Kebangkitan Veda Ega Pratama di Brno Moto3 Ceko 2026! Start P20 Finis P5, Fastest Lap
Intrend.id – Balapan Moto3 Grand Prix Ceko 2026 di Sirkuit Brno bagi Veda Ega Pratama menjadi tanda kebangkitan. Minggu 21 Juni 2026 sore waktu Indonesia, pebalap muda Indonesia di balapan itu menghadirkan tontonan luar biasa.
Aksi Veda Ega Pratama di ajang Moto3 Brno Ceko 2026 jelas bukan sesumbar. Ada saling salip, drama di lap terakhir, hingga penampilan gemilang.
Tapi para pembalap muda ini membuat balapan 16 lap ini menjadi salah satu yang paling seru musim ini.
Bukan cuma Veda, sorotan utama juga tertuju kepada pembalap Malaysia, Hakim Danish. Namun bagi penggemar Indonesia, penampilan Veda Ega Pratama jelas dapat tempat spesial yang layak mendapat apresiasi tinggi.
Hakim Danish Juara
Di Brno, Hakim Danish sukses mencetak sejarah setelah meraih kemenangan pertamanya di Moto3 sekaligus mengakhiri penantian panjang Malaysia selama 10 tahun untuk kembali berdiri di podium tertinggi Grand Prix.
Pembalap AEON Credit Service-MT Helmets-MSI KTM itu memulai balapan dari posisi ke-14 setelah menerima penalti turun 12 grid. Meski begitu, Danish mampu tampil tenang dan terus merangsek ke depan.
Puncak drama terjadi pada lap terakhir saat Brian Uriarte dan Máximo Quiles terlibat kontak dalam perebutan posisi terdepan. Danish langsung memanfaatkan celah tersebut untuk mengambil alih pimpinan balapan dan mempertahankannya hingga garis finis.
Ia menuntaskan balapan dengan catatan waktu 33 menit 34,264 detik.
“Lap terakhir benar-benar gila,” ungkap Danish usai balapan sambil mendedikasikan kemenangan tersebut untuk para pendukungnya di Malaysia.
Di belakang Danish, Brian Uriarte harus puas finis kedua dengan selisih 0,466 detik. Máximo Quiles melengkapi podium di posisi ketiga.
Comeback Veda Ega Pratama
Namun cerita besar lainnya datang dari Veda Ega Pratama. Pembalap muda Honda Team Asia itu menunjukkan mental luar biasa sepanjang akhir pekan.
Setelah mendapatkan penalti 12 posisi akibat pelanggaran saat sesi kualifikasi Q2, Veda harus memulai balapan dari posisi ke-20.
Tantangan semakin berat karena Brno merupakan sirkuit yang belum pernah ia gunakan untuk balapan sebelumnya.
Meski demikian, pembalap berusia 17 tahun tersebut mampu menjawab semua keraguan dengan penampilan fantastis.
Sejak lap awal, Veda mulai menyalip satu per satu rivalnya. Dengan memanfaatkan slipstream dan pengereman agresif di beberapa tikungan penting Brno, ia perlahan masuk ke dalam kelompok 10 besar.
Kecepatan Veda terus meningkat seiring berjalannya balapan. Saat memasuki fase akhir, ia sudah berada di rombongan depan yang memperebutkan posisi podium.
Akhirnya Veda menyentuh garis finis di posisi kelima dengan selisih hanya 0,900 detik dari pemenang balapan.
Yang lebih mengesankan, Veda juga mencatatkan fastest lap atau putaran tercepat sepanjang balapan. Catatan tersebut menjadi bukti bahwa ia memiliki kecepatan yang mampu bersaing dengan para kandidat juara dunia musim ini.
Hasil finis kelima membuat Veda menambah 11 poin penting untuk klasemen sementara Moto3 2026.
Jalan Berliku Veda
Perjalanan akhir pekan Veda sebenarnya tidak berjalan mulus. Pada sesi latihan bebas, ia sempat kesulitan beradaptasi dengan karakter unik Brno yang memiliki banyak tikungan cepat dan perubahan elevasi.
Namun perkembangan yang ditunjukkan sepanjang akhir pekan sangat luar biasa. Dari tertinggal lebih dari satu detik saat latihan, Veda mampu menjadi salah satu pembalap tercepat saat balapan.
Pencapaian ini semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu rookie terbaik Moto3 musim 2026.
Sebelumnya, Veda juga sudah mencetak sejarah dengan meraih podium Grand Prix pertamanya di Brasil. Kini, tambahan hasil lima besar di Brno membuat peluangnya untuk terus bersaing di papan atas klasemen semakin terbuka.
Usai seri Brno, Veda menempati posisi keenam klasemen sementara dengan total 82 poin. Jaraknya dengan para pembalap di atasnya masih sangat memungkinkan untuk dikejar pada seri-seri berikutnya.
Penampilan impresif Veda dan kemenangan bersejarah Hakim Danish juga menjadi kabar positif bagi perkembangan balap motor Asia Tenggara di pentas dunia.
Kebangkitan Veda Ega Pratama di Moto3 Brno Ceko 2026 menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pendatang baru di musim yang masih panjang. Ia menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan sekaligus berbahaya bagi rivalnya. Dia pebalap yang dimiliki Indonesia saat ini dan siap memberikan kejutan lebih besar di sisa musim Moto3 2026. (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









