Rekor Lionel Messi Terbaru Ada di Piala Dunia 2026, Raja Gol Turnamen
Intrend.id – Ada banyak rekor dan malam bersejarah menyertai karier Lionel Messi hingga yang terbaru di Piala Dunia 2026. Final Piala Dunia 2022. Trofi Copa America. Empat gelar Liga Champions. Delapan Ballon d’Or.
Namun Lionel Messi tak kunjung usai dalam urusan rekor terbaru. Pertandingan Argentina melawan Austria di Piala Dunia 2026 mungkin akan dikenang sebagai salah satu malam paling spesial dalam perjalanan kariernya.
Bukan karena Argentina menang. Bukan juga karena mereka memastikan tiket ke babak 16 besar. Lionel Messi resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Sebuah rekor yang selama bertahun-tahun terlihat hampir mustahil untuk dipecahkan.
Di usia 38 tahun, pada turnamen yang kemungkinan menjadi Piala Dunia terakhirnya, Messi kembali menunjukkan bahwa dirinya masih mampu menciptakan sejarah.
Argentina mengalahkan Austria 2-0 dalam laga kedua Grup J Piala Dunia 2026. Dua gol kemenangan dicetak langsung oleh sang kapten.
Dua gol yang tidak hanya memberikan tiga poin. Tetapi juga mengubah buku sejarah sepak bola dunia.
Berawal dari Momen yang Nyaris Menjadi Mimpi Buruk
Menariknya, malam bersejarah tersebut justru dimulai dengan kekecewaan saat melawan Austria Selasa dini hari 23 Juni 2026 waktu Indonesia.
Argentina mendapatkan hadiah penalti pada menit kesembilan.
Seluruh stadion bersiap menyambut gol cepat.
Messi maju sebagai eksekutor.
Situasi yang biasanya identik dengan gol.
Namun kali ini berbeda.
Tendangan Messi gagal berbuah gol.
Austria selamat.
Pendukung Argentina sempat terdiam.
Banyak pemain mungkin akan kehilangan kepercayaan diri setelah momen seperti itu.
Namun Messi bukan pemain biasa.
Sepanjang kariernya, ia berkali-kali membuktikan kemampuan bangkit dari tekanan.
Dan malam itu menjadi contoh terbaru.
Alih-alih frustrasi, Messi justru semakin aktif terlibat dalam permainan.
Ia turun lebih dalam. Mencari bola. Membangun serangan. Mengatur ritme. Perlahan ikhtiarnya mulai menjadi pusat permainan Argentina.
Gol yang Mengubah Sejarah Piala Dunia
Momen yang ditunggu akhirnya tiba pada menit ke-38. Argentina membangun serangan dengan sabar dari lini tengah.
Pergerakan pemain-pemain seperti Alexis Mac Allister, Thiago Almada, dan Enzo Fernandez membuat pertahanan Austria mulai kehilangan bentuk.
Bola kemudian mengarah kepada Messi di area berbahaya. Dengan ketenangan yang khas, ia melepaskan tendangan kaki kiri yang mengarah rendah ke sudut gawang.
Tidak terlalu keras. Namun sangat presisi.
Kiper Austria tidak mampu menjangkaunya. Gol.
Argentina unggul 1-0.
Stadion langsung meledak. Rekan-rekan setim berlari menghampiri Messi.
Bukan hanya karena Argentina memimpin. Tetapi karena semua orang tahu arti gol tersebut.
Itu adalah gol ke-17 Messi di Piala Dunia. Gol yang membuatnya melampaui rekor milik legenda Jerman, Miroslav Klose.
Gol yang menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia putra.
Sebuah pencapaian yang tampak sangat emosional.
Di tribun, ribuan pendukung Argentina merayakan momen tersebut.
Di seluruh dunia, media sosial langsung dipenuhi ucapan selamat.
Sejarah baru resmi lahir.
FIFA Ikut Merayakan
Tidak lama setelah gol tersebut tercipta, akun resmi FIFA di media sosial X langsung mengunggah pesan khusus.
“History is made. Lionel Messi is the all-time top goalscorer in FIFA World Cup history!”
Kalimat sederhana.
Namun maknanya sangat besar.
Akun resmi FIFA World Cup juga mengunggah perjalanan karier Messi selama dua dekade di Piala Dunia.
Dari Jerman 2006.
Afrika Selatan 2010.
Brasil 2014.
Rusia 2018.
Qatar 2022.
Hingga Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 2026.
Sebuah perjalanan luar biasa yang berlangsung selama 20 tahun.
Caption yang digunakan pun sangat singkat.
“20 years of Messi.”
Tidak perlu banyak kata.
Kariernya sudah berbicara sendiri.
Gol Kedua yang Menyempurnakan
Jika gol pertama memecahkan rekor, gol kedua membuat malam tersebut semakin sempurna.
Pertandingan sudah memasuki masa tambahan waktu.
Austria mencoba mencari gol penyama kedudukan.
Argentina bertahan dengan disiplin.
Pada menit 90+5, Julian Alvarez melepaskan tembakan yang masih mampu ditepis kiper Austria.
Namun bola muntah mengarah ke area berbahaya.
Dan ketika ada bola liar di kotak penalti, Messi selalu tahu harus berada di mana.
Ia bergerak paling cepat. Menyambar bola.
