangnya terus bertambah. Ia mengoperasikan berbagai pesawat, mulai dari Cessna T-41, CT-4E Airtrainer, Pilatus PC-9, Mooney M20M, hingga Piper PA-34 Seneca.
Tak berhenti di pesawat kecil dan pesawat latih militer, Ratu juga punya pengalaman menerbangkan Boeing 737 milik kerajaan. Catatannya mencakup 27,09 jam menggunakan Boeing 737-400 dan 453,11 jam dengan Boeing 737-800.
Berdasarkan catatan penerbangan yang dilaporkan pihak kerajaan, total jam terbangnya mencapai 1.188,48 jam pada berbagai jenis pesawat, termasuk pengalaman pelatihan Gripen dua tempat duduk.
Penerbangan Solo Bukan Berarti Langsung Jadi Pilot Tempur Penuh
Keberhasilan Ratu menerbangkan Gripen seorang diri memang keren. Namun, penerbangan solo dalam tahap pelatihan tidak otomatis berarti seseorang sudah mengantongi seluruh kualifikasi untuk menjalankan misi tempur.
Gripen merupakan jet tempur multiperan buatan Swedia yang dirancang untuk berbagai tugas, termasuk pertahanan udara, intersepsi, dan serangan darat. Mengoperasikannya membutuhkan konsentrasi tinggi, kemampuan membaca situasi, serta penguasaan sistem kokpit yang kompleks.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di dunia penerbangan, Ratu Suthida berhasil menambah satu pencapaian baru dalam rekam jejaknya.
Penerbangan Ratu Suthida Thailand dengan pesawat jet tempur supersonik selama 41 menit itu bukan sekadar aksi singkat di udara. Momen tersebut menjadi bukti perjalanan panjang, latihan terstruktur, dan dedikasi Ratu terhadap dunia penerbangan. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan





