Tabrakan Dua Pesawat Tempur Akibat Pilot Selfie, AU Korea Selatan Minta Maaf
Intrend.id – Terungkap tabrakan dua jet (pesawat) tempur F-15K Slam Eagle milik Angkatan Udara (AU) Korea Selatan pada 2021 dipicu aksi pilot yang hendak berswafoto saat penerbangan.
Pengakuan tabrakan pesawat tempur karena perkara swafoto yang mengejutkan ini datang dari Republic of Korea Air Force dan AU Korea Selatan resmi meminta maaf ke publik.
“Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada 2021,” kata juru bicara AU Korsel, dikutip dari The Guardian, 23 April 2026.
Fakta itu muncul setelah Board of Audit and Inspection merilis hasil investigasi pada 22 April 2026.
Laporannya menyebut insiden terjadi saat dua jet F-15K Slam Eagle dari Wing Tempur ke-11 melakukan latihan formasi di dekat Daegu pada 24 Desember 2021.
Masalah bermula ketika salah satu pilot, yang sedang menjalani penerbangan terakhir sebelum mutasi, ingin mengambil foto pribadi dan video kenang-kenangan dari kokpit menggunakan ponsel.
Demi dapat angle bagus, pilot wingman disebut mendadak melakukan manuver tak lumrah, menanjak tajam, banking keras, bahkan sempat membalikkan pesawat.
Di titik itu, jarak dua jet jadi terlalu dekat.
Pilot utama berusaha menghindar dengan menurunkan pesawat, tetapi stabilator kiri wingman menghantam sayap kiri jet utama. Dua pesawat rusak, tapi untungnya keduanya berhasil mendarat dengan selamat.
Tak ada korban jiwa, namun biaya perbaikan disebut mencapai sekitar 880 juta won atau setara ratusan ribu dolar.
Yang bikin publik makin kaget, audit menyebut budaya pengambilan foto pribadi di kokpit ternyata sempat ditoleransi di unit tersebut.
Bukan cuma pilot wingman, kru di pesawat utama juga disebut merekam video saat penerbangan berlangsung.
Audit awal sempat mewajibkan pilot membayar penuh biaya kerusakan. Namun putusan akhir menurunkannya menjadi sekitar 10 persen, karena militer dinilai ikut lalai dalam pengawasan disiplin kokpit.
Pilot yang terlibat juga dilaporkan sudah diskors, menerima sanksi berat, dan kini tak lagi berdinas di militer.
Insiden ini bikin perhatian kembali tertuju pada kecanggihan F-15K.
Varian tempur buatan Boeing itu dikenal sebagai salah satu tulang punggung kekuatan udara Korea Selatan.
Jet ini mampu melesat hingga Mach 2.5, membawa muatan tempur berat, dan dirancang untuk misi serangan presisi jarak jauh.
Saat ini, Korsel bahkan sedang menyiapkan modernisasi armada F-15K dengan standar mirip F-15EX Eagle II lewat kontrak bernilai miliaran dolar.
Namun secanggih apa pun sistem tempur, insiden ini menunjukkan faktor manusia tetap bisa jadi titik rawan terbesar.
Kasus ini juga mengingatkan pada sejumlah insiden global lain terkait distraksi selfie di kokpit, termasuk kecelakaan pesawat kecil di Colorado pada 2014 yang berujung fatal.
Bedanya, dalam kasus F-15K, dua jet dan seluruh awak berhasil selamat.
Meski kecelakaan terjadi pada 2021, pengungkapan detail penyebabnya pada April 2026 membuat kasus ini viral dan memicu debat besar soal disiplin militer, budaya permisif, dan keselamatan penerbangan tempur.
Selfie di kokpit pesawat tempur memberikan pelajaran yang jelas: satu aksi bisa berujung nyaris bencana. (*)









