Trend in Siber

Dolar ke Rupiah Capai Rp18.000 Hari Ini di Tengah Gejolak Global

Intrend.id – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) ke rupiah hari ini kembali menjadi perhatian publik. Untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir, kurs dolar berhasil menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Nilai tukar dolar ke rupiah hari ini berdasarkan data pasar Investing, menurut laporan Detik pada Kamis, 4 Juni 2026, angka sempat menyentuh level Rp18.015. Angka ini naik sekitar 0,28 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Dalam pergerakan harian, dolar bergerak di kisaran Rp17.937 hingga Rp18.024.

Sementara itu, data Google Finance menunjukkan dolar AS sempat berada di level Rp18.010 sebelum kembali turun ke kisaran Rp17.971 pada pagi hari.

Meski begitu, tekanan terhadap rupiah masih cukup besar. Dalam 24 jam terakhir, nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh posisi terlemah di Rp18.013 per dolar AS.

Pelemahan ini membuat rupiah kembali menembus batas psikologis Rp18.000. Kondisi tersebut memicu perhatian pelaku pasar dan masyarakat yang terus memantau perkembangan kurs dollar ke rupiah hari ini.

Menanggapi situasi tersebut, Bank Indonesia memastikan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan bank sentral terus hadir di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki.

“BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan,” kata Denny dalam keterangan tertulis, Rabu 3 Juni 2026.

BI juga berupaya menjaga kecukupan likuiditas valuta asing agar pasar keuangan tetap stabil. Selain itu, mulai 2 Juni 2026, BI memberlakukan batas pembelian valuta asing tanpa dokumen pendukung sebesar 25.000 dolar AS per pelaku setiap bulan.

Tak hanya itu, BI juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Kerja sama ini telah dilakukan dengan sejumlah negara seperti China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Di sisi lain, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membantah anggapan bahwa pelemahan rupiah disebabkan kebijakan fiskal pemerintah.

Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia justru lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Penerimaan pajak yang tumbuh pada 2026 disebut menjadi bukti bahwa reformasi perpajakan mulai menunjukkan hasil positif.

“Banyak yang bilang (rupiah melemah) gara-gara (kebijakan) fiskalnya berantakan. Kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu,” ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Juni 2026.

Meski nilai tukar rupiah ke dolar masih berada dalam tekanan hari ini, pemerintah dan Bank Indonesia optimistis stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tantangan global yang masih berlangsung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status