Kisah Fans ENHYPEN Mina Chan dari Jepang Picu Kontroversi Toxic Fandom dan Cyberbullying
Trigger Warning: Berita Perlu Pendampingan Orang Tua
Intrend.id – Seorang fans ENHYPEN asal Jepang bernama Mina Chan dilaporkan meninggal dunia pada awal Agustus 2026. Ini menjadi kabar duka bagi komunitas penggemar K-Pop.
Peristiwa fans ENHYPEN Mina Chan yang meninggal dunia diduga akibat mengakhiri hidup sendiri saat siaran langsung media sosial ini langsung memicu gelombang simpati dari penggemar di berbagai negara. Tragedi ini pun membuka kembali diskusi panjang tentang cyberbullying dan budaya fandom yang semakin toksik di media sosial.
Mina Chan dikenal sebagai penggemar berat ENHYPEN, terutama anggota Nishimura Riki atau Ni-ki. Perempuan berusia 26 tahun itu tinggal di Distrik Yongsan, Seoul, Korea Selatan. Selama beberapa tahun terakhir, ia aktif membuat konten seputar ENHYPEN di TikTok, Instagram, dan X.
Popularitasnya juga tidak main-main. Akun TikTok miliknya memiliki lebih dari 80 ribu pengikut. Sejumlah video tentang ENHYPEN bahkan menembus jutaan penonton. Ia juga rutin menghadiri konser, fan signing, hingga berbagai kegiatan resmi grup tersebut.
Berawal dari Kontroversi di Konser ENHYPEN
Perbincangan soal Mina bermula setelah konser ENHYPEN pada akhir Juli 2026. Saat itu beredar video yang memperlihatkan dirinya berusaha memberikan buket bunga matahari kepada Sunoo. Harapannya, bunga tersebut diteruskan kepada Ni-ki sehingga tercipta momen interaksi antara kedua idol tersebut.
Namun rencana itu tidak berjalan sesuai harapan. Potongan video dari konser kemudian menyebar luas di media sosial. Sebagian penggemar menilai tindakan Mina mengganggu jalannya konser dan dianggap mencari perhatian dari para member.
Situasi semakin memanas beberapa hari kemudian ketika Ni-ki melakukan siaran langsung. Tanpa menyebut nama siapa pun, ia menyampaikan rasa kecewanya terhadap sebagian penggemar yang dinilai terlalu ingin mendapat perhatian pribadi dari idol dibanding menikmati konser bersama.

Ucapan tersebut langsung dikaitkan oleh banyak pengguna media sosial dengan insiden yang melibatkan Mina. Meski begitu, hingga kini baik Ni-ki maupun agensi BELIFT LAB tidak pernah menyebut nama Mina ataupun mengonfirmasi bahwa pernyataan tersebut ditujukan kepadanya.
Permintaan Maaf Tak Menghentikan Serangan Warganet
Di tengah ramainya kritik, Mina mengunggah permintaan maaf secara terbuka. Ia menjelaskan bahwa bunga matahari sebenarnya disiapkan untuk Sunoo, sedangkan mawar ditujukan kepada Ni-ki. Ia mengaku hanya ingin melihat interaksi hangat antara keduanya.
Mina juga mengakui dirinya telah terlalu larut dalam aktivitas sebagai penggemar hingga merasa memiliki kedekatan yang berlebihan dengan para member ENHYPEN. Ia meminta maaf apabila tindakannya membuat situasi menjadi tidak nyaman dan menyatakan akan mengurangi aktivitas sebagai fans.
Sayangnya, permintaan maaf tersebut tidak menghentikan gelombang kritik. Serangan justru semakin besar. Berbagai laporan menyebut Mina menerima pesan bernada kasar, hinaan, hingga ancaman melalui media sosial. Ia bahkan sempat membagikan beberapa tangkapan layar pesan tersebut sambil mempertanyakan alasan orang-orang begitu mudah menghakimi seseorang yang tidak mereka kenal.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Berdasarkan laporan yang mengutip Kepolisian Yongsan dan Yonhap News Agency, polisi menerima laporan sekitar pukul 05.33 waktu setempat pada 5 Agustus 2026 setelah seorang teman menghubungi petugas terkait siaran langsung TikTok dari kediaman Mina di Hangangno-dong.
Pihak kepolisian kemudian mengonfirmasi kematian Mina dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Hingga awal Agustus 2026, otoritas belum mengumumkan kesimpulan maupun rincian lebih lanjut mengenai penyebab kematian. Karena itu, publik diminta menunggu hasil investigasi resmi.
Kasus Mina Chan fans ENHYPEN ini kembali memicu perdebatan mengenai cyberbullying, tekanan di dunia fandom K-Pop, serta pentingnya menciptakan ruang digital yang lebih sehat. Banyak penggemar ENHYPEN menyampaikan belasungkawa sekaligus mengajak sesama fans untuk lebih mengedepankan empati dibanding saling menghakimi di media sosial. (*)
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan





