Trend in Siber

Elon Musk Viral karena Satu Kata soal Anak, Alasan Memikirkan Masa Depan

Intrend.id – Nama Elon Musk kembali jadi bahan obrolan netizen dan viral. Bukan soal roket, mobil listrik, atau Mars. Kali ini, cuma satu kata yang bikin jagat X ramai: “Yes.”

Jawaban singkat itu dilontarkan Musk saat menanggapi unggahan Adam Lowisz, sosok aktif di komunitas X Meetup. Lowisz menulis refleksi menyentuh tentang bagaimana menjadi orang tua bisa mengubah cara pandang hidup secara total. Menurutnya, setelah punya anak, perspektif seseorang tentang masa depan langsung “auto berubah arah”.

Musk, yang dikenal sebagai ayah dari 11 anak, membalas dengan satu kata penuh makna. Meski singkat, respons itu langsung meledak. Jutaan tayangan mengalir, ribuan likes berdatangan, dan satu diskusi lama kembali naik ke permukaan: pronatalisme ala Elon Musk.

Unggahan Lowisz sendiri berbunyi tegas. Begitu anak lahir, hidup tak lagi soal diri sendiri. Semua tentang perlindungan, pengorbanan, dan upaya menciptakan dunia yang lebih layak. Pesan ini sejalan dengan pandangan Musk yang selama ini percaya bahwa memiliki anak memberi seseorang “kepentingan nyata di masa depan”.

Isu ini bukan barang baru bagi Musk. Beberapa hari sebelumnya, ia sempat terlibat debat panas dengan Amanda Askell dari Anthropic. Dalam diskusi itu, Musk menyatakan bahwa individu tanpa anak cenderung tidak memiliki kepentingan jangka panjang terhadap masa depan umat manusia. Pernyataan tersebut memicu pro dan kontra, tapi konsisten dengan sikapnya selama ini.

Bagi Musk, isu kependudukan bahkan lebih mengkhawatirkan daripada perubahan iklim. Ia kerap menyebut “krisis kekurangan populasi” sebagai ancaman senyap peradaban. Dari ranah pribadi hingga skala planet, pemikirannya terasa nyambung. Dorongan menjajah Mars lewat SpaceX dan membangun energi berkelanjutan melalui Tesla disebutnya sebagai warisan untuk generasi mendatang.

Musk sendiri lahir di Pretoria, Afrika Selatan, pada 28 Juni 1971. Sejak kecil ia dikenal jenius teknologi, jatuh cinta pada fiksi ilmiah, dan mulai ngoding di usia 10 tahun. Ia pernah kuliah di Kanada dan AS, lalu drop out dari Stanford demi membangun startup pertamanya sebelum ikut mendirikan PayPal.

Dalam kehidupan pribadi, Musk memiliki anak dari beberapa hubungan, termasuk dengan musisi Grimes dan eksekutif Shivon Zilis. Meski kehidupannya tak lepas dari kontroversi, satu hal konsisten: keyakinannya bahwa masa depan harus diperjuangkan, dimulai dari keluarga.

Satu kata “Yes” bikin Elon Musk viral dan itu pun terasa seperti ringkasan hidup Elon Musk: singkat, berani, dan penuh agenda besar untuk masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status