Prediksi Timnas Argentina vs Aljazair Hari ini: Misi Awal Juara Bertahan di Piala Dunia 2026
Intrend. id – Tim Nasional Sepak Bola (Timnas) Argentina akan memulai jadwal dn perjalanan mereka hari ini sebagai juara bertahan pada Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Aljazair dalam laga pembuka Grup J. Pertandingan akan berlangsung di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Kansas City, Amerika Serikat, Rabu 17 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.
Sorotan utama pada Timnas Argentina vs Aljazair hari ini tertuju kepada Lionel Messi. Kapten Argentina itu kembali memimpin La Albiceleste dalam turnamen terbesar sepak bola dunia yang kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya di ajang Piala Dunia.
Setelah sukses mengangkat trofi di Qatar 2022, Argentina datang ke Amerika Serikat dengan status tim nomor satu dunia. Pasukan Lionel Scaloni juga menunjukkan performa impresif sepanjang kualifikasi dan laga persahabatan menjelang turnamen.
Argentina disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk kembali menjadi juara dunia. Kedalaman skuad, pengalaman, dan kualitas individu menjadi alasan utama optimisme tersebut.
Di atas kertas, Argentina memang lebih diunggulkan dibanding Aljazair. Namun tim asal Afrika Utara itu tetap memiliki potensi memberikan kejutan jika mampu menjalankan strategi dengan disiplin.
Lionel Messi masih menjadi pusat permainan Argentina. Meski usianya tidak lagi muda, visi bermain, kreativitas, dan kemampuan menciptakan peluang tetap menjadikannya pemain paling berbahaya di lapangan.
Messi diperkirakan akan didukung Lautaro Martínez atau Julián Álvarez di lini depan. Kedua penyerang tersebut memiliki insting gol yang tinggi dan mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun.
Di lini tengah, Argentina memiliki kombinasi yang sangat kuat melalui Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul. Trio ini menjadi motor permainan yang mampu mengontrol tempo sekaligus membantu pertahanan.
Sementara di lini belakang, Cristian Romero bersama Emiliano Martínez memberikan rasa aman bagi La Albiceleste. Pertahanan Argentina menjadi salah satu yang paling solid dalam beberapa tahun terakhir.
Di kubu Aljazair, perhatian utama tertuju kepada Riyad Mahrez. Mantan bintang Manchester City tersebut masih menjadi pemain paling berpengalaman dan kreatif dalam skuad asuhan Vladimir Petkovic.
Mahrez akan menjadi senjata utama dalam skema serangan balik cepat yang kemungkinan diterapkan Aljazair. Kemampuan dribel dan umpan-umpan terobosannya bisa menjadi ancaman serius bagi Argentina.
Selain Mahrez, Aljazair juga memiliki beberapa pemain yang patut diwaspadai seperti Mohamed Amoura, Amine Gouiri, dan Rayan Ait-Nouri. Ketiganya memiliki kecepatan dan kemampuan teknik yang cukup untuk merepotkan pertahanan lawan.
Secara taktik, Argentina diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-3-3 andalan Lionel Scaloni. Mereka akan menguasai bola, membangun serangan dengan sabar, dan mencoba membuka ruang melalui kombinasi umpan pendek serta pergerakan dinamis para penyerang.
Penguasaan bola Argentina diprediksi mencapai lebih dari 60 persen. Mereka juga diperkirakan unggul dalam jumlah tembakan dan peluang berbahaya.
Sebaliknya, Aljazair kemungkinan bermain lebih pragmatis. Mereka akan bertahan dengan blok rendah hingga menengah sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik cepat.
Strategi tersebut cukup masuk akal mengingat kualitas individu Argentina yang berada di atas rata-rata peserta Grup J lainnya.
Menariknya, kedua tim memiliki sejarah pertemuan yang sangat minim. Hingga kini mereka baru sekali bertemu dalam laga persahabatan pada tahun 2007. Saat itu Argentina menang 4-3 dan Lionel Messi mencetak dua gol.
Kini, hampir dua dekade kemudian, Messi kembali berhadapan dengan Aljazair dalam konteks yang jauh lebih besar, yaitu Piala Dunia.
Mayoritas prediksi menjagokan Argentina meraih kemenangan. Skor 2-0 atau 2-1 menjadi hasil yang paling banyak diperkirakan oleh para analis.
Meski demikian, Aljazair tetap berpeluang memberikan perlawanan sengit jika mampu bertahan disiplin dan memanfaatkan setiap peluang serangan balik.
Bagi Timnas Argentina hari ini, kemenangan pada laga pembuka akan menjadi modal penting untuk mempertahankan status sebagai favorit juara Grup J. Sementara bagi Aljazair, mencuri poin dari sang juara bertahan akan menjadi salah satu kejutan terbesar pada awal Piala Dunia 2026. (*)









