Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo: Ungkap Tugas Etis Bukan Mengkritisi
Intrend.id – Rocky Gerung kini menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pengamat filsafat dan politik itu resmi masuk lingkaran Istana usai dilantik Presiden Prabowo Subianto Jumat, 2 Oktober 2026.
Ada satu momen yang langsung mencuri perhatian usai pelantikan Rocky Gerung sebagai Wantimpres. Ia terlihat menunduk sebelum menandatangani berkas pelantikan. Gesturnya menunjukkan sikap hormat di hadapan Presiden Prabowo.
Rocky menjadi satu dari 26 anggota Wantimpres yang dilantik di Istana Negara, Jakarta.
Namun, yang menarik bukan cuma soal pelantikan. Pernyataan Rocky setelah acara juga cukup mencuri perhatian.
Dia langsung menjelaskan bagaimana dirinya melihat posisi baru tersebut.
Rocky Gerung: Wantimpres Bukan Dewan Teknis
Menurut Rocky, Presiden Prabowo memberikan pesan khusus kepada para anggota Wantimpres.
Pesannya, Wantimpres punya kedudukan etis, bukan teknis.
Maksudnya, dewan ini tidak bertugas mengurus persoalan teknis pemerintahan sehari-hari. Tugasnya lebih pada melihat dampak dan arah sebuah kebijakan.
“Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis bukan teknis,” kata Rocky kepada wartawan Istana, dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat.
Ia menjelaskan, anggota Wantimpres harus mampu melihat ekses dari kebijakan pemerintah.
Setelah itu, Wantimpres juga turut memberikan pertimbangan tentang arah kebijakan agar tetap sesuai dengan visi Presiden.
Menurut Rocky, ada pula fungsi politik. Salah satunya memonitor situasi politik dan kebudayaan.
Tetapi semua itu harus dilakukan dengan tanggung jawab etis.
Bukan atas nama kelompok.
“Pertanggungjawaban pertama adalah kemampuan untuk mengambil jarak dari peristiwa-peristiwa konkret,” ujarnya.
Karena itu, Rocky menilai anggota Wantimpres membutuhkan ruang untuk melakukan kontemplasi dan evaluasi.
Bahkan, mereka harus mampu membayangkan masa depan Indonesia.
“Jadi, Dewan ini bukan untuk melayani pertanyaan-pertanyaan konkret harian. Diperlukan kontemplasi, diperlukan evaluasi, diperlukan bahkan kemampuan untuk berfantasi tentang masa depan republik,” kata Rocky.
Ia menggambarkan Wantimpres seperti oversight committee (komite pengawas) dalam sebuah perusahaan. Bedanya, lembaga ini bekerja untuk urusan publik.
Rocky Tegaskan Tidak Bertugas Mengkritik Presiden
Rocky juga menegaskan satu hal.
Menurutnya, Wantimpres bukan lembaga untuk sekadar mengkritik pemerintah.
Ia memilih istilah “kritis”, bukan “kritik”.
Bagi Rocky, keduanya berbeda.
“Kita bukan mengkritik. Dewan ini justru fungsinya kritis,” katanya.
Sikap kritis itu diperlukan karena setiap kebijakan pasti memiliki persepsi positif dan negatif di tengah masyarakat.
Tugas Wantimpres adalah menangkap persoalan tersebut.
Setelah itu, persoalan diolah menjadi bahan pertimbangan bagi Presiden.
Rocky kemudian memberikan gambaran sederhana tentang cara kerja dewan.
Dalam sebuah keputusan biasanya dikenal tahapan mengingat, menimbang, memutuskan, dan menetapkan.
Menurut Rocky, tugas Wantimpres berada pada bagian mengingat dan menimbang.
Sementara keputusan akhirnya tetap berada di tangan Presiden.
“Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden,” ujarnya.
Rocky Gerung: Saya Cuma Pindah dari Luar ke Dalam
Pernyataan Rocky yang paling menarik muncul ketika ditanya soal perubahan sikap setelah masuk pemerintahan.
Rocky mengatakan dirinya tidak berubah.
“Saya cuma pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap. Pandangan saya tetap,” kata Rocky.
Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai “radical break”.
Pernyataan ini menjadi menarik karena Rocky selama ini dikenal sebagai sosok yang vokal mengomentari dan mengkritik berbagai kebijakan pemerintah.
Kini, posisinya berubah.
Dari luar pemerintahan, Rocky masuk ke dalam struktur penasihat Presiden.
Namun, ia menegaskan bahwa perubahan posisi tidak otomatis mengubah pandangannya.
Menurut Rocky, anggota Wantimpres tetap harus memiliki keberanian menyampaikan persoalan secara objektif.
Terutama ketika ada jarak antara kebijakan pemerintah dan persepsi masyarakat.
Ia mencontohkan program yang berkaitan dengan kemakmuran rakyat.
Jika tujuan kebijakan sudah sesuai dengan visi Presiden, tetapi pesan tersebut tidak sampai kepada masyarakat, maka perlu ada evaluasi.
“Kalau tidak sama berarti ada kekurangan komunikasi, diperbaiki,” ujarnya.
26 Anggota Wantimpres Resmi Dilantik Prabowo
Rocky Gerung dilantik bersama 25 anggota Wantimpres lainnya.
Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Pratikno dipercaya sebagai Ketua merangkap anggota. Muhammad Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua merangkap anggota. Muhammad Qodari menjabat Sekretaris merangkap anggota.
Sementara anggota lainnya adalah Sinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Said Aqiel Siradj, Anwar Iskandar, Yahya Cholil Staquf, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Salim Segaf Al-Jufri, Soekarwo, Dato’ Sri Tahir, Rocky Gerung, Ida Bagus Purwalaksana, Philip Kuncoro Wijaya, Budi Santoso Tanuwibowo, Anwar Usman, Mohamad Hatta, Jusuf Hamka, Margarito Kamis, Jacky Manuputty, dan Ignasius Jonan.
Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo juga mengambil sumpah para anggota Wantimpres.
Sumpah itu menekankan kesetiaan kepada UUD 1945, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta tanggung jawab dan etika dalam menjalankan jabatan.
Pelantikan kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden Prabowo.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming turut hadir. Begitu juga para pimpinan lembaga negara, menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta sejumlah tamu undangan.
Kini Rocky Gerung resmi berada di dalam Istana sebagai Wantimpres. Posisinya memang berubah. Tetapi pesannya cukup jelas: masuk ke dalam pemerintahan tidak berarti harus meninggalkan sikap kritis. (*
Suka dengan artikel kami? Ikuti tren terbaru!
Tambahkan Intrend.id sebagai sumber pilihan





