Kasus Aiptu Asep Suhara Tewas Ditabrak di Bandung, Polisi Tetapkan Mahasiswa sebagai Tersangka
Intrend.id – Kasus tabrak lari menewaskan anggota Polrestabes Bandung Aiptu Asep Suhara. Kasus itu terus mendapat perhatian publik dan memasuki babak baru.
Kasus tabrak lari Aiptu Asep Suhara kini telah membuat polisi menetapkan seorang mahasiswa berinisial A (20) sebagai tersangka.
Aiptu Asep meninggal setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil dari arah belakang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Minggu, 9 Agustus 2026, di Jalan Merdeka, tepatnya di depan Hotel El Royale, Kota Bandung.
“Sekitar pukul 04.00 WIB di depan Hotel El Royale, sebuah minibus yang melaju searah menabrak bagian belakang sepeda motor yang dikendarai Almarhum. Akibat benturan, Almarhum segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Polda Jawa Barat. Namun, upaya pertolongan tidak mampu menyelamatkan nyawanya,” demikian keterangan tertulis Humas Polda Jabar, 9 Agustus 2026 lalu.
Setelah benturan, Aiptu Asep langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Polda Jawa Barat. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kendaraan yang diduga terlibat sempat meninggalkan lokasi. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan tersangka A merupakan warga sipil. Saat kecelakaan terjadi, A disebut mengemudikan mobil dalam kondisi berada di bawah pengaruh alkohol.
“Ini akibat dalam keadaan kondisi di bawah pengaruh minuman alkohol,” kata Dedi dalam konferensi pers Selasa 11 Agustus 2026, bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Di dalam mobil tersebut terdapat dua anggota TNI. Namun, polisi menegaskan keduanya hanya berstatus sebagai penumpang. Mobil yang digunakan A diketahui milik temannya yang merupakan anggota TNI.
Pemilik kendaraan disebut tidak berada di dalam mobil saat kecelakaan terjadi. Setelah kejadian, tersangka disebut sempat kembali ke sebuah kafe di kawasan Simpang Lima untuk mengembalikan kendaraan.
Pemilik mobil awalnya tidak menyadari kendaraannya mengalami kerusakan. Saat berada di Jalan Gatot Subroto, ia baru mengetahui kondisi mobil tersebut dan menghubungi tersangka.
Polisi juga meluruskan video CCTV yang sempat viral di media sosial. Rekaman yang memperlihatkan beberapa orang di kawasan Jalan Gatot Subroto disebut bukan rekaman saat tabrakan.
Dedi memastikan video tersebut merupakan rekaman setelah kejadian. Polisi mengaku memiliki bukti CCTV lain yang digunakan untuk mengungkap kronologi kecelakaan.
Sementara itu, keluarga Aiptu Asep masih berduka. Istrinya, Eka Yulianti (36), mengaku tidak berani melihat langsung rekaman CCTV yang beredar.
Eka mendapat cerita dari keluarga bahwa suaminya sedang mengendarai sepeda motor setelah mengikuti operasi gabungan KRYD. Aiptu Asep kemudian diduga menuju lokasi untuk beristirahat sebelum melanjutkan tugas.
Aiptu Asep dikenal sebagai anggota Satuan Samapta Polrestabes Bandung. Ia meninggal saat menjalankan tugas patroli.
Jenazahnya kemudian dimakamkan secara kedinasan di TPU Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mendatangi rumah duka. Ia menyampaikan dukungan kepada keluarga sekaligus meminta kejadian tersebut tidak menurunkan semangat personel TNI dan Polri dalam menjaga keamanan.
“Sehingga almarhum meninggal dalam keadaan melaksanakan tugas. Untuk itu Gubernur memiliki tanggung jawab untuk membangun spirit bagi seluruh anggota jajaran Polri dan TNI untuk terus memacu tetap berpatroli, jangan sampai dengan peristiwa ini adalah menurunkan spirit untuk menjaga keamanan Kota Bandung, itu yang pertama,” kata Gubernur Dedi.
Dedi menegaskan proses hukum harus berjalan transparan. Tersangka A telah ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dua anggota TNI yang berada di dalam mobil dalam kasus tabrak lari menewaskan anggota Polrestabes Bandung Aiptu Asep Suhara juga diperiksa sebagai saksi. Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









