Intrend.id – Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim kembali menegaskan sikap negaranya yang tidak mengakui Israel. Kali ini, pernyataan tersebut muncul setelah ramai isu soal dugaan adanya warga negara Israel yang tinggal di kawasan Forest City, Johor.
PM Anwar Ibrahim memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam. Jika hasil penyelidikan membuktikan ada warga Israel yang menetap di Malaysia, mereka bakal langsung dideportasi.
Pernyataan ini langsung jadi sorotan publik karena Malaysia memang dikenal sebagai salah satu negara yang paling vokal mendukung perjuangan Palestina.
Malaysia Tetap Konsisten Tidak Mengakui Israel
Sejak lama, Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Kebijakan itu membuat pemegang paspor Israel pada umumnya tidak diizinkan masuk ke wilayah Malaysia.
Anwar Ibrahim, yang menjabat sebagai Perdana Menteri sejak 2022, menegaskan bahwa prinsip tersebut tetap berlaku tanpa pengecualian. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar soal imigrasi, tetapi juga menyangkut keamanan nasional serta kebijakan luar negeri Malaysia.
“Kami akan segera mendeportasi mereka jika tuduhan tersebut terbukti benar. Semua lembaga terkait sedang melakukan penyelidikan,” demikian pernyataan Anwar yang dikutip media lokal Harian Metro.
Dugaan Warga Israel Tinggal di Forest City Jadi Sorotan
Kasus ini bermula dari munculnya klaim bahwa sejumlah warga Israel dengan kewarganegaraan ganda diduga tinggal di kawasan Network School, sebuah komunitas privat yang berada di Forest City, Johor.
Network School merupakan proyek hunian sekaligus ruang kerja bersama yang diperkenalkan pada 2024 oleh investor teknologi Balaji Srinivasan. Konsepnya ditujukan bagi komunitas pelaku teknologi atau tech optimist yang ingin tinggal dan bekerja dalam satu kawasan eksklusif.
Penghuni di sana mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari tempat tinggal, makanan, ruang kerja bersama, hingga pusat kebugaran dengan biaya sekitar US$1.500 atau sekitar Rp24 juta per bulan.
Belakangan, komunitas ini menjadi bahan perbincangan setelah muncul dugaan bahwa beberapa warga Israel masuk ke Malaysia menggunakan paspor dari negara lain yang mereka miliki.
Pemerintah Malaysia Lakukan Penyelidikan
Pemerintah Malaysia kini bergerak cepat untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Berbagai instansi, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Departemen Imigrasi, kepolisian, hingga otoritas bea cukai, ikut dilibatkan dalam proses pemeriksaan.
Menteri Besar Johor, Datuk Onn Hafiz Ghazi, juga meminta seluruh lembaga terkait memverifikasi status kewarganegaraan setiap individu yang tinggal di kawasan tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah benar ada orang yang menggunakan paspor kewarganegaraan kedua sebagai cara masuk dan menetap di Malaysia.
Narasi Lama Tentang Anwar Ibrahim
Di tengah ramainya isu ini, publik diingatkan terkait narasi lama tentang Anwar Ibrahim dan dugaan keterkaitan dengan Israel. Salah satunya adalah tuduhan bahwa ia pernah memiliki rekening di luar negeri yang dikaitkan dengan Israel.
Namun, klaim tersebut bukan isu baru. Tuduhan serupa sudah muncul sejak era 1990-an hingga 2010-an dan telah beberapa kali diselidiki oleh lembaga antirasuah Malaysia. Hasil penyelidikan menyatakan tidak ditemukan bukti yang mendukung tuduhan tersebut.
Karena itu, berbagai klaim yang mengaitkan Anwar Ibrahim dengan Israel hingga kini tetap tidak memiliki dasar fakta yang dapat dibuktikan.
Sikapnya terkait dugaan keberadaan warga Israel di Forest City kembali mempertegas posisi resmi Malaysia yang tetap menolak hubungan diplomatik dengan Israel sekaligus mempertahankan kebijakan luar negeri yang telah berlaku selama puluhan tahun.
Anwar Ibrahim selama menjabat sebagai Perdana Menteri dikenal sebagai salah satu pemimpin yang paling konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina di berbagai forum internasional. (*)




