Trend in SiberTrend in Sports

Coach Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Sepak Bola Indonesia Kehilangan Pelatih Berkarakter

Intrend.id – Pelatin sepak bola Iwan Setiawan dikabarkan meninggal dunia. Informasi ini menjadi duka datang bagi sepak bola Indonesia.

Iwan Setiawan meninggal dunia pada Kamis, 3 September 2026. Pelatih senior tersebut mengembuskan napas terakhir setelah puluhan tahun mengabdikan hidupnya untuk sepak bola Tanah Air.

Kabar kepergian Iwan dikonfirmasi oleh sejumlah pihak. Rekan sesama pelatih, Rudy Eka Priyambada, turut menyampaikan kabar duka tersebut.

Kepergian Iwan langsung memunculkan banyak ucapan belasungkawa. Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya juga mengenang sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kedua klub.

Namun, ada satu hal yang membuat sosok Iwan begitu mudah diingat.

Karakter.

Ia dikenal blak-blakan. Ia tidak ragu melontarkan psywar. Gaya komunikasinya juga sering membuat suasana sepak bola Indonesia semakin panas.

Tidak heran jika Iwan pernah mendapat julukan “Mourinho-nya Indonesia”.

Iwan Setiawan dan Perjalanan Panjang di Sepak Bola Indonesia

Iwan Setiawan lahir di Medan, Sumatera Utara, 5 Juli 1968.

Ia lebih dulu merasakan dunia sepak bola sebagai pemain sebelum beralih menjadi pelatih.

Peralihan tersebut membuat Iwan tetap berada di lapangan. Bedanya, ia kemudian berdiri di pinggir lapangan sambil mengatur strategi.

Karier kepelatihannya disebut mulai pada 1997.

Sejak itu, namanya muncul di berbagai klub Indonesia.

Ia pernah menangani Persija Jakarta, PSMS Medan, Persema Malang, Persela Lamongan, Borneo FC, Persebaya Surabaya, hingga Sriwijaya FC.

Perjalanan panjang itu membuat Iwan melewati banyak generasi sepak bola.

Ia melihat perubahan kompetisi. Ia menghadapi pergantian pemain. Ia bekerja dengan karakter klub yang berbeda-beda.

Dunia kepelatihan Indonesia memang tidak selalu ramah.

Tekanan suporter tinggi. Target klub terus berubah. Pergantian pelatih juga bisa terjadi dengan cepat.

Namun, Iwan mampu bertahan melewati berbagai era tersebut.

Jejak Iwan Setiawan di Persija dan Persebaya

Persija menjadi salah satu klub yang punya cerita dengan Iwan.

Ia pernah menjabat sebagai pelatih kepala Persija Jakarta pada musim 2011/2012.

Nama Iwan juga kembali dikenang Persebaya.

Persebaya menyebut Iwan sebagai pelatih pertama ketika klub tersebut kembali ke kompetisi sepak bola nasional melalui Liga 2 pada 2017.

“Coach Iwan adalah peletak pondasi tim Persebaya kala itu, hingga juara Liga 2 di akhir musim tersebut,” tulis akun X Persebaya.

Bagi Persebaya, kontribusi tersebut tidak sekadar soal hasil pertandingan.

Iwan membantu membangun fondasi tim.

Persebaya kemudian menutup musim dengan gelar Liga 2 dan kembali mendapatkan tempat di level kompetisi yang lebih tinggi.

Klub asal Surabaya itu pun menyampaikan penghormatan terakhir.

“Kami bersaksi Coach Iwan orang baik. Insyaallah Coach Iwan husnul khotimah,” tulis Persebaya.

Borneo FC Juga Punya Cerita Penting

Jejak Iwan tidak berhenti di Jakarta dan Surabaya.

Ia juga memiliki hubungan kuat dengan Borneo FC.

Sebelum menggunakan nama Borneo FC, tim tersebut dikenal sebagai Pusamania Borneo Samarinda.

Iwan tercatat pernah menangani tim tersebut.

Salah satu pencapaian penting dalam kariernya terjadi ketika ia membawa Borneo FC meraih gelar Divisi Utama atau Liga 2 pada 2014.

