Hasil Spanyol vs Austria 3-0, La Roja Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Intrend.id – Hasil pertandingan Spanyol vs Austria berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan La Roja. Spanyol memastikan diri melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026.
Dalam laga Spanyol vs Austria dengan hasil 3-0, La Roja menunjukkan kelasnya di babak 32 besar Piala Dunia 2026. La Roja menang meyakinkan 3-0 atas Austria dalam laga yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, California, Jumat 3 Juli 2026 dini hari WIB.
Kemenangan ini bagi Spanyol terasa spesial. Bukan cuma karena menggenggam tiket ke babak 16 besar, tetapi juga karena Spanyol tampil sangat dominan dari awal hingga akhir pertandingan.
Mikel Oyarzabal menjadi bintang utama lewat dua gol yang ia cetak. Satu gol lainnya lahir dari sundulan Pedro Porro yang sekaligus menjadi gol internasional pertamanya bersama Timnas Spanyol.
Oyarzabal Pecah Kebuntuan
Austria sebenarnya memulai laga dengan disiplin. Tim asuhan Ralf Rangnick menumpuk pemain di lini belakang dan mencoba memancing Spanyol melakukan kesalahan.
Namun strategi itu hanya bertahan sekitar setengah jam.
Spanyol terus menguasai bola. Rodri dan Pedri mengendalikan tempo permainan, sementara Lamine Yamal berkali-kali membuat pertahanan Austria kerepotan lewat akselerasi dan dribel cepatnya.
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-36.
Marc Cucurella melakukan overlap dari sisi kiri sebelum mengirim umpan matang ke kotak penalti. Oyarzabal yang lolos dari kawalan bek Austria langsung menyelesaikan peluang dengan tenang.
Gol tersebut membuat Spanyol unggul 1-0 hingga turun minum.
Spanyol Setelah Jeda
Memasuki babak kedua, permainan Spanyol justru semakin agresif.
Austria berusaha keluar menyerang. Sayangnya, mereka kesulitan menembus rapatnya lini belakang yang dikawal Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, dan Unai Simón.
Sebaliknya, Spanyol terus menekan.
Hasilnya terlihat pada menit ke-66.
Lagi-lagi Cucurella menjadi aktor penting. Bek kiri itu mengirim bola akurat ke dalam kotak penalti yang langsung disambut sundulan Pedro Porro.
Bola meluncur masuk ke gawang Alexander Schlager.
Skor berubah menjadi 2-0 dan praktis membuat Austria semakin kehilangan harapan.
Belum puas sampai di situ, Spanyol kembali menambah gol menjelang pertandingan usai.
Pada menit ke-89, Cucurella kembali mengirim umpan berbahaya dari sisi kiri. Oyarzabal bergerak cerdas memanfaatkan jebakan offside sebelum menaklukkan Schlager lewat sepakan kaki kanan.
Brace Oyarzabal memastikan kemenangan telak 3-0 untuk La Roja.
Yamal dan Cucurella Motor Laga
Meski Oyarzabal mencetak dua gol, perhatian publik juga tertuju kepada Lamine Yamal.
Pemain muda berusia 18 tahun itu belum mencetak gol. Meski begitu, kontribusinya sangat besar.
Yamal terus menyerang dari sisi kanan. Ia beberapa kali melewati lawan lewat dribel cepat, menciptakan peluang, serta melepaskan banyak tembakan ke arah gawang.
Setiap kali memegang bola, pertahanan Austria langsung panik.
Sementara itu, Marc Cucurella tampil luar biasa.
Bek kiri tersebut mencatat dua assist dan terlibat dalam proses terciptanya hampir semua peluang berbahaya Spanyol.
Pergerakannya naik turun tanpa henti membuat sisi kiri Spanyol hidup sepanjang pertandingan.
Austria Sulit Melawan
Austria datang dengan harapan memberi kejutan.
David Alaba memimpin lini belakang, sementara Marcel Sabitzer diandalkan untuk membangun serangan.
Sayangnya, semua rencana berjalan jauh dari harapan.
Tekanan tinggi Spanyol membuat Austria kesulitan keluar dari daerah sendiri.
Michael Gregoritsch di lini depan nyaris tidak mendapat suplai bola.
Bahkan sepanjang pertandingan, Austria gagal mencatat satu pun tembakan tepat sasaran.
Statistik tersebut menjadi bukti betapa rapinya pertahanan Spanyol.
Statistik Spanyol vs Austria
Kalau melihat data pertandingan, kemenangan Spanyol memang sangat pantas.
La Roja menguasai bola sekitar 65 persen, sedangkan Austria hanya 35 persen.
Spanyol melepaskan 23 tembakan dengan 10 mengarah ke gawang.
Sebaliknya, Austria hanya mampu menghasilkan lima percobaan dan semuanya gagal menguji Unai Simón.
Dari sisi peluang, nilai expected goals (xG) Spanyol mencapai sekitar 2,8. Austria hanya berada di angka sekitar 0,32.
Statistik tersebut menunjukkan betapa timpangnya kualitas permainan kedua tim.
Spanyol juga lebih unggul dalam jumlah sentuhan di kotak penalti, sepak pojok, akurasi umpan, hingga peluang emas yang berhasil diciptakan.
Taktik Luis de la Fuente
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente kembali menunjukkan racikan yang efektif.
Spanyol memainkan sepak bola berbasis penguasaan bola, tetapi tetap agresif saat menyerang.
Rodri menjadi jangkar yang menjaga keseimbangan lini tengah.
Pedri mengatur ritme permainan dengan sangat tenang.
Di sisi sayap, Yamal dan Cucurella menciptakan kombinasi yang sulit dihentikan.
Pedro Porro juga aktif membantu serangan dari sisi kanan.
Pergerakan antarlini yang cair membuat pertahanan Austria terus kehilangan posisi.
Ketika kehilangan bola, Spanyol langsung melakukan pressing tinggi sehingga Austria hampir tidak memiliki ruang untuk membangun serangan balik.
Tantangan Berat dari Portugal
Kemenangan ini membawa Spanyol melangkah ke babak 16 besar dengan modal yang sangat bagus.
Yang lebih mengesankan, La Roja belum kebobolan sepanjang fase gugur dan mencatat lima clean sheet beruntun.
Di babak berikutnya, mereka akan menghadapi Portugal yang telah menyingkirkan Kroasia dengan skor 2-1.
Laga bertajuk Derby Iberia itu diprediksi berlangsung sengit.
Portugal memiliki banyak pemain berpengalaman dan bintang besar.
Namun melihat performa saat ini, Spanyol punya alasan kuat untuk percaya diri.
Kombinasi pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsí dengan pemain senior seperti Rodri, Oyarzabal, serta Laporte membuat skuad La Roja terlihat semakin matang.
Jika La Roja mampu mempertahankan performa seperti hasil laga saat Spanyol vs Austria, peluang besar melangkah ke perempat final sekaligus menegaskan diri sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 makin kuat. (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