Gol.
Skor berubah menjadi 2-0. Pertandingan selesai. Argentina menang.
Messi mencetak brace dan menambah koleksi golnya di Piala Dunia menjadi 18.
Kini jaraknya semakin jauh dari para pesaingnya.
Perjalanan 18 Gol yang Luar Biasa
Rekor ini terasa semakin spesial karena dibangun selama enam edisi Piala Dunia.
Gol pertama Messi di turnamen ini tercipta pada tahun 2006 saat masih berusia 18 tahun.
Kini, dua dekade kemudian, ia masih mencetak gol di panggung yang sama.
Distribusi golnya menunjukkan konsistensi luar biasa:
– Piala Dunia 2006: 1 gol
– Piala Dunia 2014: 4 gol
– Piala Dunia 2018: 1 gol
– Piala Dunia 2022: 7 gol
– Piala Dunia 2026: 5 gol dalam dua pertandingan
Total: 18 gol.
Angka yang kini menjadi standar baru dalam sejarah Piala Dunia.
Lebih luar biasa lagi, lima gol tersebut baru dicetak dalam dua pertandingan pertama turnamen.
Sebuah hattrick melawan Aljazair.
Lalu brace melawan Austria.
Produktivitas yang bahkan sulit dipercaya untuk pemain berusia 38 tahun.
Lebih dari Sekadar Pencetak Gol
Yang membuat Messi berbeda bukan hanya jumlah golnya. Ia tetap menjadi pusat permainan Argentina.
Melawan Austria, kontribusinya jauh melampaui dua gol yang tercipta. Ia terus bergerak di antara lini. Turun membantu pembangunan serangan. Menciptakan ruang bagi rekan-rekannya.
Ia juga menghubungkan lini tengah dan lini depan. Perannya berada di antara gelandang serang, false nine, dan playmaker. Sulit untuk memberi label yang pasti.
Karena Messi memang bermain dengan caranya sendiri. Meski kecepatan eksplosifnya sudah tidak seperti satu dekade lalu, kecerdasan bermainnya justru semakin matang.
Ia tahu kapan harus bergerak, kapan harus menunggu, dan kapan harus memberikan sentuhan yang menentukan.
Argentina Semakin Menakutkan
Selain rekor individu, kemenangan atas Austria juga memperlihatkan kekuatan Argentina sebagai tim.
Skuad asuhan Lionel Scaloni tampil sangat terorganisasi.
Lini belakang yang dipimpin Cristian Romero tampil solid.
Lini tengah mengontrol jalannya pertandingan.
Sementara lini depan terus menciptakan ancaman.
Austria hanya mampu menghasilkan peluang dengan kualitas rendah.
Expected goals mereka berada di kisaran 0,5.
Sebaliknya, Argentina menciptakan peluang dengan nilai xG yang jauh lebih tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa kemenangan mereka memang layak.
Bahkan bisa saja lebih besar.
Dengan dua kemenangan beruntun, Argentina memastikan langkah ke babak 16 besar lebih awal.
Status juara bertahan semakin terasa nyata.
Persaingan Sepatu Emas Memanas
Tambahan dua gol membuat Messi kini mengoleksi lima gol dari dua pertandingan.
Ia memimpin daftar pencetak gol sementara Piala Dunia 2026.
Posisi tersebut membuatnya menjadi kandidat utama peraih Sepatu Emas.
Persaingan tentu masih panjang.
Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Erling Haaland, Kai Havertz, dan Folarin Balogun masih berpeluang mengejar.
Namun sejauh ini Messi berada di posisi terdepan. Jika Argentina melaju jauh, peluangnya semakin besar.
Bukti Kehebatan Tak Mengenal Usia
Banyak pemain hebat kesulitan mempertahankan performa ketika memasuki usia akhir 30-an.
Namun Messi kembali membuktikan bahwa dirinya berbeda. Secara fisik mungkin tidak lagi secepat dulu.
Tetapi sepak bola bukan hanya soal kecepatan. Sepak bola juga soal kecerdasan.
Pemahaman ruang. Pengambilan keputusan. Ketenangan di bawah tekanan.
Semua kualitas itu masih dimiliki Messi. Bahkan mungkin lebih baik dibanding masa mudanya.
Karena kini semuanya didukung pengalaman selama lebih dari dua dekade di level tertinggi.
Messi Gol
Argentina menang 2-0 atas Austria. Namun hasil pertandingan hanyalah sebagian kecil dari cerita besar yang tercipta malam itu.
Dunia menyaksikan Lionel Messi kembali menulis sejarah. Dari kegagalan penalti pada menit kesembilan hingga dua gol yang mengubah rekor dunia.
Dari pemain muda berbakat di Piala Dunia 2006 menjadi legenda yang memecahkan rekor pada Piala Dunia 2026.
Perjalanan itu berlangsung selama 20 tahun. Entah kapan akan berakhir.
Ketika generasi mendatang membicarakan pencetak gol terbesar dalam sejarah Piala Dunia, nama pertama yang akan mereka lihat di puncak daftar adalah Lionel Messi.
Rekor terbaru Lionel Messi setelah malam di laga Argentina versus Austria itu kini sepenuhnya menjadi miliknya. (*)
Suka dengan artikel kami? Jangan sampai ketinggalan tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan









