Hiburan

Film Michael Jackson Rilis 24 April 2026, Apa Kontroversinya?

Intrend.id – Film genre biopik dengan kisah Michael Jackson resmi tayang perdana pada 24 April 2026 setelah penantian panjang yang sempat diwarnai penundaan bertahun tahun. Film berjudul “Michael” garapan sutradara Antoine Fuqua ini langsung jadi bahan obrolan panas, bukan cuma karena mengangkat kisah hidup sang King of Pop, tapi juga karena memicu debat soal bagaimana warisan rumit Michael Jackson ditampilkan di layar lebar.

Film Michael Jackson ini sejak diumumkan memang sudah jadi salah satu film paling dinanti tahun ini. Bukan sekadar biopik musik biasa, film ini menjanjikan perjalanan lengkap Michael Jackson, dari bocah kecil berbakat di grup The Jackson 5 sampai menjelma ikon global lewat album legendaris seperti Thriller dan lagu fenomenal Billie Jean.

Yang bikin hype makin gila, peran Michael Jackson dimainkan langsung oleh keponakannya, Jaafar Jackson. Banyak yang menilai casting ini terasa autentik karena Jaafar dianggap punya gestur, aura panggung, bahkan kemampuan menari yang mirip banget dengan pamannya.

Cerita film ini mengupas masa kecil Michael bersama keluarga Jackson di Gary, Indiana, termasuk hubungan keras dengan ayahnya Joe Jackson yang diperankan Colman Domingo. Penonton diajak melihat bagaimana disiplin ketat dan tekanan sejak kecil membentuk sosok Michael, sekaligus jadi fondasi karier solonya yang mendunia.

Di balik kisah sukses, film ini juga mencoba menyentuh sisi personal Michael. Tapi justru di sinilah kontroversi muncul.

Banyak kritik menyoroti film ini dianggap “main aman” dan terlalu fokus merayakan prestasi musik tanpa menggali konflik hidup Michael secara mendalam. Skor debut di Rotten Tomatoes bahkan sempat hanya 27 persen sebelum naik tipis ke 35 persen dari 101 ulasan.

Sejumlah kritikus menilai film Michael 2026 lebih terasa seperti tribute konser berdurasi panjang ketimbang biografi yang jujur. Visual panggung, koreografi, dan adegan musik dipuji habis-habisan, tapi sisi emosionalnya disebut kurang memikat.

Masalah makin sensitif setelah laporan dari Puck dan Variety menyebut versi awal film sempat memuat kasus tuduhan 1993, namun harus dirombak total. Disebut ada kesepakatan hukum lama yang melarang kasus itu disebut dalam proyek film terkait Michael Jackson.

Perubahan itu kabarnya memicu syuting ulang bernilai 10 sampai 15 juta dolar AS yang dibiayai pihak ahli waris Michael Jackson.

Pengacara hiburan James L. Walker Jr. bahkan ikut mengkritik pendekatan itu dengan menekankan biopik seharusnya tidak menghindari sisi rumit tokohnya.

Meski begitu, keluarga Jackson memilih fokus ke sisi penghormatan. Dalam premiere khusus di kampung halaman Michael di Gary, putra sulungnya Prince Jackson ikut hadir bersama produser Graham King.

Wali Kota Gary, Eddie D. Melton, bahkan secara terbuka mengatakan acara itu memang dirancang untuk merayakan kontribusi musik Michael, bukan membuka kembali polemik lama.

Pendekatan ini bikin publik terbelah. Sebagian setuju film ini harus fokus ke karya dan legacy. Sebagian lain bilang biopik seharusnya berani menampilkan keseluruhan cerita, termasuk bagian gelapnya.

Tapi menariknya, kritik pedas itu ternyata gak bikin antusiasme publik turun.

Trailer Michael justru memecahkan rekor dengan 116,2 juta penayangan dalam 24 jam pertama, menjadi peluncuran trailer terbesar dalam sejarah Lionsgate untuk kategori biopik musik.

Ini jadi sinyal kalau daya tarik Michael Jackson masih luar biasa kuat. Nama besar sang legenda ternyata tetap magnet besar, terutama buat generasi lama yang tumbuh dengan musiknya dan Gen Z yang mengenal warisannya lewat media sosial.

Secara produksi, film ini juga digarap serius. Selain disutradarai Antoine Fuqua, naskahnya ditulis John Logan, penulis di balik film besar seperti Gladiator dan Skyfall.

Durasinya 127 menit, bergenre epik-biopik, dan diklasifikasikan Semua Umur di Indonesia.

Selain Jaafar Jackson dan Colman Domingo, film ini juga dibintangi Nia Long, Miles Teller, hingga Kat Graham.

Banyak penonton awal justru bilang kekuatan utama film ini ada di penampilan Jaafar. Ia dianggap sukses membawa energi panggung Michael dengan meyakinkan. Beberapa bahkan menyebut penampilan tarinya jadi alasan utama film ini layak ditonton di bioskop.

Kalau bicara potensi box office, Michael masih punya peluang besar meski kritik bercampur. Formula biopik musik belakangan terbukti kuat setelah sukses film seperti Bohemian Rhapsody dan Elvis.

Bedanya, Michael 2026 datang dengan beban yang lebih berat karena tokoh yang diangkat punya warisan luar biasa besar sekaligus kontroversial.

Film ini terasa seperti menyajikan dua hal sekaligus. Pertama, surat cinta untuk legenda musik. Kedua, proyek yang masih menyisakan pertanyaan tentang keberanian bercerita.

Buat fans berat Michael Jackson, film ini bisa jadi nostalgia besar yang emosional. Tapi buat penonton yang mencari potret utuh sang King of Pop, mungkin masih ada rasa kurang puas.

Film Michael Jackson ini sukses bikin nama Michael Jackson kembali mendominasi percakapan global. Dan itu membuktikan satu hal: bahkan bertahun-tahun setelah kepergiannya, Raja Pop masih belum berhenti menggetarkan dunia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
DMCA.com Protection Status