Trend in Sports

Maroko Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti! Hakimi Cs Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Drama Adu Penalti Berakhir Manis untuk Maroko

Intrend.id – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan kejutan besar dengan kekalahan Tim Nasional Sepak Bola (Timnas) Belanda dari Maroko melalui adu penalti. Timnas Maroko menyingkirkan Belanda dengan skor akhir 3-2 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa 30 Juni 2026 WIB.

Kemenangan hasil laga Belanda vs Maroko lewat adu penalti ini menjadi bukti bahwa Maroko masih menjadi salah satu tim paling berbahaya di fase gugur. Setelah mencuri perhatian pada Piala Dunia 2022, Singa Atlas kembali menumbangkan salah satu kekuatan besar Eropa dan kini resmi melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Kanada.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Laga dimulai dengan tempo tinggi, tetapi kedua tim sama-sama bermain hati-hati.

Belanda lebih banyak menguasai bola melalui kombinasi Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch, dan Tijjani Reijnders yang berusaha mengontrol permainan dari lini tengah.

Namun Maroko tampil disiplin. Anak asuh Mohamed Ouahbi melakukan pressing agresif dan menutup ruang dengan sangat rapi sehingga Belanda kesulitan menciptakan peluang bersih.

Peluang berbahaya justru lebih banyak diperoleh Maroko melalui serangan balik cepat.

Beruntung bagi Belanda, kiper Bart Verbruggen tampil luar biasa dengan beberapa penyelamatan penting yang membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Cody Gakpo Buka Asa Belanda

Memasuki babak kedua, Belanda mulai meningkatkan intensitas serangan.

Pergantian pemain membuat lini depan De Oranje tampil lebih hidup.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-72.

Melalui rangkaian serangan dari sisi sayap yang melibatkan Wout Weghorst, bola berhasil diteruskan kepada Cody Gakpo.

Penyerang Liverpool itu dengan tenang menaklukkan Yassine Bounou dan membawa Belanda unggul 1-0.

Gol tersebut membuat para pendukung Belanda yakin tim kesayangannya akan melangkah ke babak berikutnya.

Issa Diop Bikin Maroko Bangkit

Saat kemenangan Belanda sudah di depan mata, Maroko menunjukkan mental luar biasa.

Memasuki menit 90+1, Chemsdine Talbi mengirimkan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti.

Bek tengah Issa Diop berhasil memenangkan duel udara sebelum menyundul bola masuk ke gawang Bart Verbruggen.

Gol dramatis itu mengubah suasana pertandingan seketika.

Pendukung Maroko berpesta, sementara Belanda harus menerima kenyataan bahwa laga harus berlanjut ke babak tambahan waktu.

Extra Time Menurun

Selama 30 menit extra time, kedua tim terlihat mulai kelelahan.

Tempo pertandingan menurun karena banyak duel fisik dan pergantian pemain.

Belanda tetap mencoba menguasai bola, sedangkan Maroko mengandalkan serangan balik cepat lewat Achraf Hakimi, Soufiane Rahimi, dan pemain-pemain yang baru masuk.

Bart Verbruggen kembali menjadi penyelamat Belanda lewat beberapa penyelamatan penting.

Sementara Yassine Bounou juga tampil tenang menjaga gawang Maroko.

Hingga peluit akhir babak tambahan berbunyi, skor tetap bertahan 1-1 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Maroko Lebih Tenang di Adu Penalti

Drama sesungguhnya terjadi saat adu penalti dimulai.

Para pemain Maroko tampil lebih tenang menghadapi tekanan.

Sebaliknya, beberapa eksekutor Belanda gagal memanfaatkan kesempatan sehingga membuat posisi mereka semakin sulit.

Ismael Saibari akhirnya menjadi penentu kemenangan setelah sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Maroko menang 3-2 dalam adu penalti dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Keberhasilan ini kembali memperlihatkan betapa kuatnya mental Singa Atlas saat menghadapi pertandingan hidup-mati.

Duel Taktik Koeman dan Ouahbi

Pertandingan ini memperlihatkan pertarungan strategi yang menarik.

Ronald Koeman mengandalkan penguasaan bola serta permainan kombinasi dari lini tengah menuju kedua sayap.

Belanda mencoba memanfaatkan kecepatan Cody Gakpo dan Donyell Malen untuk membongkar pertahanan lawan.

Namun Mohamed Ouahbi berhasil meredam strategi tersebut.

Maroko bermain sangat kompak dengan formasi 4-2-3-1, melakukan pressing pada waktu yang tepat, lalu menyerang cepat melalui Hakimi dan Mazraoui.

Masuknya Soufiane Rahimi dan Chemsdine Talbi juga menjadi keputusan penting yang akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan.

Statistik Membuktikan Efektivitas Maroko

Belanda memang unggul dalam penguasaan bola dan akurasi umpan.

Namun Maroko tampil jauh lebih efektif dalam menciptakan peluang berbahaya.

Nilai expected goals (xG) Maroko berada di kisaran 1,4, jauh lebih tinggi dibanding Belanda yang hanya sekitar 0,23.

Maroko juga lebih berbahaya dalam duel udara dan situasi bola mati.

Meski Bart Verbruggen tampil luar biasa di bawah mistar, pertahanan Belanda akhirnya runtuh pada menit-menit akhir sebelum gagal menjaga ketenangan saat adu penalti.

Tantangan Berikutnya Menanti Maroko

Kemenangan dramatis ini menjadi modal kepercayaan diri yang sangat besar bagi Maroko.

Mereka kini akan menghadapi Kanada pada babak 16 besar.

Dengan organisasi permainan yang solid, pertahanan disiplin, serta kemampuan menyerang lewat transisi cepat, Maroko kembali membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim kejutan.

Sebaliknya, Belanda harus pulang lebih cepat meski sempat memperlihatkan kualitas permainan yang baik.

Hasil laga Belanda vs Maroko lewat adu penalti ini menjadi bukti bahwa pada fase gugur Piala Dunia, mental, efektivitas, dan ketenangan sering kali jauh lebih menentukan dibanding dominasi penguasaan bola semata. (*)

Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status