X Punya Fitur History Baru, Simpan Like dan Video yang Pernah Ditonton
Intrend.id – Platform media sosial X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter menghadirkan pembaruan fitur terbaru History. X meluncurkan fitur bernama “History” atau Riwayat yang memungkinkan pengguna melihat kembali berbagai konten yang pernah mereka tonton, sukai, hingga simpan dalam satu tempat.
Fitur History X yang baru ini pertama kali digulirkan untuk pengguna iOS pada Mei 2026 dan menjadi bagian dari perubahan besar platform di bawah kepemimpinan Elon Musk.
Dengan hadirnya tab Riwayat, pengguna kini tak perlu lagi repot menggulir timeline berjam-jam hanya untuk mencari postingan lama yang pernah dilihat. Semua aktivitas penting kini dikumpulkan dalam satu menu khusus.
Fitur History ini menggantikan area bookmark lama di aplikasi X. Nantinya, pengguna akan menemukan empat kategori utama dalam tab tersebut, yakni Bookmark, Likes, Video, dan Artikel.
Artinya, semua postingan yang pernah disimpan, disukai, video yang ditonton, hingga artikel yang dibuka bisa diakses kembali dengan lebih mudah dan rapi.
Langkah ini dianggap sebagai solusi dari masalah klasik di X, yaitu cepat tenggelamnya sebuah konten di timeline. Dalam situasi viral atau breaking news, postingan penting sering hilang hanya dalam hitungan menit karena derasnya arus informasi.
Akibatnya, banyak pengguna terjebak dalam kebiasaan “doomscrolling”, yakni terus menggulir timeline tanpa henti demi mencari kembali postingan yang sebelumnya sempat lewat.
Melalui fitur History, X ingin mengubah pengalaman tersebut dengan membuat platform terasa lebih personal dan terorganisir.
Salah satu hal menarik dari fitur ini adalah sistem pelacakannya. Jika bookmark dan like dilakukan secara manual oleh pengguna, maka tab Video dan Artikel bekerja otomatis.
X akan mencatat video yang ditonton pengguna dan artikel yang pernah dibuka di aplikasi. Dengan begitu, sistem platform bisa memahami pola konsumsi konten pengguna secara lebih mendalam.
Konsep ini sebenarnya mirip seperti fitur riwayat tontonan di YouTube atau layanan streaming lainnya yang memungkinkan pengguna menonton ulang konten dengan cepat.
Bagi sebagian orang, fitur ini dianggap sangat membantu karena pengguna tidak perlu lagi menyimpan semua postingan penting secara manual. Cukup buka tab History, maka jejak aktivitas sebelumnya bisa langsung ditemukan.
Namun di sisi lain, fitur ini juga memunculkan kekhawatiran soal privasi dan pengumpulan data perilaku pengguna. Sebab, X kini memiliki akses lebih detail terhadap apa saja yang ditonton dan dibaca penggunanya.
Meski begitu, pihak X menegaskan bahwa tab Riwayat bersifat privat dan hanya bisa dilihat oleh pemilik akun.
Selain membantu pengguna menemukan kembali konten lama, fitur ini juga diyakini bakal meningkatkan sistem rekomendasi platform. Dengan memahami minat pengguna lebih akurat, X bisa menampilkan video, artikel, hingga diskusi yang lebih relevan di timeline masing-masing akun.
Saat ini fitur History masih dirilis bertahap untuk pengguna iOS. Sementara pengguna Android disebut masih harus menunggu proses pengujian dan peluncuran lebih luas dalam beberapa waktu ke depan.
Peluncuran fitur History X ini juga dianggap menjadi bagian dari visi besar Elon Musk yang ingin menjadikan X sebagai “everything app” atau aplikasi serba bisa, bukan sekadar media sosial biasa. (*)









