Peringatan 81 Tahun Bom Atom Nagasaki: Kemanusiaan dan Senjata Nuklir Tak Bisa Hidup Bersama

Intrend.id – Jepang memperingati 81 tahun tragedi bom atom Nagasaki pada Minggu, 9 Agustus 2026. Upacara digelar di Nagasaki Peace Park untuk mengenang puluhan ribu korban serangan nuklir Amerika Serikat pada 1945.

Peringati 81 tahun tragedi bom atom Nagasaki Jepang berlangsung tepat pukul 11.02 waktu setempat. Lonceng perdamaian dibunyikan. Peserta kemudian mengheningkan cipta untuk para korban.

Momen tersebut menandai waktu ketika bom atom yang dijuluki Fat Man meledak di atas Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

Bom Atom Nagasaki dan Detik-Detik yang Mengubah Sejarah

Sejumlah video detik-detik pesawat pengebom sedang terbang beredar di media sosial. Dalam tayangan video hitam putih, pesawat mengitari titik lokasi bom jatuh. Video lainnya menunjukkan dampak kerusakan akibat ledakan bom atom yang mengerikan.

Bom atom Nagasaki dibawa pesawat B-29 Bockscar yang dipimpin Mayor Charles Sweeney. Target awal penerbangan sebenarnya adalah Kokura.

Namun, awan dan asap membuat awak pesawat kesulitan melihat sasaran. Pesawat kemudian beralih menuju Nagasaki.

Bom akhirnya dijatuhkan sekitar pukul 11.02. Ledakan terjadi di kawasan Urakami dan menghancurkan sebagian besar wilayah di sekitar titik ledakan.

Menurut catatan resmi Kota Nagasaki, (Nagasaki Peace), korban meninggal hingga akhir Desember 1945 mencapai sekitar 73.884 orang. Puluhan ribu lainnya mengalami luka.

Dampaknya tidak berhenti pada hari serangan. Para penyintas, yang dikenal sebagai hibakusha, menghadapi berbagai masalah kesehatan dan trauma dalam jangka panjang.

Nagasaki kemudian menjadi salah satu pusat gerakan perdamaian dan pendidikan tentang bahaya senjata nuklir.

Kemanusiaan dan Senjata Nuklir Tak Bisa Bersama

Wali Kota Nagasaki Shiro Suzuki menyampaikan Deklarasi Perdamaian dalam upacara tahun ini.

Suzuki menyebut senjata nuklir sebagai kejahatan mutlak. Ia juga memperingatkan bahwa ketergantungan pada pencegahan nuklir membawa risiko besar.

Menurutnya, keamanan dunia tidak boleh terus bergantung pada ancaman penggunaan senjata nuklir.

Suzuki menyerukan negara-negara pemilik senjata nuklir untuk meningkatkan upaya menuju perlucutan senjata.

Ia juga meminta pemerintah Jepang mempertahankan tiga prinsip nonnuklir. Prinsip tersebut mencakup tidak memiliki, tidak memproduksi, dan tidak mengizinkan senjata nuklir berada di wilayah Jepang.

“Umat ​​manusia dan senjata nuklir tidak dapat hidup berdampingan,” katanya.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi turut menghadiri peringatan tersebut.

Pemerintah Jepang kembali menegaskan komitmen terhadap upaya menuju dunia tanpa senjata nuklir. Namun, isu keamanan kawasan membuat kebijakan nuklir Jepang tetap menjadi perhatian.

Perwakilan dari lebih dari 90 negara hadir dalam upacara tersebut. Pesan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga disampaikan.

Di tengah acara, sempat terdengar seruan politik dari sebagian peserta. Namun, tidak ada dasar yang cukup untuk mengaitkan teriakan tersebut dengan pihak atau negara tertentu.

Nagasaki Jadi Pengingat Dunia

Delapan puluh satu tahun setelah tragedi tersebut, Nagasaki tetap membawa pesan yang sama. Juga Hiroshima.

Kota ini mengingatkan dunia bahwa dampak perang nuklir tidak berhenti ketika ledakan berakhir.

Jumlah hibakusha juga terus berkurang karena usia mereka semakin lanjut. Kondisi tersebut membuat kesaksian langsung dari para penyintas semakin berharga bagi generasi berikutnya.

Peringatan Nagasaki 2026 akhirnya bukan sekadar mengenang masa lalu. Pesannya juga diarahkan kepada masa depan.

Dunia kembali diingatkan bahwa perdamaian membutuhkan kerja sama dan dialog.

Seperti pesan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan di X pada 9 Agustus 2026, dalam peringatan tahun ini, masa depan seharusnya tidak ditentukan oleh persaingan dan risiko, tetapi oleh kerja sama dan stabilitas.

“Bersama-sama, kita dapat memastikan bahwa masa depan tidak ditentukan oleh persaingan dan risiko, melainkan oleh kerja sama dan stabilitas.” ungkap PBB.

Tragedi bom atom Nagasaki telah melampaui 81 tahun. Kini kota itu tetap menyerukan satu hal: tragedi serupa tidak boleh terulang. (*)

Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!

Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan

Tinggalkan Balasan

Back to top button
DMCA.com Protection Status