Prestasi itu menjadi bagian penting dalam perjalanan klub asal Samarinda tersebut.

Iwan kembali meninggalkan jejak di sepak bola Kalimantan.

Karakter kepelatihannya yang tegas membuatnya mudah dikenali dari pinggir lapangan.

Ia bukan tipe pelatih yang terlalu banyak menyembunyikan pendapat.

Kalau tidak suka, ia bicara.

Kalau merasa timnya dirugikan, ia bersuara.

Karakter seperti itulah yang kemudian membuat namanya punya tempat tersendiri di sepak bola Indonesia.

“Mourinho-nya Indonesia” yang Punya Gaya Sendiri

Julukan “Mourinho-nya Indonesia” tidak muncul tanpa alasan.

Iwan dikenal punya gaya komunikasi yang berani.

Ia kerap melontarkan pernyataan tajam. Psywar juga menjadi bagian dari warna dirinya sebagai pelatih.

Bagi sebagian orang, gaya tersebut mungkin terlalu frontal.

Namun, bagi yang lain, justru di situlah daya tariknya.

Sepak bola memang bukan cuma soal strategi.

Ada perang mental. Ada tekanan. Ada permainan psikologis.

Iwan memahami bagian tersebut.

Ia tahu bagaimana membuat pertandingan terasa lebih panas bahkan sebelum bola bergulir.

Terlepas dari kontroversi yang pernah mengiringi kariernya, Iwan tetap meninggalkan warna yang kuat.

Ia bukan sosok yang mudah dilupakan.

Sriwijaya FC Menjadi Klub Terakhir Iwan

Klub terakhir yang disebut dalam perjalanan kepelatihan Iwan adalah Sriwijaya FC.

Klub asal Palembang itu pernah menjadi salah satu kekuatan besar sepak bola Indonesia.

Sriwijaya FC pernah memenangkan Liga Super Indonesia 2007/2008. Klub tersebut juga mengoleksi tiga gelar Copa Indonesia pada 2007, 2008, dan 2010.

Namun, perjalanan Sriwijaya kemudian berubah.

Klub mengalami berbagai masalah dan kini berusaha membangun kembali kekuatannya.

Iwan menjadi bagian dari proses tersebut.

Ia bekerja di tengah kondisi klub yang tidak mudah.

Kompetisi kasta bawah menuntut kerja ekstra. Anggaran terbatas. Perjalanan panjang. Tekanan suporter tetap tinggi.

Iwan tetap menjalankan tugasnya.

Kini, musim terakhirnya bersama Sriwijaya FC menjadi bagian terakhir dari perjalanan panjang tersebut.

Sepak Bola Indonesia Kehilangan Sosok Berkarakter

Persija juga menyampaikan penghormatan untuk Iwan.

“Terima kasih atas perjuangan, dedikasi, dan pengabdian untuk Macan Kemayoran. Jejakmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan Persija,” tulis akun X Persija.

Ucapan tersebut menggambarkan satu hal.

Iwan memang punya sejarah panjang dengan sepak bola Indonesia.

Ia pernah menjadi pemain.

Ia kemudian menjadi pelatih.

Ia menangani klub besar dan klub yang sedang berjuang.

Ia juga bersentuhan dengan pembinaan pemain muda dan tim nasional.

Karier seperti itu tidak dibangun dalam semalam.

Puluhan tahun dihabiskan di lapangan.

Kini, perjalanan tersebut berhenti.

Namun, cerita tentang Iwan akan tetap hidup melalui klub-klub yang pernah ia tangani dan pemain yang pernah bekerja bersamanya.

Sepak bola Indonesia memang terus bergerak.

Pemain baru datang.

Pelatih baru muncul.

Kompetisi berganti.

Tetapi sosok seperti Iwan Setiawan meninggalkan warna yang sulit digantikan.

Ia mungkin dikenal kontroversial.

Ia mungkin dikenal keras.

Namun, satu hal jelas.

Iwan Setiawan menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk sepak bola Indonesia.

Coach Iwan Setiawan kini telah meninggal dunia. Selamat jalan. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dunia sepak bola Indonesia akan tetap mengenang. (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Back to top button
DMCA.com Protection Status