Apakah Asteroid 99942 Apophis Akan Menabrak Bumi? Simak Fakta Menurut NASA
Intrend.id – Apakah asteroid 99942 Apophis akan menabrak bumi? Badan antariksa NASA menegaskan, berdasarkan pengamatan terbaru, tidak ada risiko benturan setidaknya dalam 100 tahun ke depan.
Menjawab pertanyaan apakah asteroid 99942 Apophis akan menabrak bumi telah dipastikan tidak akan terjadi saat melintas pada 13 April 2029.
Apophis merupakan asteroid berdiameter sekitar 340 hingga 450 meter. Pada 2029, benda langit ini akan melintas sangat dekat dengan Bumi, yakni sekitar 32.000 kilometer dari permukaan. Jarak tersebut bahkan lebih dekat dibandingkan orbit satelit geostasioner.
Dalam pernyataannya di laman resmi Science NASA Gov, dikutip Jumat 17 April 2026, NASA menyebut Apophis sebagai asteroid dekat Bumi yang berpotensi berbahaya, namun dipastikan akan melintas dengan aman. Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa astronomi paling langka dalam sejarah modern.
Organisasi The Planetary Society juga menjelaskan, Apophis akan terlihat dengan mata telanjang di wilayah Belahan Bumi Timur jika kondisi cuaca mendukung. Momen ini diprediksi menjadi daya tarik besar bagi pengamat langit di seluruh dunia.
Sebelumnya, Apophis sempat dianggap sebagai salah satu asteroid paling berbahaya sejak ditemukan pada 2004. Saat itu, ilmuwan memperkirakan adanya kemungkinan tabrakan dengan Bumi pada 2029, 2036, hingga 2068. Namun, penelitian lanjutan pada Maret 2021 berhasil mengesampingkan seluruh potensi tersebut.
Meski tidak berbahaya, ilmuwan menilai ukuran Apophis cukup besar untuk menimbulkan kerusakan regional jika terjadi tumbukan. Namun, skenario tersebut kini dinyatakan sangat kecil kemungkinannya dan tidak berpotensi menyebabkan kepunahan global.
Apophis sendiri merupakan sisa pembentukan awal tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu. Asteroid ini tersusun dari material batuan silikat serta campuran logam nikel dan besi. Bentuknya diperkirakan memanjang dan menyerupai kacang, dengan struktur dua lobus.
“Apophis diklasifikasikan sebagai asteroid tipe S, atau tipe berbatu, yang terdiri dari material silikat (atau batuan), dan campuran nikel dan besi metalik. Citra radar menunjukkan bahwa bentuknya memanjang dan mungkin memiliki dua lobus. Lebih banyak informasi akan diperoleh tentang struktur asteroid ini setelah melintas dekat Bumi pada tahun 2029,” demikian ungkap NASA.
Peristiwa lintasan dekat ini menjadi peluang emas bagi ilmuwan untuk mempelajari asteroid secara langsung. NASA bersama European Space Agency telah menyiapkan misi khusus untuk mengamati Apophis secara detail.
Salah satunya adalah misi OSIRIS-APEX, kelanjutan dari misi OSIRIS-REx yang sebelumnya berhasil mengambil sampel asteroid Bennu. Wahana ini akan mendekati Apophis setelah lintasan 2029 untuk mempelajari struktur dan permukaannya.
Sementara itu, ESA juga mengembangkan misi Ramses yang akan menemani Apophis selama melintas dekat Bumi. Pengamatan gabungan dari berbagai misi ini diharapkan mampu mengungkap lebih dalam karakteristik asteroid dekat Bumi.
Selain misi antariksa, jaringan International Asteroid Warning Network akan mengoordinasikan pengamatan global menggunakan teleskop berbasis darat. Data yang dikumpulkan mencakup bentuk, rotasi, hingga perubahan orbit asteroid akibat pengaruh gravitasi Bumi.
Ilmuwan memperkirakan gaya gravitasi Bumi akan memengaruhi Apophis secara signifikan saat melintas. Asteroid ini dapat mengalami perubahan rotasi, peregangan struktur, hingga kemungkinan longsoran kecil di permukaannya.
Fenomena ini dinilai sangat langka karena asteroid sebesar Apophis jarang melintas sedekat ini dengan Bumi. Bahkan, peristiwa serupa diperkirakan hanya terjadi sekali dalam beberapa ribu tahun.
Demikian penjelasan ringkas atas pertanyaan apakah asteroid 99942 Apophis akan menabrak bumi. Dengan teknologi modern, manusia kini memiliki kesempatan pertama dalam sejarah untuk mengamati peristiwa langka tersebut secara detail. Hasil pengamatan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang asteroid dan sejarah tata surya. (*)









